Dilempar Telur

Editorial Jawapos, Rabu, 13 Sept 2006,
Pelemparan telur kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Hendarman Supandji saat rehat raker dengan Komisi III DPR Senin siang lalu sungguh merupakan perbuatan yang tidak patut dilakukan elemen gerakan mahasiswa mana pun.

Bahkan, tindakan itu -selain tidak patut dilakukan kelompok yang mengklaim sebagai moral force (kekuatan moral)- juga jelas-jelas merupakan aksi pelecehan yang menghina dan dapat dianggap sebagai perbuatan tidak menyenangkan di hadapan umum.

Aktivis yang berasal dari Geram (Gerakan Mahasiswa Antimanipulasi) BUMN konon kecewa terhadap penanganan kejaksaan dalam perkara dugaan korupsi di PLTGU Borang senilai Rp 122 miliar.

Siapa pun boleh kecewa, kesal, bahkan jengkel terhadap cara-cara penanganan perkara korupsi -karena perkara itu langsung berkaitan dengan kerugian keuangan negara yang berasal dari uang rakyat- yang dinilai tidak sesuai harapan.

Apalagi, dalam praktiknya, memang masih ada jaksa -dan juga polisi- yang menyalahgunakan posisinya sebagai penyidik untuk kepentingan lain dengan cara mengambil keuntungan tertentu dari perkara yang ditangani.

Buktinya, jaksa penyidik yang menangani perkara korupsi Dirut Jamsostek sudah diseret ke pengadilan dan dikenai sanksi karena diduga yang bersangkutan melakukan pemerasan.

Masih adanya penyidik yang “kotor” tersebut tak pelak melahirkan krisis kepercayaan yang berujung pada rasa kecewa. Itu terjadi lantaran penyalahgunaan kewenangan penyidik merupakan tindak pidana serta nyata-nyata menyakiti moral masyarakat dan keadilan publik.

Hanya, bentuk-bentuk rasa kecewa, jengkel, dan ketidakpercayaan itu tidaklah patut serta sama sekali tidak terpuji jika diwujudkan dalam aksi kekerasan, penghinaan, dan pelecehan.

Juga sama sekali tidak benar jika upaya melawan tindakan pelanggaran hukum dilakukan dengan cara melanggar hukum juga. Perlu dicari upaya yang lebih elegan, simpatik, dan terpuji di hadapan publik, terutama jika upaya melawan pelanggaran hukum dan ketidakadilan itu dilakukan elemen gerakan yang mengatasnamakan kekuatan moral.

Apakah sikap kita terhadap seseorang atau kelompok yang kita tentang dan kita “musuhi” karena dianggap melecehkan hukum dan moral publik harus pula diwujudkan dalam bentuk yang melanggar hukum dan moral publik?

Kita memang membutuhkan teladan moral dari para pejabat negara dan aparat penegak hukum. Paling tidak, teladan itu ialah keseriusan untuk menjaga nama baik korps dan lingkungan kerjanya.

Tetapi, kita juga membutuhkan teladan moral dari semua elemen masyarakat mengenai cara-cara menyampaikan aksi politik, upaya hukum, dan ungkapan-ungkapan rasa kecewa di hadapan umum.

Tanpa itu, negeri ini bisa terperosok ke dalam praktik-praktik preman dan barbar. Hanya adu kuat. Hanya adu emosi. Hanya adu gengsi. Semuanya berjuang atau beraksi di atas landasan pelecehan moral publik dan hukum antara yang satu dan yang lain.

Jika itu yang terjadi, sungguh tragis dan buruk nasib bangsa ini.

Iklan

0 Responses to “Dilempar Telur”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 788,198 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: