Soal Relevansi Gerakan Nonblok

Tajuk Rencana Kompas, Sabtu, 16 September 2006

Wacana tentang relevansi Gerakan Nonblok muncul lagi menjelang pertemuan puncak ke-14 organisasi yang beranggotakan 118 negara berkembang itu.

Masih relevankah Gerakan Nonblok? Itulah antara lain pertanyaan mendasar menjelang pertemuan puncak GNB, yang dibuka hari Jumat 15 September di Havana, Kuba, atau hari Sabtu 16 September waktu Indonesia. KTT antara lain dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pertanyaan itu lebih terkait dengan latar belakang pembentukan GNB tahun 1961 pada saat memuncak Perang Dingin. GNB lahir untuk mengimbangi pertarungan ideologis antara Blok Barat pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur pimpinan Uni Soviet.

Ketika Perang Dingin memuncak, peran dan fungsi GNB mencegah perang nuklir antara Blok Barat dan Blok Timur. Setelah Perang Dingin berakhir, peran GNB surut, dan keberadaannya dianggap sudah selesai pula.

Namun, dalam perkembangannya, setelah era Perang Dingin semakin jauh ditinggalkan, GNB justru tetap bertahan. Memang perlu diakui, muncul banyak kritik terhadap peran dan fungsi GNB, yang dinilai kurang membantu menyelesaikan berbagai persoalan di kalangan anggotanya maupun antaranggotanya.

Sebagai organisasi yang ditopang oleh 118 negara anggota negara berkembang, GNB sesungguhnya dapat meningkatkan kiprahnya di tengah dunia yang sedang berubah. Apalagi GNB lahir dari keinginan dan semangat mencegah perang dan memperkokoh perdamaian.

Setelah Perang Dingin berakhir, perang dan konflik bersenjata masih muncul di mana-mana, terutama di kalangan anggota GNB sendiri. Harapan akan terbentuknya dunia yang lebih aman dan damai ternyata masih sulit diwujudkan.

Dunia masih terus dilanda kekacauan bukan hanya oleh konflik bersenjata dan gelombang kekerasan yang merebak di mana-mana, tetapi juga oleh ketimpangan sosial ekonomi, kemiskinan, dan krisis ekologi.

Jika ketegangan di era Perang Dingin lebih dipicu oleh pertarungan ideologis antara kapitalisme dan komunisme, saat ini dunia dilanda oleh masalah ketimpangan ekonomi dan tatanan dunia yang tidak adil.

Tantangan bagi setiap anggota GNB tentu saja bagaimana berbenah diri dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya masing-masing agar dapat berperan lebih aktif dalam mengurangi ketidakadilan dan ketimpangan yang melanda dunia.

Melalui KTT Havana, GNB kembali diberi kesempatan dan diuji kemampuannya untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dan keadilan dunia.

Iklan

0 Responses to “Soal Relevansi Gerakan Nonblok”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 788,198 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: