Kudeta Militer di Thailand

Tajuk Kompas, Kamis, 21 September 2006Kudeta militer di Thailand mengejutkan terutama karena berlangsung di tengah era yang semakin menjunjung tinggi proses demokratisasi.

Pengambilan kekuasaan secara tidak demokratis itu dilakukan Panglima Militer Letnan Jenderal Sonthi Boonyaratglin ketika Perdana Menteri Thaksin Shinawatra berada di New York, Amerika Serikat, mengikuti sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Thailand masih dilanda ketidakpastian politik. Sejumlah orang kepercayaan Thaksin ditahan. Thaksin sendiri tidak mau menyerah, segera meninggalkan New York, tetapi dengan tujuan yang tidak disebutkan.

Kegalauan di panggung politik ini memberi sentimen negatif terhadap perdagangan di lantai bursa dan membuat nilai tukar baht anjlok. Kejatuhan nilai tukar baht diharapkan tidak akan menimbulkan krisis finansial dan efek penularan ke kawasan. Krisis finansial Asia tahun 1997-1998 berawal dari kejatuhan nilai tukar baht.

Segera terasa, kudeta menjadi pukulan keras terhadap proses demokratisasi yang sudah berlangsung 14 tahun di negeri berpenduduk 65,5 juta jiwa itu. Setelah kudeta tahun 1991, dan lebih-lebih setelah rezim militer terakhir ditumbangkan oleh gerakan rakyat tahun 1992, Thailand sesungguhnya menapak proses demokratisasi.

Maka, apa pun alasan dan pertimbangannya, kudeta pimpinan Letjen Sonthi dinilai memasung kehidupan demokrasi. Sonthi sendiri menjelaskan, kudeta dilakukan untuk menyelesaikan kebuntuan politik dan sekaligus memberantas korupsi yang marak di bawah pemerintahan Thaksin. Ia juga berjanji, kekuasaan akan segera dikembalikan kepada rakyat.

Belum diketahui bagaimana Sonthi melaksanakan janjinya. Sudah muncul kecemasan, kudeta akan memancing kudeta baru. Sejak sistem monarki konstitusional diberlakukan tahun 1932, Thailand paling tidak diguncang oleh 18 kudeta, termasuk berdarah.

Selama 15 tahun terakhir, kudeta tidak terjadi karena muncul perlawanan rakyat atas rezim militer tahun 1992. Tentu menjadi bahan kajian menarik, mengapa militer tergoda lagi melancarkan kudeta.

Para pengamat cenderung berpendapat, kudeta pekan ini merupakan dampak dari kemacetan politik yang bersumber pada kepemimpinan PM Thaksin yang berkuasa sejak tahun 2001. Kepemimpinan PM Thaksin menjadi kontroversial karena isu korupsi. Rupanya militer memanfaatkan situasi centang perenang seperti itu untuk mengambil alih kekuasaan.

Secara regional, kudeta di Thailand lebih menggambarkan kerapuhan kehidupan demokrasi di Asia pada umumnya, dan khususnya di Asia Tenggara.

Iklan

1 Response to “Kudeta Militer di Thailand”


  1. 1 Chante Mei 7, 2013 pukul 2:13 pm

    Excellent blog! Do you have any hints for aspiring writers?
    I’m planning to start my own site soon but I’m a little lost on
    everything. Would you advise starting with a free platform like WordPress
    or go for a paid option? There are so many options out there that I’m completely overwhelmed .. Any tips? Thank you!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,243 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: