Jaringan Al Qaeda di Arab Saudi mengancam akan menyerang kilang-kilang minyak di dunia, yang menjadi pemasok minyak bagi Amerika Serikat.
Sasarannya bukan hanya kilang minyak di kawasan Timur Tengah, tetapi juga pusat pemrosesan minyak di Kanada, Meksiko, dan Venezuela. Serangan ke kilang minyak, pipa ekspor, terminal minyak, dan tanker pembawa minyak untuk kebutuhan AS dimaksudkan untuk mengacaukan perekonomian negara adidaya itu, yang dituduh menghegemoni dunia.
Ancaman serangan yang menghebohkan itu disampaikan dalam Sawt al-Jihad, jaringan internet yang dioperasikan Al Qaeda cabang Semenanjung Arabia. Sejauh mana ancaman itu serius? Ada yang berpendapat, jangan-jangan ancaman itu sekadar memancing di air keruh di tengah kampanye global melawan terorisme. Namun, tidak sedikit yang menilai sangat serius.
Dalam kenyataannya, ancaman terorisme masih terus terjadi. Pemerintah Arab Saudi, misalnya, terus direpotkan oleh kaum militan, yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden kelahiran Arab Saudi. Kekuatan Al Qaeda dengan jaringannya di seluruh dunia belum dapat dipatahkan meski AS tahun 2001 menginvasi Afganistan yang menjadi pusat gerakan pimpinan Bin Laden itu.
Sampai sekarang keberadaan Bin Laden belum diketahui. Terlepas apakah ia sudah meninggal atau masih hidup, pemimpin Al Qaeda ini telah menjadi legenda, nama dan gerakannya mendunia. Para pengamat menyatakan, banyak organisasi militan di dunia mempunyai hubungan secara organisatoris dengan Al Qaeda.
Tidak sedikit pula organisasi terbentuk hanya karena terinspirasi oleh gerakan Al Qaeda meski tidak mempunyai hubungan organisatoris. Bahaya teroris masih mengancam dunia. Ancaman serangan terhadap sumber pemasokan minyak AS tidak boleh disepelekan.
Kiprah Al Qaeda di Arab Saudi sangatlah menakutkan. Kelompok ini berada di balik serangan gagal terhadap kilang minyak Abqaiq, pusat pemrosesan minyak terbesar dunia, di Arab Saudi bulan Februari 2006.
Tiga tahun sebelumnya, organisasi ini melancarkan kampanye kekerasan untuk menjatuhkan keluarga Kerajaan Arab Saudi dukungan AS. Serangan bom bunuh diri dilancarkan ke kompleks perumahan warga Barat dan perkantoran pemerintahan.
Dengan reputasi dan riwayat kekerasan macam itu, termasuk serangan spektakuler dan fantastis tanggal 11 September 2001 di Amerika Serikat, ancaman serangan jaringan Al Qaeda terhadap sumber pemasokan minyak AS tidak dapat disepelekan, tetapi perlu diwaspadai.
Kompas, Sabtu, 17 Februari 2007



Ada sebuah buku spektakuler yang akan segera dirilis oleh penerbit buku Granada Mediatama. Buku ini ditulis oleh : Abu Fatiah Al Adnani (penulis buku best seller Dajjal sudah muncul dari Khurasan)dan Abu Laila Abdur Rahman bersama Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah. Buku ini memuat analisis kehancuran Amerika dan Eropa yang dibarengi dengan terpuruknya perekonomian dunia yang saat ini berdiri di atas pilar-pilar riba. Sebuah kajian analitik sosial empiris futuristik tentang kehancuran barat di akhir zaman dan kembalinya khilafah rasyidah menurut konsep nubuwah. Sebuah penjelasan yang lengkap, berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, disertai tinjauan sejarah dan fakta-fakta terbaru yang valid. Sungguh sebuah kajian yang obyektif, ilmiah, menarik, dan sangat berani! Wallahu’alam.