Partisipasi

Blog ini dibuat untuk menampung Editorial, Tajuk Rencana, atau Opini yang dikeluarkan secara resmi oleh Media Massa di Indonesia. Anda bisa berpartisipasi utuk memposting editorial berbagai media itu, dengan cara:

1. Jika Anda sudah menjadi member wordpress, Anda cukup memposting komentar atau apapun di bawah halaman ini [kolom Leave a Comment].

++ Sebutkan dalam Comment Anda bahwa Anda ingin bergabung, dan sebutkan pula alamat email yang Anda daftarkan sebagai member di wordpress.

Jika Anda ingin alamat email Anda tidak diketahui banyak orang, kirim keinginan Anda via email japri ke ngeditors@yahoo.com

2. Jika Anda belum menjadi member wordpress, mendaftarlah secara gratis melalui link ini, lalu ikuti petunjuk nomor 1

3. Saya akan meng-add membership Anda, dan Anda bisa masuk ke admin blog ini, dan mulai memposting.

4. Ingat: posting Anda hanya dibatasi pada editorial, tajuk rencana, atau opini resmi media, dan bukan pendapat Anda. Pendapat Anda hanya bisa Anda masukkan lewat komentar terhadap editorial yang sudah masuk.

5. Owner blog ini berhak mengeluarkan atau memberhentikan status editor Anda dari blog ini.

Terima kasih. Selamat berpartisipasi!

+++ Salah satu partisipan sebelumnya terpaksa dideportasi oleh Admin karena ia tak bisa membedakan mana yang dimaksud dengan editorial media massa, dengan opini atau kolom seseorang yang dimuat di media massa. Sekali lagi perlu ditegaskan di sini, bahwa yang dimuat di sini adalah editorial atau opini yang ditulis secara resmi oleh redaksi media massa, bukan opini atau kolom atau esai yang dibuat orang lain dan dimuat di media massa.

15 Responses to “Partisipasi”


  1. 2 Luthfi November 14, 2006 pukul 8:27 am

    Om admin, ikutan dunks🙂

  2. 3 mr.bink November 30, 2006 pukul 9:59 pm

    ngikut dong……………🙂

  3. 5 Koers Maret 12, 2007 pukul 10:32 am

    gabunks donk om…

  4. 6 dedi adityawarman / Tabloid Abadi Maret 28, 2007 pukul 6:03 pm

    aditorial edisi 22 / Maret 2007

    editorial

    memperbaiki
    sistem

    “Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan hanya menangkap orang yang diduga korupsi, namun lebih kepada perbaikan sistem birokrasi. Terutama menyangkut pelayanan publik dan penerimaan negara.” Demikian dikatakan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki dalam sebuah diskusi di Jakarta.

    ”Bila KPK hanya menangkap dan memenjarakan koruptor tanpa memperbaiki sistem, maka sampai kapan pun korupsi akan tetap ada,” tambah Ruki. Namun menyimak perkembangannya sekarang, idealitas Ruki untuk membenahi sistem nampaknya bakal tetap tinggal sebagai utopia.

    KPK sejatinya adalah lembaga yang cukup signifikan Indonesia. Melalui unjuk kerja Komisi yang dinakhodai Taufiqurrahman Ruki itu, KPK sudah menjebloskan sejumlah pejabat penting ke hotel prodeo. Dari Puteh hingga Widjanarko.

    Memang mulia tujuan KPK. Tapi ini juga berarti, alangkah riskannya menjadi superbody. Sebab personil KPK adalah manusia biasa dari darah-daging-otak-hati dan nafsu. Karena semua itu bisa menyebabkan KPK menyelidiki siapa saja kecuali diri mereka sendiri.

    Masalahnya, penyelidikan setingkat itu ternyata belum ada. Bahkan BPK terkesan sekedar “basa-basi” untuk menginvestigasi KPK. Padahal pakar telematika Roy Suryo mengatakan, “Saya penasaran. Kok harganya sampai Rp28,07 miliar. Seperti apa sih bentuknya?” Roy mengatakan, harga sebesar Rp28,07 miliar terlalu mahal karena harga di pasaran internasional untuk alat sejenis hanya berkisar antara Rp8 miliar sampai Rp12 miliar.

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengatakan, siap melakukan audit kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan mark up atau penggelembungan harga pengadaan alat sadap senilai Rp28,07 miliar itu. Tapi, “Karena sampai saat ini belum ada permintaan audit dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada kami makanya belum dilakukan,” kata Anwar Nasution sewaktu di Pontianak.

    Sebenarnya, BPK memiliki peran sentral sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Tanggung Jawab Keuangan Negara, yang dapat melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan dan kinerja pemerintah (Pasal 4).

    BPK juga dapat melakukan pemeriksaan secara bebas dan mandiri, meliputi penentuan obyek pemeriksaan, perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan, penentuan waktu dan metode pemeriksaan, serta penyusunan dan penyajian laporan pemeriksaan (pasal 6).

    Semua kewenangan ini sebenarnya dimiliki BPK tapi jarang digunakan. BPK nyaris hanya melakukan audit secara umum atas pertanggungjawaban APBD dan APBN. BPK jarang mendorong indikasi korupsi hingga layak diproses secara hukum. Paling banter BPK hanya menindaklanjuti hingga pemulihan kerugian negara dalam bentuk pengembalian indikasi kerugian.

    Dalam sebuah pertemuan, seorang pembicara dari BPK mengatakan bahwa institusinya memiliki data korupsi di pemerintah ‘dari tanah sampai langit’. Tentu maksudnya adalah data dari semua instansi, dari level kekuasaan paling bawah sampai paling atas. Namun faktanya, tak banyak yang muncul ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja institusi ini.

    Persoalannya, memang selama ini pengawas internal tidak bertanggung-jawab kepada publik, melainkan kepada pemerintah, dalam hal ini presiden, menteri, dan kepala-kepala daerah. Hal inilah yang menyebabkan hasil-hasil temuan pengawas internal pun bersifat sangat rahasia.

    Dengan hasil pemeriksaan pengawas internal yang bersifat tertutup, padahal secara struktural ia berada di bawah kekuasaan pemerintah, maka dapat dipastikan bahwa kasus dan oknum yang diperiksa akan lebih banyak ditentukan oleh pemerintah. Atau dengan kata lain, pemeriksaan hanya akan menyentuh mereka yang berseberangan dengan kekuasaan. Bahkan dapat menjadi alat yang cukup ampuh untuk menyingkirkan pesaing politik. Atau menyingkirkan hambatan di birokrasi pemerintah.

    Jadi, soal pertama buat KPK adalah bagaimana mengatur supaya KPK sendiri terhalang dari kemungkinan melakukan KKN. Jangan sampai menantu Ruki, misalnya, menjadi suplayer pengadaan alat sadap telepon. Ini kalau mereka serius kepingin membenahi sistem. Kecuali kalau statemen membenahi sistem itu cuma gagah-gagahan Ruki sehabis ditempelak Yusril.

    Kedua, perlu diperhatikan juga agar perang terhadap korupsi betul-betul terbebas dari pembunuhan karakter. Karena bila demikian maka kasus seperti yang dialami KPK dengan Mensesneg Yusril akan terulang dan terulang lagi.

    Dan bila kita bicara soal pembunuhan karakter maka di sini eksekutornya adalah media-massa. Majalah Tempo, meski bukan institusi pengadilan, tetapi telah menuntut, mengadili, dan memvonis banyak orang. Tempo (Edisi. 04/XXXIIIIII/19 – 25 Maret 2007) mengatakan, ” Hamid, seperti juga Yusril Ihza dan segenap punggawanya, harus diperiksa dan disidik.

    Sebelumnya, Presiden harus menonaktifkan mereka agar aparat leluasa bekerja. Tidak bisa tidak, ini mutlak dilakukan. Kecuali kalau kita tak ingin keluar dari kutuk terbesar dalam masyarakat abad ini.”

    Alangkah gagah-perkosanya ‘Pengadilan’ Tempo. Ini majalah atau kejaksaan? Atau, jangan-jangan, Tempo dibayar oleh orang yang kebelet pingin jadi mensesneg. Karena, opini Tempo tak lebih dan tak kurang dari statement Gereja ketika mengeksekusi Galileo Galilei ! Vonis yang ilegal dari fihak yang ilegal.

  5. 7 Kafka September 30, 2007 pukul 10:25 am

    wah.. pengen gabung nih..

  6. 8 retorika November 18, 2007 pukul 4:33 pm

    Kami tidak (belum) bergabung dulu. Kami hanya nge-link aja blog ini di blog kami. Sukses terus…

  7. 9 Vinsensius Desember 9, 2007 pukul 7:02 pm

    Salam kenal. Kami ingin memperkenalkan DICTUM, majalah kajian media pertama di Universitas Sumatera Utara. Media ini didirikan pada Maret 2007 lalu di bawah Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU, dan kini telah terbit edisi ke-3. Dikelola di bawah Pusat Kajian Media dan Komunikasi, Dictum berharap menjadi bacaan alternatif mengenai pendidikan media dan kebebasan berekspresi bagi masyarakat dan dunia akademis komunikasi.

    Anda bisa melihat weblog kami di: dictum4magz.wordpress.com.

    Besar harapan kami Anda memberikan masukan besar dan berarti.

    Salam
    Vinsensius Sitepu
    (redaktur)

  8. 10 Vinsensius Desember 9, 2007 pukul 7:03 pm

    Blog ini bagus sekali, sangat mendidik dan informatif. Tidak seperti blog kebanyakan….

    teruskan…

    salam
    Vinsensius

  9. 11 daniel rannu Mei 12, 2008 pukul 6:53 pm

    halo mas admin opini.wordpress.com, sori aku coba cari contact mas, tapi ga ketemu, so aku isi aja komen di sini. Aku liat blog mas sangat bagus dan berbobot, berminat gak menyewakan link space ke saya? reply ke email saya asap yah, daniel_rannu@yahoo.com . salam.

  10. 12 Pakde Oktober 23, 2008 pukul 3:38 am

    Tarik Bloggroll nya di WP ku boleh ya…sekalian mohon izinnnnnya…

  11. 13 Ahmad Rodhi Desember 17, 2008 pukul 6:20 pm

    Editorial Harian Pagi Metro Riau 17 Desember 2008

    Perlu Menarik
    Investasi Berkualitas

    Gubernur Riau HM Rusli Zaenal, mengajak insan pers untuk ikut menciptakan kondusifitas daerah. Dengan keadaan kondusif itu bisa menarik investasi berkualitas ke daerah ini.

    Dibanding dengan daerah lain, Riau masih tergolong daerah yang kondusif. Meski diakui, tingkat heterogenitas masyarakat di wilayah ini sangat tinggi. Karena memang Provinsi Riau saat ini menjadi sasaran urban. Setelah Batam kurang memberikan tawaran menarik untuk para pendatang. Maka sasaran berikutnya adalah provinsi Riau. Karena Medan sudah terlalu padat dan sempit ruang gerak peluang urbannya.

    Banyaknya urban dapat menimbulkan persoalan baru. Selain keamanan dan bertambahnya jumlah pengangguran. Juga rentan terhadap timbulnya konflik horizontal. Karena adanya kelompok kelompok komunitas, maka sangat mudah terpancing dan terprovokasi.

    Persoalannya, kenapa urban melirik provinsi Riau untuk mengadu nasib? Pada umumnya urban sangat jeli melihat peluang. Bak pepatah ‘disana ada gula, pasti ada semut’. Sehingga mereka memburu dimana ada kesempatan dan peluang yang menjajikan. Tapi ini merupakan ciri dari sebuah kota yang terus berkembang. Dengan perkembangan itu, dapat menarik mereka untuk datang. Hal ini juga pertanda bahwa Riau memiliki banyak kesempatan dan peluang investasi.

    Butuh kesiapan matang untuk menerima investor baik domestik maupun asing di daerah ini. Apalagi jika pemerintah ingin menarik investasi asing. Perlu persiapan tidak hanya regulasinya saja. Tetapi juga kesiapan infrastruktur untuk menunjang kelancaran investor dalam menjalankan usahanya.

    Melihat arah pembangunan yang diorientasikan pemerintah daerah provinsi Riau, sebenarnya telah memberi peluang masuknya investasi ke daerah ini. Tiga hal pokok yang menjadi konsentrasi pembangunan yang diobsesikan Gubernur Riau, Rusli Zainal. Peningkatan sumberdaya manusia, kemiskinan, dan infrastruktur.

    Tetapi beberapa hal mesti menjadi perhatian serius pemerintah . Pertama, pemerintah harus berani menjamin keamanan dan kondusifitas, untuk melindungi keselamatan investasi. Karena tingkat heterogenitas masyarakat yang tinggi, memungkinkan timbulnya konflik horizontal. Kedua, kepastian hukum sebagai jaminan keamanan investasi. Ketiga, menyangkut persoalan pelayanan yang diberikan kepada investor. Jika pelayanan bertele-tele sudah dipastikan investor akan berpikir dua kali menanamkan investasinya.

    Namun yang tidak kalah penting lagi adalah persoalan budaya. Persoalan budaya ini terkait dengan sikap dan pola pikir pemerintah dan masyarakat terhadap masuknya investasi yang akan berdampak adanya perubahan-perubahan. Sementara tidak semua penguasa dan masyarakat siap menerima adanya perubahan yang terjadi. Sehingga gesekan budaya ini akan menimbulkan hambatan terhadap pertumbuhan investasi.

    Oleh sebab itu, untuk upaya mencapai target-target pertumbuhan investasi, harus dilaksanakan perubahan perilaku pola pikir. Perubahan pola pikir tersebut meliputi empat aspek yang harus dilakukan secara kosisten. Pertama pemerintah dan masyarakat harus pro kepada dunia usaha. Kedua, harus pro kepada pertumbuhan. Dengan demikian akan terjadi pro terhadap penciptaan lapangan kerja. Kemudian yang keempat adalah pro kepada pemberantasan kemiskinan.

    Mengapa daerah perlu menarik investasi? Terutama dari investasi asing? Salah satunya karena perlunya penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. Sementara investasi asing ini dapat menyerap tenaga kerja jauh lebih banyak dibandingkan dengan investasi domestik. Tercatat sepanjang tahun 2007 di indonesia, realisasi penyerapan tenaga kerja dari PMA sekitar 179 ribu orang, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PMDN yang hanya sekitar 86 ribu orang.

    Kondisi krisis ekonomi global sekarang ini, penciptaan lapangan kerja memang menjadi perhatian. Maka, hadirnya investasi asing bakal menciptakan nilai tambah bagi daerah, diantaranya mendorong konsumsi dan permintaan pasar, meningkatkan infrastruktur, serta meningkatkan keunggulan komparatif atau sumber daya alam.

    Tetapi jika melihat kondisi terkini di provinsi Riau, hambatan utama untuk masuknya investasi adalah kecilnya ketersediaan energi listrik. Ini persoalan yang masih rumit dan belum mendapatkan solusi jelas. Entah sampai kapan? Pemerintah, dalam hal ini Gubernur Riau, harus terus mendesak perusahaan penyedia energi listrik tunggal ini mendapatkan solusi. Tapi jika tidak ditemukan solusinya? Tentu saja harus bergerak mencari trobosan. Agar daerah ini tidak berlama-lama menunggu dan jadi penonton daerah lain yang terus berpacu dengan waktu. Semoga.

  12. 14 Muhammad Rofik Februari 4, 2011 pukul 11:31 am

    Ingin ikutan mengisi blog ini gimana caranya ? terima kasih

  13. 15 abdul ghofur April 7, 2011 pukul 9:12 am

    site ini bagus u/ mengeluarkan curahan hati atas situasi sekarang……. Q gabung yoooo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: