Waspadai Aksi Penculikan Anak

Kasus penculikan Raisyah (5) adalah satu fakta terbaru perihal aksi penculikan anak. Kasus seperti ini, sebenarnya sudah pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Namun, peristiwa penculikan Raisyah seolah menjadi titik kulminasi betapa aksi kriminalitas berwujud penculikan anak merupakan modus operandi kejahatan yang patut diwaspadai. Jika tidak, bukan tidak mungkin kasus-kasus seperti ini di masa yang akan datang bisa terulang kembali.

Kekerasan, dalam bentuk apapun, harus dihindari. Berbagai peluang bagi terjadinya kekerasan harus ditutup rapat. Ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama; pemerintah, orang tua, kalangan pendidik dan lain-lain. Pemerintah harus pro aktif. Petugas keamanan harus menunjukkan profesionalismenya dalam bekerja. Perangkat-perangkat yang berkaitan dengan itu, harus disiapkan.

Terkait aksi penculikan anak, tentu peran orang tua sangat diharapkan untuk bisa dijalankan dengan maksimal. Demikian juga dengan pihak pengelola pendidikan anak. Semuanya harus saling bersinergi. Pengalaman selama ini, penculikan sering terjadi saat jam sekolah, harus dijadikan sebagai bahan pelajaran yang amat berharga. Biasanya pendampingan terhadap si anak ketika berada di lingkungan sekolah, terkesan tidak maksimal.

Kemudian, kepada si anak juga harus diberi pemahaman tentang berbagai modus kejahatan. Misalnya bagaimana memahami berbagai macam contoh gerak-gerik si pelaku kejahatan. Hal ini penting untuk diperhatikan sebagai tindakan preventif. Dengan demikian, si anak minimal akan dapat berpikir dan melakukan tindakan.

Maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak sudah sangat meresahkan kita semua. Terlepas pada faktor apa yang melatarbelakangi aksi ini, yang jelas kasus ini layak dijadikan sebagai bahan perenungan kita bersama. Bagaimana menyelamatkan anak-anak dari segala macam tindak kekerasan, yang bisa menimbulkan trauma pada diri si anak, bahkan sampai pada penghilangan nyawa.

Salah satu elemen penting dalam mengantisipasi maraknya aksi penculikan anak adalah peran pengelola televisi. Tak dapat disangkal, bahwa banyak tayangan yang muncul di layar televisi (seperti halnya media massa lainnya) kurang mendidik. Sekalipun belum ada pembuktian, namun disadari bahwa maraknya tayangan kekerasan di beberapa stasiun televisi kita turut serta sebagai faktor pemicunya.

Sungguh, kekerasan bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Kekerasan terjadi karena dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, memberantas budaya kekerasan, haruslah berangkat dari pemahaman yang benar tentang kekerasan itu sendiri berikut faktor-faktor penyebabnya. Dengan demikian, kita akan bisa menganalisa akar permasalahannya.

Lantas kita patut bertanya, bagaimanakah sesungguhnya kontribusi kita dalam menyelamatkan generasi anak bangsa, khususnya anak-anak? Adakah budaya kekerasan sudah mengakar begitu kuat di masyarakat kita sehingga sulit dihilangkan?

Perihal tayangan kekerasan di televisi, sesungguhnya sudah lama diributkan. Berbagai masukan dari sejumlah elemen masyarakat sudah banyak dilayangkan. Tetapi, oleh pihak pertelevisian, tidak pernah digubris sama sekali. Dengan demikian, jadilah tayangan yang tak pantas ditonton anak-anak, menghiasi layar televisi kita. Maka, tanpa susah payah, kita dengan gamblang menemukan dampaknya, yaitu kekerasan terjadi di mana-mana.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi aksi penculikan terhadap anak khususnya adalah dengan mengintensifkan jalinan komunikasi antara orang tua, guru, dan anak. Hal ini penting untuk terus memonitor keberadaan dan kondisi si anak. Misalnya, bagaimana jalur komunikasi dipakai sebagai alat untuk terus mengawal ketika si anak sudah meninggalkan rumah.

Aksi penculikan terhadap anak adalah bahagian dari tindak kekerasan. Karena itu, marilah kita menghilangkan budaya kekerasan sejak dini. Banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Marilah kita mulai dari hal-hal yang kecil. Kewaspadaan layak ditingkatkan. (*)

Sinar Indonesia Baru, 29 Agustus 2007

About these ads

9 Responses to “Waspadai Aksi Penculikan Anak”


  1. 1 rio November 24, 2007 pukul 9:53 pm

    kasihan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    menyedihkan sekali..

    • 2 leni Agustus 19, 2010 pukul 12:40 pm

      tayangan televisi yang tidak mendidik bisa jadi merupakan salah satu faktor merebaknya kejahatn. hal ini seharusnya menjadikan pemerintah bersikap tegas terhadapp media yang menayangkan tayangan yang tidak mendidik, apa susahya sih pemerintah kan pemeimpin dan penjaga keamanan rakyat, masa cuman menghadapi lembaga yang ada di bawhnya aja takut, sebetulnya siapa yang diurus pemerintah, rakyat atau swasta cih cape dech!

  2. 3 rio November 24, 2007 pukul 9:56 pm

    sebaiknya memang perlakuan orang tua terhadap anak lah yang harus selalu diawasi dan diperhatikan,,
    karena, hal2 tsb lah yang dapat membentuk sikap atau karakter anak dalm menanggapi semua hal..

  3. 4 mika November 24, 2007 pukul 10:00 pm

    waktu itu saya pernah lihat,
    saat di kamar mandi wanita..
    ada seorang ibu yang memarah2i anaknya yang mau pipis,,
    saya heran,
    kenapa harus seperti itu..
    padahal kalau dilihat, sepertinya ibu itu juga merasa dipermalukan oleh sikap/keadaan anaknya,,
    padahal kalau saya lihat, justru perlakuan ibu nya lah yang menarik perhatian semua orang di sana.
    saking herannya, saya tidak tahu harus melakukan apa selain melototi ibu anak itu agar berhenti melakukannya,,

  4. 5 sakura(taiwan) November 29, 2007 pukul 2:39 pm

    faktor meliput berita kriminal di televisi/media masa yang terlalu terbuka,juga berpengaruh pada kasus penculikan anak.salah satu cara untuk menghindari penculikan anak.contohnya:(alamat jelas,termasuk RT,RW,nomer rumah,serta status pekerjaan orang tua)jangan di cantumkan.hal ini bisa mempermudah penculik menemukan/melacak korban selanjutnya.demikian pula,untuk laporan kasus perampokan/kriminal lainnya.terkecuali liputan berita untuk hal memerlukan uluran tangan(bantuan)

  5. 6 on3n9 Maret 4, 2008 pukul 7:51 am

    weleh…
    anak diculik??
    orang tua bnyk yg ga perhatian am anknya??
    tayangan televisi mempengaruhi semua kriminalitas yg ada di INDONESIA???
    Hebat dech…
    komplek mslhnya…

  6. 7 infogue Mei 28, 2008 pukul 6:09 pm

    Artikel di blog Anda sangat menarik. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com

  7. 8 Ramona Mei 17, 2010 pukul 3:28 pm

    Semoga orang tua lebih awas lagi sama anak2nya..

    ramonesblog

  8. 9 adief ahmad si ceblhonk Oktober 5, 2011 pukul 11:08 am

    koyok telek…………………….!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 685,450 hits
Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: