Dialog Antar-agama

 
* Lakukan Sampai Akar RumputDialog antar-agama selama ini menjadi perhatian para pemuka agama. Berbagai pertemuan digelar untuk mempertemukan pemeluk agama yang berbeda. Ini bertujuan untuk menjalin sebuah kehidupan harmonis dalam masyarakat di tengah sebuah keragaman.

Meski harus diakui pula, dialog antar-agama juga belum membuahkan hasil yang memuaskan. Kerap masih ada sekelompok yang melampaui batas dan mencederai dialog yang selama ini dibangun. Bagaimana seharusnya dialog dibangun?Berikut ini adalah petikan wawancara dengan DR Amsal Bakhtiar, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dialog antar-agama yang selama ini dilakukan umat beragama, menurut Anda apakah telah menjadi langkah yang efektif?

Menurut saya, hal itu masih belum bisa berjalan dengan efektif. Ini harus terus dimaksimalkan. Dialog antar-agama yang selama ini diadakan, hanya dilakukan dan dihadiri oleh tokoh yang itu-itu saja. Mestinya dialog diikuti oleh tokoh lainnya agar dialog tak hanya dalam tataran wacana saja.

Ini berarti dialog tak hanya terbatas dilakukan oleh para pemuka agama saja. Dialog juga mestinya dilakukan para guru atau kalangan pelajar yang memiliki keyakinan berbeda sehingga akan membantu kesalingpahaman di antara pemeluk agama yang berbeda.

Dengan pemahaman untuk saling menghargai dan toleransi yang tak hanya dimengerti oleh para pemuka agama saja, tentu langkah toleransi juga akan semakin mudah untuk dilakukan. Intinya, dialog antar-agama mestinya juga mencapai akar rumput.

Selain peserta dialog yang harus lebih diperluas, langkah apa yang harus dilakukan agar dialog antar-agama dapat berlaku efektif?

Diperlukan langkah yang lebih konkret dan praktis. Dengan demikian dialog ini tak hanya berhenti dalam sebuah wacana saja. Ini bisa dilakukan dengan melakukan perkemahan bersama, misalnya. Dalam kegiatan tersebut dapat menjadi sebuah pelatihan atau percontohan. Bahkan, dapat menjadi pelajaran bagi para pemeluk agama yang berbeda untuk mengatasi berbagai masalah dan perbedaan. Ini juga bisa dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat beragama pada skala yang lebih besar.

Bagaimana sebaiknya intensitas pelaksanaan dialog itu?

Upaya dialog antar-agama ini harus terus dilakukan secara intensif. Meski kita harus mengakui bahwa dalam tataran praktis, dialog tersebut masih ada kekurangannya. Namun dialog harus terus digalakkan untuk mengatasi kekurangan yang ada sehingga interaksi antar-umat beragama dapat berjalan dengan baik.

Dalam pandangan saya, bagaimanapun dialog masih sangat penting untuk dilakukan oleh para umat beragama. Pasalnya, dialog menjadi sarana bagi mereka untuk saling berbagi dan bertukar pengalaman. Dengan demikian, perbedaan yang ada tetap membuat mereka saling mengerti dan memahami.

Namun, langkah lanjut yang perlu dilakukan setelah mengadakan dialog adalah bagaimana kesepakatan dalam dialog dapat dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat. Sehingga dialog akan memiliki pengaruh nyata dalam hubungan antar-umat beragama.

Belum lama ini Paus Benediktus XVI melontarkan pernyataan yang menyinggung perasaan umat Islam, meski ia juga telah meminta maaf atas reaksi yang terjadi akibat ucapannya itu. Apakah ini mengganggu dialog antar-agama yang selama ini dilakukan?

Pernyataan Paus belum lama ini memang membuat umat Islam merasa tersinggung dan bereaksi keras terhadap hal tersebut. Namun Paus telah menyatakan permintaan maafnya. Ya, mungkin kini ada hubungan yang agak kaku khususnya antara Muslim dan Kristen akibat peristiwa tersebut.

Dalam suatu kesempatan saya bertemu dengan sejumlah Romo dan mereka menyatakan merasa kesulitan dan merasa kaku dalam mengambil sebuah langkah terutama mengajak melakukan dialog dengan pemuka agama lain. Mereka memiliki ganjalan tersendiri ketika mendorong adanya dialog.

Peristiwa ini telah memberikan dampak yang tak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga oleh kalangan Kristen sendiri terutama kalangan yang selama ini terus mendorong adanya dialog antar-agama. Meski demikian, saya yakin ini akan segera mencair dan diharapkan dialog antar-agama dapat terus dilakukan agar tercipta hubungan harmonis antar-umat beragama yang berbeda.

Bagaimana sebaiknya menghadapi situasi yang demikian?

Saya pikir situasi yang kaku ini harus segera dicairkan. Ini bertujuan agar dialog antar-agama dapat terus dilakukan. Dengan demikian, rasa saling memahami dan menghargai di antara umat beragama dapat terus berkembang dengan baik.

Apakah perlu umat Islam berupaya pula untuk mencairkan situasi tersebut?

Dalam pandangan saya, tak ada salahnya umat Islam turut berupaya untuk mencairkan situasi yang agak kaku itu. Umat Islam bisa berinisiatif untuk menggalang kembali dialog yang selama ini dilakukan dengan umat beragama lainnya.

Umat Islam dapat mengambil langkah awal untuk terus mendorong terjadinya dialog antar-agama. Meski saya pun berharap ucapan Paus yang menyebabkan umat Islam tersinggung, pada masa yang akan datang tak lagi terjadi.

Fajar Makassar, 06 Oct 2006

10 Responses to “Dialog Antar-agama”


  1. 1 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. Desember 19, 2007 pukul 5:51 pm

    DIALOG ANTAR AGAMA:

    Untuk menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama-agama dan didalam agama (73 firqah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 dan Yudas 1:18-21), kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokok Islam Pakistan.

    Wasalam,Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. 2 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi Juli 7, 2008 pukul 11:22 am

    Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

  3. 3 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. November 30, 2008 pukul 4:02 pm

    Buku: “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    Dengan Bonus Lampiran: “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)” berukuran 63×60 cm2.

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal:
    P.T. BUKU KITA
    Tel. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

  4. 4 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. Desember 19, 2008 pukul 4:42 pm

    Buku panduan “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    Bonus: “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    Hasil karya tulis penelitian dengan otodidak terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun.
    Mendapat sambutan tertulis dari Departemen Agama Republik Indonesia, SekDitJen Bimas Buddha, Pendeta Nasrani dan tokoh Islam Pakistan.

    I. Telah diserahkan:
    Pada hari senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof DR. Siti Musdah Mulia MA,(Islam), Ahli Peneliti Utama (APU), Balitbang Agama, Departemen Agama Republik Indonesia, untuk diteliti sampai mendapat kesimpulan menerima atau menolak dengan hujjah, sebagaimana buku itu sendiri berhujjah.

    II: Telah dibedah oleh:
    A. DR. Abdurrahman Wahid (GUSDUR), Islam, Presiden Republik Indonesia tahun 1999-2001.

    B. Prof DR. Budiya Pradipta, Penghayat Ketuhanan Yang Maha Esa, Dosen FIPB, Universitas Indonesia.

    C. Prof DR. Usman Arif, Konghucu, Dosen Filsafat Universitas Gajah Mada.

    D. Prof DR. Robert Paul Walean Sr, Pendeta Nasrani, sebagai moderator, peneliti Al Quran sebagaimana Soegana Gandakoesoema, islam awam, meneliti Al Kitab Perjanjian lama dan Perjanjian baru sejajar dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza 94 tahun, anak paman Siti Khadijah 40 tahun yang menikah dengan Muhammad 25 tahun sebelum menerima wahyu 15 tahun kemudian pada usia 40 tahun adalah seorang yang Patonah, Sidik, Amanah, baik dan lain sebagainya.
    Pertanyaannya yang sulit untuk dijawab akan tetapi sangat logis dan wajar untuk dipertanyakan adalah: “Ketika mereka berdua menikah melaksanakannya dengan ritual agama apa dan beragama apa, sedang waktu itu agama terkemudian adalah Nasrani, sebelum Muhammad menerima wahyu”

    E. Bedah Buku disaksikan oleh 500 perserta seminar dan diakhiri oleh sesi dialog tanya jawab. Apabila waktu tidak dibatasi, maka masa dialog akan mengulur panjang sekali, sehubungan banyaknya gairah pertanyaan yang diajukan para hadirin yang terdiri dari berbagai penganut agama.

    F. Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, waktu jam 09.00 s/d. 14.30, tempat auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Salemba Raya 28A, Jakarta 10002, dalam rangka peringatan satu abad (100 tahun) kebangkitan nasional “dan kebangkitan agama-agama (1300 – 1400 hijrah) (1901 – 2001 masehi)” dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri Pancasila Indonesia, diacara seminar dan bedah buku Selasa 27 Mei – Kamis 29 Mei 2008.

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Aagama millennium ke-3 masehi.

  5. 5 andi nur alam September 24, 2009 pukul 11:16 am

    kok bukunya tidak ada di toko buku gramedia pak ivan menanyakan apakah ada di kendari bukunya saya jawab saya tidak tau tuh di jakarta saja saya keliling di gramedia tidak ada

  6. 7 Soegana Gandakoesoema Januari 24, 2013 pukul 1:35 pm

    Buku Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp. /Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

  7. 8 alertid Agustus 9, 2013 pukul 7:07 am

    I have read some excellent stuff here. Certainly value bookmarking for revisiting.
    I surprise how much attempt you put to make this kind of great informative site.

  8. 9 Fendi haris Agustus 21, 2013 pukul 4:32 pm

    sebenarnya tanpa masalah dunia ini akan terasa damai,, penting adanya toleransi,,


  1. 1 ANALISIS PASAL-PASAL PIAGAM MADINAH SEBAGAI REKONSTRUKSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Lacak balik pada Juni 5, 2013 pukul 6:51 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 685,048 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: