Lelucon apa lagi ini?

Pertanyaan itu kami tujukan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra, yang selang satu hari setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Automatic Identification Fingerprints System (AFIS) di Departemen Kehakiman dan HAM—kini Depkum dan HAM, balik melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki ke KPK.
Mensesneg melaporkan Ruki dengan “senjata” surat yang dikeluarkan oleh KPK pada 27 Desember 2005, untuk menunjuk langsung pengadaan alat penyadapan telepon seluler yang dibutuhkan KPK bagi penyelidikan dan penyidikan.
Kami katakan sebagai lelucon karena atas rekomendasi Yusril sendiri (selaku Mensesneg)-lah sehingga Presiden menyetujui penunjukan langsung pengadaan lawful interception device oleh KPK. Dan sekarang, tiba-tiba Mensesneg mempermasalahkannya.
Tentu apa yang dilakukan Mensesneg ini kemudian mengundang banyak pertanyaan, di antaranya; apakah Mensesneg sedang berupaya tawar-menawar dengan KPK, atau, Mensesneg sedang dendam-—karena proyek pengadaan AFIS Depkeh dan HAM diusik, lalu mengancam balik KPK?
Soal bargaining, Mensesneg telah menampik anggapan bahwa dirinya sedang melakukan upaya itu memang. Tetapi, tidak gampang juga tentu, bagi publik, untuk serta-merta percaya begitu saja dengan bantahan tersebut, karena mestinya kalau memang penunjukan langsung yang dilakukan KPK itu salah; kenapa tidak seketika hal itu dipersoalkan?
Kenapa (seolah-olah) baru setelah KPK mengusut dugaan korupsi di Depkeh dan HAM, yang notabene proyek itu berlangsung manakala Mensesneg menjabat sebagai Menkeh dan HAM, soal pengadaan alat sadap di KPK dipersoalkan?
Lagi pula, kalau memang proyek pengadaan alat sadap itu bermasalah, kenapa Mensesneg memberikan rekomendasi, sehingga Presiden kemudian menyetujui penunjukan langsung dalam proyek tersebut? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kemudian membawa kami ke satu pertanyaan: Lelucon apa lagi ini?
Kalau upaya pemberantasan korupsi yang tengah gencar-gencarnya dilangsungkan di negeri ini dianggap sebagai sebuah proses, kami hanya berharap, semoga semangat yang dibangun adalah benar-benar sebagai sebuah “pertobatan” dan upaya pembersihan diri dari segala bentuk kemaksiatan bernama “korupsi” itu, bukan justru menjadi ajang balas dendam, baik orang per orang, apalagi kalau sampai antarrezim.
Dan, menyangkut apa yang telah Mensesneg lakukan, kami hanya bisa berharap; siapa pun (apalagi dia seorang penyelenggara negara) yang mengetahui sebuah kekeliruan telah berlangsung, tak perlu menunggu kekeliruan itu bisa dijadikan “alat” (entah itu tawar-menawar, lebih-lebih balas dendam) untuk membeberkannya.
Sedang kepada Ketua KPK, kalau memang penunjukan langsung dalam pengadaan alat sadap itu adalah sebuah kekeliruan, kami hanya ingin katakan; semua orang sama kedudukannya di mata hukum, oleh karenanya Ketua KPK harus bisa memberikan contoh (sekaligus membuktikan) bahwa orang (termasuk Ketua KPK sekalipun) memang benar-benar sama kedudukannya di mata hukum.

sumber : solopos 

2 Responses to “Lelucon apa lagi ini?”


  1. 1 peyek Februari 22, 2007 pukul 8:51 am

    Di kampung saya sewaktu mulai mencuatnya nama Yusril Ihza Mahendra ada 5(lima) bayi lahir dengan nama Yusril, karena banyak yang mengidolakan tokoh reformasi dari PAN ini, Now What?

    salam, blogwalking

  2. 2 Irvany Ikhsan April 22, 2007 pukul 9:41 pm

    Keppres ttg pengadaan barang dan jasa, keppres 80/2000 tsb mmg ada masalah. Namun bukan yang di ungkap oleh bung Yusril. Masalah yg sebenarnya adalah ttg aturan/syarat rekanan LN jika akan mendapatkan tender dari instansi/BUMN indonesia. Di keppres tsb tidak ada syarat modal dasar or kekmampuan keuangan. Hal ini mmg disengaja untuk memuluskan penjualan2 aset negara waktu jaman BPPN dulu. Itu sebenarnya gertakan bung Yusril…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 698,062 hits
Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: