Berbuat Harus Lebih Banyak

Tajuk Rencana Kompas Jumat, 15 September 2006  

Tiga hari berturut-turut Komisi III DPR rapat kerja dengan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Rapat maraton itu masuk akal menarik perhatian publik.

Itulah ekspresi sebutlah in optima forma dari pekerjaan pokok anggota parlemen. Parlemen alias DPR berasal dari kata Perancis, parler, ’bicara’. Tugas dan pekerjaan Dewan Perwakilan Rakyat bicara atas nama rakyat yang memilihnya. Mitra bicara, yang termasuk pokok adalah pemerintah, eksekutif, maupun yudikatif. Meskipun bicara dengan mitra kerja adalah tugas atau cara pokok DPR, mengapa rapat maraton tiga hari Komisi III DPR dan Jaksa Agung berkesan berlebihan dan mengundang penilaian pihak lain?

Mungkin karena berlangsung sampai malam. Ditambah lagi dengan materi yang dibahas serta cara membahasnya dinilai kelewat bertele-tele dan materi pembicaraan pun kurang mengena substansi yang diagendakan. Tersirat pula, suatu pertanyaan yang mencerminkan kekhawatiran: jika rapat berkepanjangan tumbuh sebagai kebiasaan, seberapa jauh kita terjebak pada kecenderungan yang memang merupakan kebiasaan kita, yakni ngomong doang, tidak diikuti langkah dan tindakan yang diperlukan.

Jangan salah paham, tugas atau cara DPR melaksanakan pekerjaannya memang berbicara mewakili aspirasi rakyat. Pada posisi sebagai partai pendukung pemerintah maupun dalam posisi sebagai partai oposisi, tujuan DPR bicara selain masukan, kontrol, dan kritik, juga agar pemerintah melaksanakan keputusan, kesepakatan yang tertuang dalam kebijakan. Mengingat kebiasaan dan kelemahan kita di antaranya bicara kita jago, melaksanakan kita lemah, baik DPR apalagi pemerintah agar secara khusus memerhatikan kelemahan tersebut. Agar fungsi bicara dan fungsi rapat di DPR akhirnya sekaligus juga mendorong pemerintah melaksanakan dan bertindak cepat.

Untuk menanggapi dan melengkapi sistem dan cara kerja otokrasi, di antaranya bangkitlah reformasi yang menegaskan kebebasan, hak asasi, serta pemerintah dan pemerintahan yang demokratis. Ketika demokrasi sebagai kebangkitan global bangkit menjelang abad ke-21, kita saksikan maraknya kebebasan, hak asasi. Kebangkitan itu tampak segera diikuti oleh suatu konsep yang saling mengisi dan melengkapi.

Ya, kebebasan dan hak asasi, tetapi sekaligus dalam peran serta tujuan yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia, kebutuhan-kebutuhan pokok sosial, ekonomi, dan kultural para warga. Ditinjau dari kebutuhan nyata maupun dilihat dari kerangka acuan falsafah kemasyarakatan bangsa dan negara Indonesia, pemahaman kita pun pemahaman yang interaktif dan komprehensif itu. Di antaranya dalam praktik politik dan kemasyarakatan, hal itu berarti kita bebas, kita berbicara, kita melakukan tugas sesuai posisi masing-masing, tetapi terikat oleh tujuan bersama yang mendesak, yakni semua itu bermuara pada perbaikan perikehidupan rakyat. Berbicara bebas dan banyak, tetapi sekaligus untuk juga mendorong perbuatan yang banyak, cekatan, dan bermanfaat untuk rakyat banyak.

Iklan

0 Responses to “Berbuat Harus Lebih Banyak”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,910 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: