Kemiskinan dan Kekerasan

Tajuk Kompas, Senin, 18 September 2006

Tak akan ada perdamaian dan keamanan yang bisa terjamin dalam jangka panjang jika 80 persen manusia di Bumi dikuasai oleh 2 persen pemegang kekayaan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di KTT Nonblok di Havana, Kuba. Presiden memperingatkan, kekerasan akibat kemiskinan bisa menyebar ke seluruh dunia.

Dengan pernyataan itu, Presiden mengangkat realitas kemiskinan dunia dewasa ini dan mengacu pada yang di antaranya dikatakan oleh David C Korten, mengacu pada dikuasainya ekonomi dunia oleh korporat alias perusahaan-perusahaan raksasa dunia serta kerajaan finansial. Kecuali aktual dan relevan dengan kondisi serta tantangan dunia dewasa ini, peringatan itu juga sejalan dengan arus pemikiran besar yang kini sedang bangkit serta bergaung di mana-mana. Yakni pemikiran, gerakan, bahkan langkah konkret untuk mengakhiri kemiskinan dengan pandangan, sikap, dan langkah yang dikenal sebagai the post-corporate world.

Dalam gerakan dan upaya baru itu, negara dengan pemerintahnya tetap harus berperan sentral serta membangun sosok hukum, peraturan, dan kebijakan publik yang memihak kepentingan rakyat banyak. Namun, peran negara dan pemerintah saja tidak memadai. Harus ikut serta dan disertakan peran dan partisipasi potensi dan kekuatan-kekuatan masyarakat, termasuk yang amat strategis adalah peran dan partisipasi dunia usaha.

Pergeseran pemikiran itu juga berakibat pada pergeseran gerakan kebangkitan dan pembaruan politik. Gerakan politik berikut hak-hak dasar politik serta hak-hak asasi harus sekaligus hak sosial, ekonomi, dan kultural. Pendekatan terhadap esensi pemahaman hak-hak dasar yang kecuali politik juga menyangkut hak-hak sosial, ekonomi, dan kultural mempunyai konsekuensi dan implikasi dalam pendekatannya. Secara simplistis perbedaan itu ada yang merumuskan, jika hak-hak dasar politik bertitik berat pada bicara, hak-hak sosial, ekonomi, dan budaya harus mengandalkan perbuatan.

Dalam kaitan itu, KTT Nonblok agar memasukkan pendapat Presiden Indonesia itu dalam keputusan dan kemudian ikut serta bekerja sama dalam sinergi melaksanakan kebijakan dan pendekatan baru itu.

Relevansi pernyataan itu berlaku aktual bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Maka, kita kentalkan pendapat itu dengan judul opini ini: Kemiskinan di dunia dan kemiskinan di negeri sendiri. Pandangan itu diperkuat oleh transisi demokrasi yang sedang kita lalui, demokrasi mengacu dan identik dengan nonkekerasan. Tetapi, sejauh ini pengalaman kita menunjukkan demokrasi yang bersisi substansial kebebasan memberi kesan disertai justru maraknya bukan saja unjuk rasa, protes, namun sekaligus bentrokan dan kekerasan. Jika kita cermati beragam kasusnya, yang terbanyak bersumber pada kemiskinan dan ketidakadilan. Di antaranya berupa penggusuran yang membangkitkan protes, unjuk rasa, bentrokan, dan kekerasan.

Kena pula catatan, untuk hak dasar politik modal utamanya bicara. Untuk hak dasar sosial, ekonomi, dan budaya, diperlukan aksi, perbuatan alias kerja nyata.

Iklan

0 Responses to “Kemiskinan dan Kekerasan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,677 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: