Globalisasi dan Kemiskinan

Kemiskinan bukan ekses globalisasi. Begitu Hernando de Soto, seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru, menegaskan. Kemiskinan di dunia, katanya, bukanlah akibat ekses globalisasi dan kapitalisme.

Kemiskinan dan globalisasi memang sudah lama menjadi bahan perdebatan, bukan hanya di kalangan ekonom-ekonom dalam negeri, tapi juga dunia. Perdebatannya pun tak pernah jauh-jauh dari bagaimana dampak globalisasi terhadap kemiskinan; menekan kemiskinan atau justru memperbesar kemiskinan.

Sejak proses globalisasi mulai berlangsung, kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat, apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. Namun, seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Negara-negara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan, tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin.

Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair, juga sistem keuangan global yang labih yang menelorkan krisis. Dalam kondisi tersebut, negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual, yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau.

Dalam proses globalisasi, seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, yang terjadi justru sebaliknya. Sementara negara-negara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga, negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi.

Fakta-fakta tersebut jelas tidak menjadikan De Soto, juga kita, antiglobalisasi. Soto hanya menunjuk kemiskinan di negara berkembang dan miskin bukan karena globalisasi tapi karena pemerintah tak memberi kesempatan pada rakyatnya untuk masuk ekonomi pasar. Karenanya, pemerintah dianggap perlu memformalkan sektor informasl. Caranya dengan legalisasi usaha-usaha informal dan memberikan sertifikat atas lahan dan aset-aset sektor informal tadi. Soto mengusulkan agar penduduk, usaha informal, dan petani miskin diberi sertifikat sehingga bisa dengan mudah mendapat pinjaman modal perbankan, yang tak lain korporasi besar. Pemberian sertifikat itulah yang kemudian disebutnya sebagai kodifikasi hukum.

Gagasan boleh saja. Reformasi hukum, harus. Tapi, ingat juga siapa yang bakal dihadapi sektor informal –dengan bekal sertifikat dan pinjaman perbankan yang tak seberapa– setelah mendapat akses ekonomi pasar? Korporasi-korporasi besar mancanegara, bermodal besar, berjaringan kuat, dan telanjur mendapat akses jauh lebih besar lantaran pemerintah menandatangani pembukaan akses pasar alias globalisasi.

Petani miskin kita, dengan modal sertifikat dan pinjaman perbankan tak seberapa, setelah mendapat akses ekonomi pasar, ‘dipaksa’ menghadapi petani-petani negara maju bertameng subsidi dan proteksi pemerintah. Bukankah ketidakseimbang itu yang jadi sebab mandeknya perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)?

Kita memang tidak seharusnya antiglobalisasi. Kita juga perlu terus melakukan reformasi di bidang hukum, termasuk yang terkait perdagangan bebas dan pembukaan akses pasar. Tapi, kita perlu juga mewaspadai akibat globalisasi terhadap proses pemiskinan. Globalisasi mungkin tidak akan memiliki ekses pada kemiskinan, jika pemerintah tahu benar cara melindungi sektor informal domestik dalam keterbukaan akses pasar. Tanpa perlindungan itu, gagasan Soto boleh jadi hanya berarti bagi satu dua korporasi besar.

Republika,  Selasa, 07 Nopember 2006

23 Responses to “Globalisasi dan Kemiskinan”


  1. 1 adhiwicaksana November 8, 2006 pukul 2:33 pm

    Ungkapan jujur yang mesti diakui. Para calon gubernur adalah orang-orang yang sudah dikenal. Tetapi, dari segi kemampuan dan (maaf) kejujuran serta kepedulian terhadap masyarakat masih merupakan tanda tanya besar. Mungkin, para calon dikenal di kalangannya sendiri, seperti partai politik, organisasi, maupun lembaga birokrasi. Tetapi, apakah masyarakat di pedukuhan atau yang menderita kelaparan dan terpaksa makan gaplek juga mengenalnya?

    Pengalaman juga membuktikan, kampanye yang berlangsung singkat hanya mengeluarkan janji-janji kosong. Kalau seandainya boleh masa bodoh oleh peraturan pilkada, sebaiknya muncul saja di media massa, turun ke masyarakat bawah, ke pasar-pasar, bantu korban Lapindo, atau bahkan kongkow-kongkow bersama penghuni bantaran sungai. Bila perlu berkelilinglah ke pelosok desa di Jatim.

    Rasakan bagaimana nasib masyarakat yang akan memilih Anda. Di situlah letak seluruh program akan dijalankan, di situlah pikiran dan tenaga dicurahkan, dan di situlah materi kampanye akan dipublikasikan. Itulah bahan komunikasi politik sebenarnya, di sanalah rakyat akan mengkaji kapabilitas pemimpinnya. Bukan dari rangkaian kalimat yang disusun rapi oleh segelintir orang dengan ’sedikit memaksa’ menjadi tim sukses.

  2. 2 Thamrin November 15, 2006 pukul 3:06 pm

    Point penting dari de Soto saya pikir adalah, bagaimana globalisasi dan berbagai kesempatan yang disediakan oleh globalisasi dapat dimanfaatkan bagi peningkatan pendapatan kaum miskin. Dan salah satu caranya, menurut de Soto adalah memberikan status legal kepada sektor informal, menjadi sektor formal, sehingga mampu mengakses berbagai kesempatan yang mensyaratkan status formal dan legal, seperti perbankan. Disini mungkin diperlukan peran negara/pemerintah dalam mempermudah peralihan status tersebut.

    Kalau tidak salah Bank Indonesia juga menyediakan skim kredit bagi UKM, namun ia mensyaratkan status legal tersebut.

  3. 3 BAGUS AJI Maret 7, 2007 pukul 10:22 am

    globalisasi memang bersifat mendunia. tapi, apakah kita terus membiarkan kenyataan dimana globalisasi mengisyaratkan adanya pemisahan kelas masyarakat/kasta. tentu tidak kan?! oleh karena itu, sudah sepatutnya indonesia mempunyai inisiatf sendiri dalam menyikapi arus globalisasi. kita harus benar-benar paham apa yang datang pada kita, terlebih para generasi muda yang kelak akan menjadi tonggak pembangun iandonesia. paham akan segala situasi dan paham akan apa yang harus kita lakukan sebagai manusia indonesia yang berbudaya dan beragama.

  4. 4 BAGUS AJI Maret 7, 2007 pukul 10:32 am

    globalisasi memang bersifat mendunia. tapi, apakah kita terus membiarkan kenyataan dimana globalisasi mengisyaratkan adanya pemisahan kelas masyarakat/kasta. tentu tidak kan?! oleh karena itu, sudah sepatutnya indonesia mempunyai inisiatf sendiri dalam menyikapi arus globalisasi. kita harus benar-benar paham apa yang datang pada kita, terlebih para generasi muda yang kelak akan menjadi tonggak pembangun iandonesia. paham akan segala situasi dan paham akan apa yang harus kita lakukan sebagai manusia indonesia yang berbudaya dan beragama. manusia indonesia harus pandai menyikapi sesuatu. lihat saja gambaran ironi manusia indonesia, ketika warga jogja sibuk dengan gempa yang menimpanya, aceh dengan tsunaminya, manggarai dengan longsornya, anak-anak miskin dengan pendidikannya, warga tak mampu dengan pertaniannya, tidak sejalan dengan sebagia manusia indonesia yang lain. lihat saja artis dengan “clubing”nya, pejabat dengan korupsinya, pakar dengan celotehannya, politikus dengan bualannya, dll.

  5. 5 nita Maret 26, 2007 pukul 2:25 pm

    Saya pelajar SMA. Globalisasi yang bearti dunia berada dalam satu unit. Globalisasi yang sangat diagung-agungkan akan kemodernanya. Dampak globalisasi yang sesungguhnya justru menampilkan Penjajahan Modern yang dilakukan oleh negara-negara pencetus globalisasi. Seperti di Indonesia, arus globalisasi di Indonesia sangat terlihat kotornya. Indonesia membuat kerjasama dengan berbagai negara, misalnya saja kerjasama Indonesia dengan Singapura yang membuat Indonesia terlena dan lengah akan ketahanan Nasional sehingga Batas Laut terlanggar dengan mudahnya. Contoh lainnya, para pekerja Indonesia hanya dijadikan buruh di tanah kelahirannya sendiri oleh orang asing. Banyak perusahaan Jepang yang membuat kerusakan lingkungan di Indonesia, padahal di negara asalnya ia sangant menjaga kebersihan. Apakah Indonesia tempat pembuangan sampah? Banyaqk pekerja Indonesia yang diombang-ambing dengan adanya sistem kontrak, yang ditandatangani oleh mantan presiden kita, Megawati. Padahal ayahnya sendiri (Soekarno) sangat menentang hal tersebut. Jaman saiki jamane, jaman edan. ya ga?

  6. 7 flo November 4, 2007 pukul 6:28 am

    saya pikir sekarang bukan saatnya untuk memperdebatkan apa negati atau positif dari globalisasi. sekarang tiba saatnya bagi Indonesia untuk membenah diri bakan hanya secara nasional tetapi juga secara individu. membangun sebuah konsep individu yang tangguh terhadap isu politik,ekonomi, terlebih lagi yang berknaan dengan SARA yang banyak terjadi beberapa waktu belakang.
    sudah menjadi kewajiban kita semua untuk membantu negara untuk menghadapi globalisasi dalam kancah hubungan universal bersama negara-negara lainnya.kita sebagai masyarakat seharusnya sadar bahwa kita sudah tidak punya cukup waktu untuk menunjukkan seberapa kuat “otot” yan kita punya atau seberapa tangguh kita untuk mempengaruhi orang lain, namun mari kita sama-sama berpegang erat membangun negara kita yang semakin hari semakin tak berdaya menghadapi berbagai isu yang mencoba membelah tanah air tercinta

    FLO ^_^

  7. 8 youvie Januari 22, 2008 pukul 2:43 pm

    apakah globalisasi diluar negri akan sangat berpengaruh di dalalm indonesia.

  8. 9 goam Maret 1, 2008 pukul 3:40 pm

    saya siswa sma menurut saya globalisasi sekarang menuntut agr semua orang berusaha mengengenbangkan hidupnya.

  9. 10 dicky Maret 9, 2008 pukul 7:10 pm

    Tolong tampilkan esai dampak globalisasi bid. politik sec rinci dan mendalam

  10. 11 Ieam April 25, 2008 pukul 10:31 am

    Globalisasi sebuah bentuk ideologi yang berusaha ditancapkan kedalam jantung negara ketiga untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya guna membiayai produk-prduk dan tank-tank mereka. Mereka para kapitalis ibarat linta darat. Globalisasi ini perlu diwaspadai negara ketiga karena mereka hanya dijadikan alat bagi distribusi produk mereka. Jika para dunia ketiga tidak waspada sedini mungkin yakin dan percaya, bentuk penindasan dan penjajahan akan terus terjadi baik dari segi ekonomi,sosial dan kebudayaan dan yang menjadi tumbal lagi-lagi kaum marhaen(rakyat kecil dan miskin) dan mereka para elit-elit politik yang duduk digedung mewah dan berAC malah duduk santai seakan menutup mata dan telinganya terhadap jeritan rakyat karena yang ada dalam pikiran mereka hanyalah bagaimana mempertahankan posisi mereka di DPR.

  11. 12 bustanus Mei 10, 2008 pukul 11:43 am

    Para pembeli buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bapak Dedi S.Panigoro/ Holding PT MEDCO GROUP,Eksplorasi Minyak dan Metanol
    Jl Ampera Raya no.20, Gedung MEDCO
    Jakarta Selatan
    Jumlah pemebelian : 50 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bapak. Cardiyan HIS
    President & CEO SWI Group
    Jl. Balai Pustaka Timur no. 13,
    Rawamangun, Jakarta Timur
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Syarif Ubaidillah/Oebay/wartawamn Media Indonesia
    Jl Dewi Sartika no.18 Rt 01/RW 02,Gang Masjid Al Himmah
    ,Cipayung,Ciputat,Tangerang
    Jumlah pemebelian : 20 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Anwar/PT. Indoglobal International(penjual alat security dan alat2 spionase intelijen )
    Komplek Taman Kebon Jeruk
    Blok AA IV No. 35
    Jakarta 11650
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Bpk Rizqi Andre/Dosen Tatanegara UPN Surabaya
    jalan penataran no.17 pacarkeling-surabaya-jawa timur.no.HP: +62081-793-300-09
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Promosi Buku :SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
    Kover Kover Belakang dan Depan Buku Pewayangan Kresna, Gatotkaca dan Kayon

    Tebal Buku: 110 halaman, Ukuran Buku : 15cm X 21 cm, Harga Buku : Rp 15.000,—
    Ringkasan Buku : Buku yang ada di hadapan Anda adalah sebuah Mozaik pertemuan tradisi – tradisi besar yang berkembang di Nusantara dan Dunia sebagai bentuk perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk ) serta kumpulan wisik ghoib yang diterima oleh sahabat-sahabat kita yang menekuni tasawuf tetapi dalam pencarianNya terhadap Tuhan yang transenden, mereka tetap concern dengan kondisi Sosial yang berkembang di Nusantara Indonesia. Dalam berbagai Kitab Suci disebutkan akan adanya suatu era Kemakmuran dan Keadilan yang datang menjelang akhir zaman, tanpa menyebut determinisme waktu hal itu akan terjadi. Tetapi cukup untuk memperingatkan kita bahwa ketika menghadapi kondisi sosial yang carut marut, semua insan mengharapkan adanya perubahan kondisi yang lebih baik dari saat ini. Sementara sumber daya Indonesia dijadikan ajang perebutan negara-negara lain, dan kita dibiarkan menjadi konsumen tanpa memiliki kemampuan mengolah dan mendapatkan nilai tambah. Buku ini akan memberi panduan dan jalan yang akan ditempuh untuk menggapai kondisi yang diinginkan tanpa mengesampingkan keberadaan elemen kebangsaan yang lain. Tetapi mengajak kita larut dalam dunia introspeksi dan kontemplasi untuk menjadi sumber inspirator bagi masyarakat Indonesia yang mampu membawa Indonesia menuju Mercu Suar Dunia. Sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan nasionalisme kebangsaan di tengah pergolakan era globlalisasi yang di dominasi oleh materialisme dan kapitalisme global. Semoga dengan selesai ditulisnya buku ini per 3 Maret 2008, Buku ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh kalangan untuk menggugah semangat keadilan, kebangsaan dan mendapatkan pencerahan yang sejati. Juga diambil hikmahnya untuk membangkitkan semangat spiritual di setiap agama dan meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia mercu suar dunia. Buku ini berisi wisik ghoib yang diterima oleh Winasis mengenai Satrio Paningit dan kondisi Nusantara saat ini serta penjelasannya, juga berisi anjuran sikap yang mesti dilakukan oleh setiap orang di saat Nusantara ditimpa bencana bertubi-tubi. Munculnya bencana di nusantara dan masalah-masalah Kebangsaan yang tak dapat teratasi merupakan tanda-tanda munculnya Satrio Paningi. Kajian Ilmiah dan Rasional Tentang Hadits Kemunculan Imam Mahdi (simbol Negara Timur) dan Isa (simbol Negara Barat ) Siapapun Orangnya yang mempelajari Hadits munculnya imam Mahdi akan berkesimpulan datangnya ditandai dengan perang Internasional- terjadi Krisis BBM atau rebutan ladang Minyak- kasus Iraq, Afganistan, Iran dan ketika tiap orang yang di timur dapat berhubungan dan melihat apa yang terjadi di barat dengan sekejap mata- munculnya teknologi telekomunikasi 3G yaitu Wideband-CDMA-komunikasi suara dan tampilan layar sekaligus. Dalam kitabnya Joyoboyo disebut: Satrio Paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon ( desa Matokan, Kabuh, Jombang) , merupakan wilayah Jawa Timur. Tasawuf ideal adalah tasawuf berdasarkan universalitas keagamaan yaitu berdasarkan ajaran para nabi yaitu 124.000 nabi yang tersebar di berbagai suku bangsa di dunia denan inti akhlakul karimah, membela yang tertindas dan menegakkan prinip keadilan. Perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk. Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular.
    Daftar isi :Bab 1: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 2,Bab 2: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 1, Bab 3: Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon,Bab 4: GORO-GORO INDONESIA.,Bab 5: Sumatera, Raja Jayanegara dan Diplomat Adityawarman, Bab 6: Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali, Bab 7: Pandangan Perspektif Geopolitik: Nusantara dan Majapahit, Bab 8: Siapakah Imam Muhammad bin Hasan Al Askari, Bab 9: Satrio Paningit : Antara Bima, Semar dan Saudara Kembar Baladewa dan Kresna, Jawa Timur: Mandura Wetan dan Manduro Kulon, Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah dan Mulla Shadra : Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti, Bab 11 Sholat dan Manunggaling Kawulo lan Gusti MaknaTerdalam Huruf Ba – Saripati Fateha, Bab 12: Islam , Pewayangan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara, Bab 13 : Makna Pluralisme Dibalik Surat al Waqiah dan Surat Yasin, Bab 14 : Tokoh Sufi dalam Universalitas Keagamaan Bab 15: Musik Dalam Islam ,Yunani dan Hindhu, Bab 16: Ajaran Nabi Muhammad tentang mencapai Kun/ Ismul Adzhom/ Dhunatamak/ Nama Tak Tertulis Tuhan/ Irama Ilahi, Bab 17: Tasbih Para Malaikat Langit dan Semar Punokawan, Bab 18: Dialog antara Semar dan Rsi Drona, Bab 19 Rokaat Terakhir : Kunci akhir Al Waqi’ah/ Goro-Goro , Puisi Para Pencinta, Kajian Kebangsaan dari Poros Poros Langit dan Intelektual, Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit.,Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan, Kabuh, Jombang . Lintang Kemukus telah muncul makanya sholat dan Doa Pejuang Keadilan dan Kejayaan dilakukan untuk antisipasi saat ini dan menjelang 2012, sekilas tentang Syek Subaqir atau Muhammad al Baqir, Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi dari Syekh Subaqir.

    Referensi Pustaka :

    1. Insan Kamil, Syeikh Abdul Karim al Jaili, Pustaka Hikmah Perdana, 2005
    2. Bhagavad Gita as It Is, Sri Srimad A.C Bahktivedanta Swami Prabhupada, Hanuman Sakti, 2000
    3. Tafsir Nurul Quran, Allamah Kamal Faqih, Al Huda, 2006
    4. Hakekat Sholat, Imam Khomeini, Misbah, 2000
    5. Makrifat Ibadah,Sayid Haydar Amuli,Serambi, 2008
    6. Ensiklopedi Wayang Purwa, Drs Suwandono, Ditjen Kebudayaan Departemen P & K,
    7. Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam, Prof. Seyyed Hossein Nasr, Mizan, 2003
    8. Suluh Sant Mat, Maharaj Charan Singh,Yayasan Radha Soami Indonesia, 1996
    9. Tafsir Surat Yasin, Prof .Mohsin Qiraati, Cahaya, 2006
    10. Biografi Politik Ali Syari’ati, Prof.Ali Rahnema, Erlangga, 2000
    11. Ajaran dan Kehidupan Spiritual Ibnu ’Arabi, Stephen Hirtenstein, Murai Kencana, 2001
    12. Citra Bima, Drs. Woro Aryandini, Universitas Indonesia, 2000
    13. Kitab Negara Kertagama, Dr Bambang Pramudito, Gelombang Pasang, 2006
    14. Imam Mahdi, Proses Gerakan hingga Era Kebangkitan, Prof Ali al Kurani, Misbah, 2004
    15. website ,Sejarah Jambi
    16. Tafsir Sejarah Nagara Kretagama, Prof.Dr.Slamet Muljana, LKIS, 2006
    17. Acara lokakarya Shalat sebagai Mi’rajnya Orang-orang Beriman, 6 Oktober 2004, di Jakarta Islamic Center
    18. Husain bin Manshur al Hallaj, Prof. Louis Massignon, 2000, Serambi
    19. Manifestasi Ilahi, Mulla Shadra, Pustaka Hidayah, 2004
    20. Wisik-wisik Ghoib dari winasis Poros Langit dan Intelektual Independen yaitu kyai Turmudzi dkk
    21. Kitab Bait Joyoboyo, Raja Kediri,
    22. 14 Manusia Suci, Fatih Guven, 1996
    23. Majalah Cempala,Semar,1994
    24. Serat Siti Jenar, Tan Khoen Swie, Kediri,1922
    25. Website,Naqshabandi Haqqani, United state of America
    26. website, Atlantic Geology of Prof.Aryo Santos

    Untuk pembaca yang berminat mengikuti perkembangan Poros Langit dan Intelektual Independen atau memberikan saran pendapat dan komunikasi di dunia maya/ pemesan buku ini. Bisa menuliskan pendapatnya di website blog di internet dengan alamat dibawah ini:
    http:/poroslangit.blogdrive.com/archive/1.html
    Distributor Tunggal Buku :
    Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
    Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara, Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
    Telp 0321 862137 atau sms/telpon di HP: 0818 08052575
    http:/poroslangit.blogdrive.com/archive/1.html

  12. 14 muha Mei 24, 2008 pukul 1:35 pm

    terlepas dari semua kontrol yang terhegemoni oleh G8 saya hanya ingin sedikit mengomentari bahwa negara telah mempertaruhkan rakyat menuju kemiskinan dan ini dipastikan terjadi karna realitanya negara tidak mempersiapkan pelayanan disektor publik yang mencukupi secara sistematis dan serius… secara internal Indonesia memiliki jutaan PR yang belum dituntaskan seperti KKN, HAM, Pendidikan, Kesehatan djl (dan jutaan lainnya) untuk menuntaskan hajat rakyat jadi bagaimana globalisasi menjadi penting untuk rakyat bukankah hanya mereka yang memiliki kapasitas dan fasilitas saja yang diuntungkan dari globalisasi ini.

  13. 15 etopup Agustus 12, 2008 pukul 12:13 pm

    INFO BUAT REKAN2 SEMUA:
    TELAH HADIR SERVER BARU PULSA ELEKTRIK:
    DISTRIBUTOR PULSA TERMURAH
    MENERIMA PENDAFTARAN AGEN PULSA GRATIS, DENGAN
    HARGA PULSA TERMURAH, STOK MELIMPAH DAN TRANSAKSI
    SUPER CEPAT.S5=6.250,S10=10.700.S20=20.100
    AS5=6.700, AS10=11.700,Buruan Daftar sebelum
    terlambat.kunjungi kami di http://www.etopup.wordpress.com

  14. 16 Wioko Yudhantara November 7, 2008 pukul 6:59 am

    dalam menghadapi globalisasi pemerintah RI seolah sedang berhadapan dengan buah simalakama. Bagaimana tidak, konsekuensi yang harus ditanggung ketika kita bergabung atau tidak dalam globalisasi sama besarnya. Indonesia sebagai negara yang bisa dibilang tidak terlalu kuat hanya bisa mengikuti arus. sekarang pemerintah sudah memilih untuk membawa bangsa ini dalam rangkulan globalisasi, pasar bebas.
    Bukan saatnya lagi kita teriak, karena selalu ada titik putih dibalik kertas hitam. positifnya adalah ketika bangsa ini dibenturkan dengan globalisasi, kita secara tak langsung dipaksa untuk bisa meningkatkan kompetensi diri (secara individu) dan akselerasi pembangunan di berbagai sektor (secara komunal). Bagi negara berkembang seperti Indonesia, nasionalisme adalah kunci utama keberhasilan kita membawa bangsa ini keluar dari ancaman ekses globalisasi. disamping juga komunikasi dan kesepahaman yang baik antara rakyat dan pemerintah.
    jadi, bagi seluruh rakyat Indonesia marilah kita pahami tantangan-tantangan yang ada di depan kita. Mari sama-sama kita hadapi, minimal dengan secara serius meningkatkan kompetensi diri serta menancapkan dalam-dalam jiwa nasionalisme. Insya Allah, ketika kita sudah ikhtiar dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan memberikan kemenangan itu pada bangsa ini.

    Salam,
    Wioko Yudhantara
    Dept. of Mechanical Engineering ITS
    Wiokoyudhantara.wordpress.com

  15. 17 noYaLita April 2, 2009 pukul 10:32 am

    globalisasi memang sesuatu yang dahsyat,disilah segala hal di pertaruhkan. namun bagaimana kata sebagai generasi muda yang mengaku sebagai kaum intelektual bisa menganalisis keadaan. memahami bagaimana seharusnya menyikapi apa yang terjadi bukab lagi menimbang-nimbang kenegatifan yang terjadi.

  16. 18 Noyalita k. Februari 8, 2010 pukul 12:03 pm

    globalisasi berpengaruh pada semua elemen di dunia. .termasuk masalah ekonomi, karena pada hakikatnya tidak ada yang tidak berkaitan di dunia ini.. tapi yang terbaik adalah kita sebagai subyek harus dpat mengendalikan arus tersebut

  17. 20 N@_Lu_yA L3_F!_RenE Mei 6, 2010 pukul 2:29 am

    Terima kasih atas infonya. Itu sangat membantu.

  18. 22 roman (@romanresist) Desember 20, 2011 pukul 1:40 pm

    bersatu !!! lawan globalisasi !!!


  1. 1 ANCAMAN GLOBALISASI : SIAPA YANG HARUS DISALAHKAN? « radeningrat Lacak balik pada Mei 6, 2010 pukul 8:04 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 696,663 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: