Dari IMF Diharapkan Perbaikan Nyata

Tajuk Kompas, Selasa, 19 September 2006

Selama dua hari mulai Selasa (19/9) ini, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia melangsungkan sidang tahunan di Singapura.

Dari berita kita mengikuti, dalam sidang tahunan kali ini akan dibahas berbagai agenda reformasi, yang jika diwujudkan akan memberi hak suara lebih besar kepada ekonomi yang tumbuh pesat, seperti China, Korea Selatan, Meksiko, dan Turki. Tetapi, meskipun ada alasannya, langkah itu sendiri tak disambut baik oleh negara-negara berkembang besar lain, seperti India, Brasil, dan Mesir, juga Argentina, yang merasa tidak mendapat manfaat berarti dari pembaruan tersebut.

Di luar agenda tersebut, kalangan LSM lebih tertarik untuk melihat sidang tahunan ini dari sudut pandang lain. Dari pengalaman selama ini, negara berkembang jadi gamang mengutang kepada IMF. Beberapa lainnya berupaya keras untuk segera membayar utangnya.

Dari hasil riset yang dilakukan oleh puluhan LSM dari berbagai penjuru dunia ditemukan, IMF masih mengalami masalah kredibilitas hampir 10 tahun setelah terjadinya krisis finansial Asia. Hal inilah yang lalu mendorong banyak negara untuk segera lepas dari lilitan pengawasannya. Di antara contoh kegagalan shock therapy IMF yang dikutip LSM adalah default-nya 100 miliar dollar AS dari 140 miliar dollar AS utang luar negeri Argentina di tahun 2002.

Sementara itu, seperti dikutip kantor berita AFP, Thailand pada tahun 2003 telah membayar sebagian besar utangnya ke IMF dan segera menyatakan diri terbebas dari lilitan utang. Indonesia sendiri mengakhiri persetujuan utang tahun 2003 dan berencana membayar utang ke IMF dalam tempo dua tahun mendatang.

Mengapa terjadi fenomena seperti ini? Sebagian jawabannya menyebut, banyak resep yang diterapkan IMF untuk pinjaman yang diberikannya justru memperburuk krisis dan buntutnya menambah kemiskinan. Ini yang menjelaskan mengapa peminjam besar Asia, seperti Filipina dan India, lalu menahan diri untuk melakukan pinjaman baru. Brasil dan Argentina belum lama ini juga menyatakan tidak akan meminjam lagi dari IMF.

Berbagai pendapat, antara tuntutan untuk mendapat hak suara lebih besar, juga suara LSM yang menuntut IMF dibubarkan saja, menggarisbawahi perubahan yang ada dewasa ini. Fragmentasi sempat membayangi organisasi yang didirikan tahun 1940-an untuk menstabilkan ekonomi dunia.

Negara-negara kaya berkepentingan agar fragmentasi tidak terjadi. Tetapi, relevansi IMF hanya akan riil dirasakan kalau memang kiprahnya menghasilkan perbaikan, bukan sebaliknya.

Iklan

0 Responses to “Dari IMF Diharapkan Perbaikan Nyata”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,207 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: