Menghindari Ledakan Penduduk

MEMILIKI keturunan adalah bagian tidak terpisahkan dari eksistensi manusia. Namun, memiliki keturunan dalam jumlah tidak terkendali, dapat menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan eksistensi itu sendiri.

Perspektif seperti itu relevan untuk situasi dan kelangsungan eksistensi manusia Indonesia, yang lebih makmur, lebih sejahtera. Terutama berkaitan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang kian lama kian mengkhawatirkan.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarif menyatakan di harian ini, Rabu (13/12), bahwa laju pertambahan penduduk di Indonesia sangat cepat dan terus meningkat. Apabila tidak ada intervensi pemerintah dengan meningkatkan program keluarga berencana (KB), ledakan penduduk niscaya tidak bisa dikendalikan lagi.

Ini fenomena yang tidak boleh dianggap enteng. BKKBN menghitung, bila setiap tahun ada setengah persen saja pasangan usia subur tidak menjalankan program pengendalian jumlah anak, diperkirakan pada 2015 jumlah warga negeri ini akan mencapai 300 juta jiwa.

Angka itu jauh lebih mengkhawatirkan dari angka pertambahan penduduk yang menurut perhitungan pemerintah masih ‘aman’ untuk kondisi Indonesia. Aman dalam konteks rasio pertumbuhan ekonomi berbanding jumlah per kapita, aman pula dari perspektif pencapaian tujuan pembangunan untuk mengangkat rakyat dari kubangan kemiskinan.

Karena itu, upaya BKKBN untuk mengendalikan laju pertumbuhan populasi ini harus didukung. Kalau tidak, negeri ini akan menghadapi baby booming yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya.

Situasi ini secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai. Kemiskinan pun akan kian sulit diberantas. Karena itu, mata rantai sebab akibat ini harus diputus.

Bagi pemerintah, khususnya BKKBN, mengatasi ledakan penduduk bukanlah soal baru. Pemerintah pernah berhasil mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan hasil sangat memuaskan. Pada saat yang sama swasembada pangan pun pernah berhasil dicapai, sehingga tercapailah keseimbangan antara tingkat pertumbuhan populasi dan kemampuan untuk mencukupi kebutuhan.

Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu ragu dan malu untuk belajar dan mengulang kisah sukses pemerintahan Orde Baru. Bila perlu, lakukan saja dengan cara yang sama dengan program yang sesuai dengan situasi yang ada saat ini.

Pemerintah daerah dan masyarakat pun harus mendukung program ini. Pemimpin daerah yang tak becus mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah cermin tiadanya visi membangun masa depan bangsa.

Seluruh masyarakat juga harus punya kesadaran bahwa kemampuan manusia bereproduksi tidak terbatas; tetapi kapasitas bumi dan seisinya untuk menghidupi manusia baru semakin menurun. Karena itu, mengendalikan reproduksi menjadi sebuah keniscayaan. Untuk menjaga kelangsungan eksistensi dan peradaban manusia.***

Media Indonesia, Sabtu, 16 Desember 2006

0 Tanggapan ke “Menghindari Ledakan Penduduk”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Blog Stats

  • 470,074 hits

 

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

a

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.