Polisi Bunuh Polisi Dibunuh Polisi

JUDUL seperti ini sulit dimengerti. Tetapi yang lebih sulit dimengerti, bahkan mengerikan lagi adalah peristiwanya.

Kejadian di Semarang, Jawa Tengah, kemarin pagi mirip film laga para koboi Texas yang beradu cepat membunuh lawan. Seorang bawahan yang anggota polisi membunuh atasannya lalu dibunuh ramai-ramai oleh rekan-rekannya yang juga polisi.

Adalah AKBP Liliek Purwanto yang kemarin pagi ditembak mati bawahannya, Briptu Hance. Seusai apel pagi, Hance memasuki ruangan Liliek, Wakapolwiltabes Semarang. Tidak banyak bicara, Hance menembak mati Liliek. Dia lalu menyandera seorang Polwan dalam rangka meloloskan diri. Tetapi Hance ditembak lagi oleh sekelompok polisi yang mengepungnya karena tidak mau menyerah.

Bukan sekali ini kejadian polisi menembak polisi. Di Jombang pada April 2005, AKP Ibrahim Gani yang menjabat Kasat Samapta Polres setempat, ditembak anak buahnya, Iptu Sugeng Triono. Seusai menembak atasannya, Triono bunuh diri dengan pistolnya sendiri.

Dalam dua peristiwa pembunuhan sesama polisi yang disebutkan di atas, pemicunya sama. Yaitu, soal mutasi. Hance, konon, tidak setuju keputusan Liliek Purwanto yang memindahkan dia ke Kendal. Sedangkan Triono menembak Ibrahim Gani karena menggeser dia dari bagian lalu lintas.

Ini, tentu, baru cerita tentang tembak-menembak di antara sesama polisi. Belum lagi kalau berbicara tentang saling tembak antara polisi dan tentara, atau polisi yang salah tembak. Kalau mau dibuka kembali file tentang penyalahgunaan senjata di tangan polisi, tentu daftarnya akan sangat panjang.

Argumen bisa dibangun dengan berbagai rasionalitas. Misalnya, polisi juga manusia yang bisa menderita depresi dan stres serta hilang kontrol terhadap emosi. Akan tetapi, persoalan saling bunuh di kalangan polisi tidak bisa dilihat sebagai hal yang sederhana. Ada perkara yang amat penting dan mengerikan, yakni kesewenangan di tangan orang-orang yang oleh negara diberi keistimewaan untuk memegang senjata.

Polisi, memang manusia. Tetapi kelebihannya adalah dia manusia terpilih. Terpilih melalui seleksi tubuh dan mentalitas. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa menjadi polisi. Tetapi menjadi malapetaka kalau polisi lalu menembak seenaknya.

Polisi adalah sipil bersenjata. Polisi-polisi di Indonesia ini rupanya belum sepenuhnya lepas dari persepsi dan praksis sebagai militer. Terbukti, seorang Kepala Polisi Republik Indonesia masih diberi gelar jenderal.

Sebagai kekuatan sipil, menembak bukan pekerjaan utama polisi. Menembak hanya dilakukan polisi sebagai pilihan terakhir. Itu pun tidak dimaksudkan untuk membunuh, tetapi melumpuhkan. Ini doktrin kepolisian yang berwatak sipil dan takluk di bawah supremasi sipil.

Kalau polisi Indonesia dengan mudah menembak setiap orang yang tidak disukai, kepolisian telah gagal secara substansial. Bahkan boleh disebut sebagai kejahatan besar. Karena senjata yang dipercayakan kepadanya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, berubah menjadi pemusnah dan pencabut nyawa.

Polisi harus malu dengan peristiwa ini. Iklan sebuah produk rokok tentang kehebatan polisi tidur telah menyinggung rasa harga diri korps sehingga diancam akan disomasi.

Polisi tembak polisi dan ditembak polisi adalah guncangan harga diri yang amat memalukan.

Kita ingin lihat bagaimana kepolisian mengekspresikan rasa malunya dalam kasus di Semarang. Jangan-jangan dianggap biasa-biasa saja. Kalau begini, semakin sulit dimengerti.

Media Indonesia, Kamis, 15 Maret 2007

About these ads

17 Responses to “Polisi Bunuh Polisi Dibunuh Polisi”


  1. 1 budi usman Maret 16, 2007 pukul 6:19 pm

    segera polisi di sipilkan dibawah mendagri seperta zaman tempo doeloe….

  2. 2 wadehel Maret 17, 2007 pukul 11:51 am

    Kirain cuma yang di jalan raya aja banyak yang busuk ternyata…

  3. 3 ..:X W O M A N:.. Maret 19, 2007 pukul 8:12 pm

    Kayaknya sekarang fungsi dari kepemilikan senjata oleh Polisi sudah melenceng dari aturan ya!

  4. 4 ..:X W O M A N:.. Maret 20, 2007 pukul 9:25 pm

    eh nongol lagi…
    Seleksi jadi pulisi sekarang ini yang penting punya kebo ma sawah…di jamin ktrima
    mental dan moral? kayaknya ga pake…

  5. 5 rajaiblis Maret 23, 2007 pukul 8:15 am

    beberapa kalimat yg jadi penentu lulus tidaknya seorang calon taruna pada waktu pantohir:
    “ada dari beberapa calon taruna yg belum melengkapi “berkas”. kami beri waktu 3 hari untuk melengkapi “berkas” tersebut !”

    “balik kanan … bubar jalan … ”

    wakakkakaaa …

  6. 6 Ardian Agustus 31, 2007 pukul 2:21 pm

    Kalau berurusan dengan Polisi kok susah amat ya.Ujung-ujungnya pasti minta duit (kayak anak kecil aja). Eh aku ada saran nich gimana kalau slogan polisi yang biasanya nampang di pelayanan masyrakat ditambahin aja, gini bunyinya “KAMI SIAP MELAYANI ANDA, KALAU ADA DUIT”, ok kan….

  7. 7 Alam Agustus 31, 2007 pukul 2:27 pm

    ehh,, polisi tampang aja yang keren nyatanya ng” punya banyak duit kasihan dech loe ? buktinya sering minta-minta dijalan sama kuli yang bawa kayu. ng” malu apa minta ama rakyat padahal yang gaji merekakan rakyat.

  8. 8 Ade September 4, 2007 pukul 3:35 am

    Baru baru ini ada polisi cabul yang menembak mati anak perempuan umur 15 tahun dengan alasan bahwa sang korban akan melarikan sepeda motor si polisi namun kemudian diketahui bahwa sang korban berusaha melarikan diri dari upaya cabul si polisi terhadap nya.
    Aneh nya, sang Kapolres, atasan polisi cabul itu mempercayai laporan anak buah nya. Mungkin karena sama sama cabul, ya?
    Namun Alhamdulillah, Allah SWT tetap membuka kebobrokan moral ini.
    Ga kebayang deh kalo ada salah satu keluarga gw yang jadi korban Polisi kaya gini, ga peduli dia aparat pasti bakal gw bikin TAMAT deh tuw riwayat.

  9. 9 adipoerwo September 27, 2007 pukul 1:54 pm

    kalo ga keterima jd polisi jgn menghujat. kayak kamu aja yg plg suci. itu oknum2 aja. ustad aja ada yg cbul.

  10. 10 tazman September 28, 2007 pukul 1:32 am

    Ada yang sewot neyh kaya nya?
    Ehmmmmm…
    Ya sudah, mudah2an keluarga nya om adipoerwo diselamatkan dari oknum polisi seperti yang ditulis oleh om ade diatas.

  11. 11 fadli Oktober 25, 2007 pukul 5:10 pm

    saling tembak aja semuanya biar pada mati para aparat2 keparat. kerjanya cuma menindas & menganiaya masyarakat. tulisanya doank melindungi masyarakat. faktanya juga apa. perampok & pembunuh yang dilindungi hukum. Fuck all the police

  12. 12 Ade November 13, 2007 pukul 2:08 am

    Hahahha.
    Adipoerwo, jangan jangan sampeyan juga polisi cabul ya makanya kesinggung?

    @Fadli : Ga semua polisi emang bejat, tapi mungkin cuma 1 persen aja kali ya polisi yang bersih. 99% laen nya, bejaaaaaattt!!!
    Tuw contoh nya kaya si adipoerwo, polisi cabul.
    Mati aja lu polisi cabul, Go to hell and get rotten there!!!!

  13. 13 yunita Januari 21, 2008 pukul 4:01 pm

    mangkanya pendidikan kita jangan hanya mencetak orang pintar….
    tapi yang lebih baik adalah mencetak orang bermoral.
    karena lebih baik bermoral walau tidak pintar, daripada
    pintar tapi tidak bermoral….

  14. 14 Riko Agustus 21, 2009 pukul 8:44 pm

    polisi dibunuh = pemeras rackyat dikurangi satu. Senang aku! Kepolisian Indonesia adalah mafia biadab.

  15. 15 kwek Agustus 24, 2009 pukul 1:02 am

    ade ga suka polisi masalahnya ade penjahat

  16. 16 kwek Agustus 24, 2009 pukul 1:06 am

    ini kata riko : polisi dibunuh = pemeras rackyat dikurangi satu. Senang aku! Kepolisian Indonesia adalah mafia biadab
    tambah komentar: kalo pada mati riko bebas jadi raja mafia dong

  17. 17 Aa kasep November 2, 2009 pukul 2:52 pm

    Yg gak senang ma polisi itu org2 jahat berarti kamu yg jahat semua, hanya org2 baik yg senang polisi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 697,338 hits
Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: