Archive for the 'Pengangguran' Category

Pengangguran

Pemerintah yang selama ini mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) masih sebatas ”lips service”. Pada kenyataannya, pembangunan ke arah ini justru terhambat. 

PENGANGGURAN di Jawa Barat yang menjadi salah satu daerah penyumbang pengangguran tertinggi secara nasional, menjadi keprihatinan kita bersama. Sebagaimana dikemukakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno, data pengangguran diukur berdasarkan jumlah penduduk Jabar yang lebih banyak dibandingkan provinsi lainnya, seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Diungkapkan, data total pengangguran yang tercatat di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sampai Juni 2006, terdapat 11,1 juta penduduk Indonesia menganggur. Sebagian penganggur tersebut, yakni 3,91 juta orang berlatar belakang pendidikan SMA. Meski demikian, Menakertrans berkilah bahwa banyaknya angka pengangguran tersebut bukan kegagalan pemerintah, sebab ada sharing anggaran antara pemerintah pusat dan daerah.

Kita mencatat, sejak Indonesia mengalami krisis moneter yang berlanjut ke krisis ekonomi dan krisis multidimensi, para investor ramai-ramai menarik dananya dari Indonesia. Bahkan, pemilik modal dalam negeri pun latah turut mengalihkan dananya ke luar negeri. Hilangnya kepercayaan investor menanamkan modal di dalam negeri menyebabkan banyak perusahaan yang melakukan relokasi ke negara-negara yang dinilai ramah investasi seperti Vietnam dan Cina.

Sayangnya, pemerintah tidak sigap mengantisipasi gejolak ini secara cepat. Alih-laih melakukan stabilisasi ekonomi, pemerintah sendiri pada masa-masa awal reformasi justru selalu bergejolak. Pemerintahan B.J. Habibie hanya berlangsung sebentar, segera beralih ke pemerintahan K.H. Abdurrahman Wahid, yang diteruskan pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Dapat dikatakan, pemerintahan kembali stabil setelah diselenggarakan Pemilu 2004 yang menghasilkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK).

Meskipun pemerintah semakin stabil, namun melakukan recovery ekonomi dalam waktu singkat tidaklah mudah. Apalagi kebijakan yang diambil cenderung berkutat pada perbaikan di sektor moneter. Padahal, meskipun sektor moneter sangat fital, namun sangat labil dan mengikuti gejolak politik nasional maupun politik global. Sektor riil yang relatif stabil dan selama ini menunjukkan liatnya dalam menghadapi krisis justru terabaikan. Pemerintah yang selama ini mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) masih sebatas lips service. Pada kenyataannya, pembangunan ke arah ini justru terhambat.

Pertanian, misalnya, sektor yang menyerap tenaga kerja paling besar bagi masyarakat Indonesia justru diabaikan. Padahal, sebagai negara agraris, sektor pertanian sangat menjanjikan memberikan kemakmuran bagi rakyat, jika dikelola dengan sungguh-sungguh. Sayangnya, sektor ini terus mengalami marginalisasi. Akibatnya, para petani dan anak keturunannya melakukan urbanisasi, yang pada gilirannya menambah angka pengangguran. Kini saatnya, sektor pertanian mendapatkan perhatian lebih, bahkan kalau perlu mendapatkan proteksi khusus, sehingga produknya tidak menjadi bulan-bulanan pasar. Dalam hal ini, pemerintah yang menentukan, untuk kembali menggairahkan rakyat bertani.***

Pikiran Rakyat, Selasa, 21 Nopember 2006


Blog Stats

  • 691,893 hits
Juli 2014
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.