Jangan Bermain Politik Praktis!

Kompas, Jumat, 22 September 2006

Itulah permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan rapat lengkap pimpinan TNI. Presiden menegaskan, berhentilah bermain politik praktis.

Menurut Presiden, politik TNI politik negara. Teruskan dan sukseskan reformasi. Demokrasi harus tetap mekar. Hormati hukum dan hak asasi manusia. Itulah semangat dan amanat reformasi kita. Ditegaskan pula oleh Presiden, TNI termasuk Panglima dan tiga Kepala Stafnya tidak boleh bergerak sendiri. Penggerakan dan penggunaan TNI perlu mekanisme dan keputusan politik antara Presiden dan DPR.

Sedikit banyak penegasan Kepala Negara tentang peran TNI dan prosedur keputusan komandonya ikut memperoleh momen oleh kudeta tentara Thailand terhadap pemerintahan PM Thaksin Shinawatra sehari sebelumnya. Dari segi waktu, sekadar suatu koinsidensi. Dari substansi persoalan, ada juga persamaannya, yakni sama-sama sebagai negara Asia Tenggara yang sedang berupaya keras membangun demokrasi. Hanya karena jumlah penduduk serta lebih kaya dan bervariasinya negeri kepulauan serta kemajemukan adat dan budayanya, tugas kita tidak lebih ringan.

Dari substansi maupun nada dan semangatnya, penegasan Presiden bukanlah negatif, melainkan positif. Peringatan diberikan bukan karena TNI menghalangi atau mengganggu reformasi serta ingin kembali ke masa lalu, melainkan lebih menegaskan komitmen kita bersama sebagai sesama warga bahkan bagi TNI sebagai pengawal setia Negara dan Republik Proklamasi.

Perlu dicermati dan didukung pernyataan Presiden, pemerintah akan membangun dan memodernisasi kekuatan minimal TNI secara bertahap sesuai dengan kemampuan ekonomi negara. Kita garis bawahi penegasan perihal peran damai TNI seperti bertugas sebagai pasukan PBB di Lebanon serta siap sedia memelopori penanganan keadaan gawat darurat seperti bencana alam.

Keterangan dan komitmen Presiden itu tidak kurang penting. Dalam posisi dan perannya sebagai kekuatan pertahanan negara, TNI harus tetap memiliki kebanggaan profesional. Bahkan, sesuai dengan akar dan tradisi TNI, kebanggaan dan komitmen itu menyejarah. Kebanggaan profesional dan keprajuritan, kecuali oleh komitmen dan sejarah, harus pula dikembangkan serta diekspresikan dalam sosok serta kebanggaan prajurit. Seperti menguasai disiplin dan keahlian keprajuritannya, perlengkapan yang memadai sesuai dengan perkembangan, serta kebanggaan panggilan dan pilihan sebagai prajurit TNI. Selain penghasilan yang memadai, diperlukan perlengkapan dan persenjataan serta latihan terus-menerus.

Kesetiaan dan keberhasilan TNI mengawal reformasi juga dipengaruhi oleh keberhasilan reformasi prodemokrasi, prohukum dan hak asasi, promartabat kemanusiaan yang diekspresikan dalam keadilan dan kecukupan warga dan akhirnya kemajuan bangsa dan negara. Tidak kurang esensialnya peran dan kontribusi yang diberikan oleh semua kekuatan pendukung serta pemain demokrasi bersama pemerintah dan kita semua.

0 Responses to “Jangan Bermain Politik Praktis!”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 704,479 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: