Segala tekanan dunia sama sekali tidak menghentikan niat Korea Utara melaksanakan uji coba senjata nuklir. Dunia benar-benar dibuat frustrasi, panik, dan gusar. Suka atau tidak, Korut kini menjadi negara kesembilan dalam jajaran pemilik senjata nuklir di dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, dan Israel.
Uji coba hari Senin 9 Oktober itu dilakukan hanya dua hari setelah Dewan Keamanan PBB mengingatkan tentang konsekuensi serius atas rencana Korut mengadakan percobaan senjata nuklir.
Korut seperti sedang menantang dunia. Jauh sebelumnya, Korut diancam sanksi ekonomi lebih keras jika negeri miskin berpenduduk 23 juta jiwa itu nekat melakukan uji coba nuklir.
Sekalipun isu nuklir Korut sudah lama merebak luas, masyarakat Asia dan global tetap terguncang ketika percobaan nuklir benar-benar dilakukan. Percobaan itu juga dianggap sebagai kegagalan tim enam negara—Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Korut—yang telah berusaha membujuk Pemerintah Pyongyang menghentikan program senjata nuklirnya.
China sebagai sekutu terdekat Korut dengan nada kasar menyebut percobaan itu sebagai pelanggaran mencolok dan tidak tahu malu melawan opini internasional. Korsel sebagai pihak yang merasa paling terancam menyebut percobaan nuklir itu sebagai ancaman berbahaya bagi stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang sedang berkunjung ke Korsel awal pekan ini menyebut percobaan nuklir Korut sebagai “tindakan yang tak dapat dimaafkan”, sedangkan AS menilai percobaan itu sebagai tindakan provokatif dan mendesak Dewan Keamanan PBB segera mengambil sanksi keras terhadap Korut.
Masyarakat global sangat cemas atas senjata nuklir Korut sekalipun negara itu bukanlah satu-satunya negara pemilik senjata nuklir. Sudah sering diwacanakan, senjata nuklir sendiri sudah sangatlah berbahaya. Potensi bahayanya akan bertambah besar jika berada di tangan negara atau pemerintah yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintahan Korut yang Stalinis dipersepsikan dan dikategorikan sebagai rezim yang tidak bertanggung jawab seperti terefleksi pada sikap tidak peduli terhadap nasib rakyatnya. Jutaan rakyatnya dibiarkan menderita kekurangan pangan dan terancam mati kelaparan.
Atas dasar itu, muncul kekhawatiran tentang kemungkinan Pemerintah Korut kedodoran dalam program nuklirnya. Benar-benar menjadi petaka besar jika uranium sebagai bahan dasar nuklir jatuh ke tangan kaum teroris. Sungguh mengerikan!
Kompas, Rabu, 11 Oktober 2006



Komentar Terakhir