Menarik Pelajaran dari Masalah Asap

ASAP telah membuat citra dan kredibilitas Indonesia kini bertambah buruk. Akibat kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra yang hingga saat ini belum bisa dipadamkan setelah membara selama beberapa bulan, kita menjadi sumber malapetaka bagi negara-negara tetangga.

Setiap hari, udara di negeri tetangga kita, khususnya di Malaysia dan Singapura, diliputi asap tebal kiriman dari Kalimantan dan Sumatra. Masyarakat di kedua negara tersebut jelas dirugikan. Tidak saja dari segi lingkungan hidup dan kesehatan, tetapi juga secara ekonomi. Seorang ahli ekonomi dari Nanyang Technological University Singapura, misalnya, memperkirakan kerugian Singapura akibat asap kita dalam satu bulan terakhir telah mencapai hampir Rp500 miliar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang telah meminta maaf kepada PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Malaysia Abdullah Ahmad badawi. Pemerintah juga berjanji segera menanggulangi persoalan itu dengan lebih terkoordinasi, dengan rencana pengeluaran dana lebih besar, dan dengan penggunaan metode lebih terintegrasi. Namun, itu semua tidak mampu meyakinkan negara-negara tetangga bahwa kita mampu segera menyelesaikan persoalan yang terus berlangsung setiap tahun tanpa ada solusi permanen.

Karena itu, kemarin, para menteri terkait lingkungan hidup dari Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand pun bertemu di Pekanbaru, Riau, khusus membahas upaya pencarian solusi asap secara lebih komprehensif.

Sudah seharusnya kita menyambut dengan tangan terbuka uluran baik negara tetangga yang akan membantu mengatasi persoalan kita. Apalagi, persoalan itu telah berkembang menjadi persoalan mereka juga. Namun, kita juga tidak boleh lupa untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh serta mencamkannya.

Di sisi lain, pemerintah harus mengakui kegagalan besar dalam mengelola persoalan telah terjadi. Akibat kegagalan itu persoalan lebih besar telah muncul, yakni dengan meluasnya dampak asap kepada negara tetangga. Namun, introspeksi juga harus dilakukan. Kenapa hal itu sampai terjadi? Bagaimana agar masalah yang sama tidak muncul lagi tahun depan?

Karena itu, selain menerima dengan tangan terbuka bantuan negara lain, harus ada pula proses belajar dari pemerintah untuk memahami persoalan asap dan mengatasinya dengan cara sebaik-baiknya. Salah satu penyebab paling utama dari terus berulangnya persoalan asap adalah masalah sesungguhnya belum tuntas.

Sudah saatnya pemerintah membakukan sistem penanggulangan kebakaran hutan dan pemadaman asap secara lebih terpadu. Jangan sampai tahun depan persoalan yang sama muncul lagi.

Media Indonesia, Sabtu, 14 Oktober 2006

0 Responses to “Menarik Pelajaran dari Masalah Asap”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 691,831 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: