Arsip untuk November 25th, 2006

FBI dan Kasus Munir

POLISI akhirnya membuat keputusan penting untuk menuntaskan kasus kematian aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir. Kapolri Jenderal Sutanto, Rabu (22/11), menegaskan polisi akan melibatkan para penyelidik Federal Bureau of Investigation (FBI), Amerika Serikat (AS), untuk membantu mengusut kasus tersebut.

Inilah perkembangan terbaru setelah sekian lama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meletakkan status legal kasus ini pada posisi yang sangat tidak jelas. Tidak jelas karena sejak Munir tewas dalam penerbangan dari Singapura menuju Amsterdam, Belanda, 17 September 2004, kasus ini tetap diselimuti misteri. Pengusutan, penyelidikan, penyidikan, bahkan pengadilan telah digelar. Namun, siapa yang paling bertanggung jawab atas kasus ini masih menjadi teka-teki.

Bahkan, kasus pembunuhan Munir ini pun terancam masuk daftar dark number. Padahal, seorang aktivis HAM telah tewas diracun. Namun, posisi hukum terakhir kasus ini menunjukkan pembunuhnya ‘tidak ada’. Itu sungguh ironis. Saat mata dunia menyorot kemajuan kasus ini, pemerintah seperti tidak sungguh-sungguh menuntaskan dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya.

Karena itu, langkah polisi melibatkan FBI harus dihargai. Sebab itu merupakan bukti kuat bahwa pemerintah memang bertekad menemukan pembunuh Munir.

Tentu ada kontroversi, seperti penilaian bahwa pelibatan FBI dalam kasus ini akan memiliki dampak psikologis yang dapat melemahkan citra polisi. Polisi dapat dinilai tidak becus menangani kasus penting yang sejatinya tidak terlalu sulit untuk dituntaskan. Pelibatan FBI juga dapat dinilai sebagai undangan kepada pihak asing yang dapat menciptakan kerawanan. Yaitu rawan intervensi atau campur tangan asing, dalam hal ini Amerika.

Semua penilaian dan argumentasi itu sah-sah saja dilontarkan. Namun, polisi tidak boleh ragu dalam menjalankan tugas berat ini. Bekerja sama dengan FBI tidak berarti bahwa polisi Republik Indonesia dapat dipengaruhi FBI. Tidak mudah, tapi harus mampu dibuktikan bahwa polisi adalah institusi yang profesional dan memiliki martabat serta kedaulatan.

Membongkar selubung misteri kasus Munir dan menemukan siapa pembunuhnya–dengan atau tanpa bantuan FBI–jelas merupakan tugas polisi. Akan tetapi, dengan bantuan FBI, teka-teki soal siapa pembunuh Munir yang sesungguhnya mestinya dapat terjawab dengan cepat dan tuntas.

Aktivis HAM Munir sekali lagi telah tewas diracun. Bila kasus ini tidak tuntas, citra kita di mata internasional akan jatuh. Sebab Munir adalah pejuang HAM yang mendapat penghargaan internasional. Apalagi saat ini Indonesia adalah anggota Dewan HAM PBB. Indonesia juga dapat dianggap sebagai negara lemah dan tidak mampu menegakkan hukum.

Terlepas dari itu semua, yang paling mengkhawatirkan dari tidak tuntasnya kasus ini adalah terciptanya preseden. Bahwa setiap saat, setiap orang, dapat tewas terbunuh dan pembunuhnya tetap bebas berkeliaran. Bila itu terjadi, jahiliah akan menguasai negeri ini. Dan bagi Indonesia, itu adalah pusara atas matinya kebenaran dan keadilan.

Media Indonesia, Sabtu, 25 November 2006


Blog Stats

  • 474,783 hits

 

November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

a

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.