Keselamatan Transportasi

DUA tragedi di sektor perhubungan dalam seminggu terakhir meninggalkan duka yang amat dalam. Kapal penumpang Senopati tenggelam di Laut Jawa sambil merenggut nyawa tidak kurang dari 300 penumpang.

Lalu hari ini perhatian publik terarah ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Di sebuah wilayah perbukitan, puing-puing Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Adam Air berserakan. Lebih dari 90 penumpang tewas setelah pesawat itu jatuh.

Terlalu prematur untuk menetapkan penyebab tragedi Adam Air maupun KM Senopati. Tetapi fakta umum memperlihatkan dua kecelakaan itu terjadi di tengah cuaca buruk di awal musim hujan.

Sambil mendengar perintah, termasuk dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, agar berhati-hati terbang dan berlayar di musim seperti ini, patutlah kiranya memerhatikan dengan sungguh-sungguh salah satu aspek terpenting dalam dunia transportasi, yaitu keselamatan. Karena, justru di sisi itulah banyak godaan pengabaian.

Di negara-negara miskin, Indonesia termasuk di dalamnya, keselamatan di sektor transportasi umumnya sangat buruk. Itu terjadi di sektor angkutan udara, laut, apalagi darat.

Di sektor angkutan udara sebuah pertanyaan penting adalah apakah semua pesawat yang dioperasikan armada penerbangan laik terbang? Apakah ketentuan tentang kapasitas angkut kargo dan penumpang dipatuhi? Apakah bandar udara di seluruh Indonesia telah dilengkapi peralatan navigasi yang diperlukan. Bagaimana kondisi landasan?

Di sektor angkutan laut juga sama pertanyaannya. Dan, haruslah diakui di sektor laut dan darat, aspek keselamatan paling buruk penanganannya. Dalam setiap kali tragedi tenggelamnya kapal penumpang, entah di musim hujan atau musim kemarau, penyebabnya hampir bisa dipastikan adalah kelebihan penumpang.

Padahal menurut standar keselamatan transportasi, penumpang tidak boleh lebih dari jumlah pelampung yang tersedia. Bahkan ada kapal penumpang yang tidak memiliki sekoci. Tetapi mereka dibiarkan beroperasi.

Di darat? Amat parah. Pengabaian keselamatan penumpang terjadi di depan mata kepala pemegang otoritas. Di Jakarta, misalnya, banyak sekali bus, metromini, kopaja, taksi, angkot yang tidak laik jalan lalu-lalang di jalan-jalan protokol.

Demikian pula untuk moda angkutan kereta api. Kelaikannya amat memprihatinkan.

Dua musibah besar, KM Senopati dan Boeing 737-400, harus membuka mata para pemegang otoritas perhubungan agar tidak menoleransi sedikit pun pelanggaran terhadap standar keselamatan.

Kita berharap Komisi Nasional Keselamatan Transportasi tidak hanya bersuara ketika musibah telah terjadi. Komisi ini harus memiliki mekanisme kerja teratur untuk mengawasi seluruh unsur kelaikan transportasi. Dari alat transpor sampai seluruh prasarana pendukungnya, termasuk manusia yang mengoperasikannya.

Bila ditemukan penyimpangan, komisi ini tidak boleh kompromistis karena sekali berkompromi, nyawa manusia jadi taruhan. Hukum transportasi cepat dan massal adalah kepatuhan mutlak pada presisi. Pelanggaran sesedikit apa pun pada standar keselamatan tidak bisa diterima.

Media Indonesia, Selasa, 02 Januari 2007

0 Responses to “Keselamatan Transportasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 700,084 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: