Sikap terhadap Narkoba

Indo Pos, Selasa, 03 Okt 2006

Aparat kepolisian terus-menerus merazia tempat-tempat hiburan malam di kota-kota besar di tanah air. Bahkan, memasuki Ramadan ini, razia terus ditingkatkan.

Yang perlu dicatat, dalam razia itu, ternyata polisi berhasil menangkap pengunjung yang menyimpan dan menggunakan narkoba (narkotik dan obat-obatan berbahaya).

Apa yang dapat kita kemukakan atas banyaknya pengunjung hiburan malam yang tertangkap menggunakan narkoba? Ternyata kampanye tentang Ramadan sebagai bulan suci yang harus lebih dihormati semua orang tidak diindahkan.

Para pengguna narkotik sama sekali tidak risi atau tidak merasa perlu mengurangi tindakan menyalahi hukum itu meski saat ini jelas-jelas bulan Ramadan.

Mereka menganggap Ramadan yang sangat dihormati dan disucikan itu sama saja dengan bulan-bulan lain. Kalau mau menggunakan narkotik, mereka pun melakukan tanpa harus peduli terhadap suasana bulan suci Ramadan.

Penyalahgunaan narkotik sama saja dengan tindak kejahatan lain. Para pelakunya tidak mengenal waktu, tidak mengenal hari, tidak kenal siang-malam, dan tidak kenal bulan apa pun.

Oleh karena itu, siapa pun perlu memahami bahwa penyalahgunaan narkoba harus disikapi sama. Yakni, dikampanyekan terus-menerus, dilawan, dan diperangi bersama-sama.

Kejahatan apa pun, termasuk penyalahgunaan narkotik, harus dianggap sebagai penyakit masyarakat yang harus dijadikan musuh bersama. Musuh semua orang di mana pun mereka berada.

Memang aparat kepolisian harus berada di barisan terdepan dalam memberantas kejahatan, tetapi itu saja belum cukup. Sebab, selain tenaga polisi terbatas, tindak kejahatan yang merupakan penyakit masyarakat sering tertutup oleh kehidupan sosial yang seolah-olah bukan tindak kejahatan.

Masyarakat harus saling bekerja sama, saling bertukar pengalaman, dan bertukar informasi tentang apa penyakit masyarakat, tentang apa tindak kejahatan penyalahgunaan narkotik atau penyalahgunaan narkoba.

Dengan demikian, akan diperoleh kesamaan pandangan dan sikap dalam menghadapi meluasnya tindak kejahatan penyalahgunaan narkoba. Selama ini sebagian besar orang berpandangan sama mengenai ancaman narkoba. Mereka menganggap narkoba mengancam kelangsungan hidup generasi muda. Tetapi, pemahaman yang sama belum tentu diikuti sikap yang sama pula dalam memerangi narkoba.

Misalnya, tidak semua orang sungguh-sungguh mau bertindak untuk turut memberantas narkoba meski berbagai praktik penyalahgunaan narkoba sering terjadi di lingkungan sekitarnya. Meski polisi sering menggerebek tempat-tempat tertentu, seperti tempat hiburan malam yang ditempati para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Meski semua orang paham bahwa narkoba mengancam masa depan generasi muda, dalam bersikap terhadap penyalahgunaan narkoba, masyarakat belum seperti menghadapi ancaman perampokan atau tindak kejahatan disertai kekerasan. Dalam hal ini, masyarakat kurang reaktif dan tidak spontan untuk memerangi peredaran atau penyalahgunaan narkoba.

0 Responses to “Sikap terhadap Narkoba”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 704,588 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: