Iran mengancam akan menyerang kepentingan Amerika Serikat di seluruh dunia jika negeri di Teluk Persia itu sampai diserang terkait isu nuklir.
Ancaman yang dikeluarkan hari Kamis 8 Februari lalu itu dianggap serius karena dikeluarkan oleh Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin spiritual yang sangat berwibawa dalam tata kenegaraan Iran.
Situasi yang melingkupi hubungan Iran-AS kebetulan sedang rawan. Ancaman Khamenei dikeluarkan ketika Garda Revolusioner Iran menyatakan telah melancarkan uji coba peluru kendali yang dapat menenggelamkan “kapal-kapal perang besar” di perairan Teluk Persia.
Laporan uji coba nuklir ataupun ancaman yang dikeluarkan Khamenei dapat dianggap sebagai ekspresi sikap menantang atas intimidasi AS di Teluk Persia.
Kapal induk AS kedua dilaporkan sedang bergerak mendekati Teluk Persia untuk memperkuat posisi militer di perairan itu, yang dicurigai sebagai persiapan menyerang Iran.
Pemerintahan Presiden AS George Walker Bush berkali-kali menegaskan akan mengutamakan penyelesaian diplomatik atas isu nuklir Iran, tetapi tetap tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan militer.
Maka kekhawatiran tentang kemungkinan pecahnya perang terbuka belumlah berlalu meski mobilisasi kekuatan militer AS di Teluk Persia bisa saja sekadar diplomasi kapal perang, gunboat diplomacy, untuk menakuti-nakuti Iran.
Namun, perang sering kali pecah karena insiden. Dalam kenyataannya pula, Iran tidak pernah mau tunduk terhadap tekanan dan intimidasi AS dan sekutunya. Iran juga tidak takut atas sanksi yang dijatuhkan PBB.
Bangsa Iran menyatakan pula sudah terbiasa hidup di bawah sanksi yang dijatuhkan AS sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979. Di bawah sanksi itu, Iran justru memacu kemandiriannya dalam berbagai hal sehingga terus bertahan dan memacu kemajuannya.
Sekiranya AS sampai menyerang Iran, pertempuran dipastikan akan berlangsung tidak seimbang. Dengan persenjataan yang relatif terbatas, Iran harus menghadapi mesin perang AS sebagai negara adikuasa.
Namun, tidak dapat disepelekan ancaman serangan terhadap kepentingan AS di seluruh dunia. Tidak gampang bagi AS untuk mengatasinya. Pola serangan diperkirakan sulit diantisipasi.
Pengaruhnya terhadap keamanan dunia pun akan sangat besar. Medan pertarungan senjata yang mengambil tempat di mana-mana pasti menimbulkan keresahan di tingkat global. Maka penyelesaian damai tetap menjadi pilihan jalan terbaik.
Kompas, Senin, 12 Februari 2007



0 Tanggapan ke “Ancaman Iran terhadap AS”