Bank Dunia dan IMF Perlu Reformasi

Republika, Jumat, 22 September 2006 Pemilihan Singapura sebagai tempat sidang Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia barangkali memang tepat. Karena, baik Singapura maupun kedua lembaga keuangan dunia itu, sama-sama sebuah organisasi yang tidak demokratis.

Singapura jelas, kebebasan menyuarakan pendapat sangat dibatasi. Pemerintahannya otoriter. Sehingga, maklum kalau kemudian sidang tandingan dari lembaga swadaya masyarakat internasional ditolak. Bahkan aktivis pun langsung dideportasi.

Bagaimana dengan IMF dan Bank Dunia? Sama saja, hampir tidak ada sentuhan demokratis dalam menjalankan misinya. Mereka banyak disetir oleh negara-negara kaya, terutama Amerika Serikat. Bahkan boleh dikatakan keduanya merupakan perpanjangan tangan kepentingan Amerika Serikat.

Kehadiran IMF sebagai ‘penyelamat’ negara yang sedang sekarat sebagaimana Indonesia pada masa krisis dulu, saat ini mulai diragukan. Karena, kenyataannya, nyaris tidak ada negara yang bangkit dari keterpurukan setelah masuknya IMF. Justru pengorbanan rakyat yang lebih banyak.

Di Indonesia, salah satu rekomendasinya adalah likudasi 16 bank pada masa krisis. Ketika itu dilaksanakan, krisis ekonomi makin parah. Uang menjadi langka, bunga melejit, masyarakat kelaparan. Tapi IMF masih merasa benar.

Kegagalan IMF di berbagai negara telah mengakibatkan negara yang diberi pinjaman kapok. Beberapa negara telah mengembalikan pinjamannya, seperti Brasil yang pada 2002 memperoleh 30,4 miliar dolar dan masih tersisa 15,46 miliar dolar langsung dilunasi.

Kemudian Argentina yang pada 2001 menarik 13,7 miliar dolar, dan tersisa 9,81 miliar dolar juga dilunasi. Dan sekarang Indonesia yang seharusnya baru lunas 2010 dipercepat pembayarannya akhir tahun ini dengan sisa utang 3,8 miliar dolar.

Akibatnya, piutang IMF menyusut drastis. Kalau pada 2003 total piutang mencapai 72 miliar SDR (special drawing right–satuan mata uang yang dipakai IMF senilai Rp 13.400), per Agustus silam tinggal 18,2 miliar atau merosot 75 persen.

Bagi IMF kondisi tersebut seharusnya memprihatinkan, karena perputaran dana IMF tergantung dari seberapa besar pinjaman diberikan. Karena itu mereka perlu mereformasi diri agar keberadaannya di antara negara-negara anggota bisa bermanfaat, bukan malah menjadi alat penghisap.

Bagitu juga Bank Dunia. Sejak kepemimpinan Paul Wolfowitz, korupsi menjadi agenda khusus. Negara yang terbukti mengkorupsi dana Bank Dunia akan distop bantuannya. Tapi sebetulnya dia juga tahu bahwa orang-orang Bank Dunia juga ikut korupsi.

Bank Dunia selama ini telah memberi pinjaman besar pada negara miskin, tetapi mereka juga menyuburkan korupsi di negara tersebut. Semestinya Bank Dunia juga bertanggung jawab atas korupsi yang menyebabkan rakyat miskin bertambah banyak.

Benar kata Menkeu Sri Mulyani dalam pidatonya di depan sidang IMF dan Bank Dunia. Kedua lembaga tersebut jangan hanya memberi khotbah kepada negara peminjam tetapi juga harus memiliki solusi konkret. Mereka tidak perlu ‘sok tahu’ terhadap kondisi ekonomi negara peminjam karena terbukti resep-resep mereka justru membuat sengsara.

Sebagai lembaga bergengsi, IMF dan Bank Dunia semestinya melakukan reformasi diri. Kondisi dunia sekarang ini sudah berbeda dengan ketika kedua lembaga tersebut didirikan beberapa dekade lalu. Jika mereka tetap seperti sekarang, kedua badan ini kelak akan tinggal sejarah.

Iklan

0 Responses to “Bank Dunia dan IMF Perlu Reformasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,663 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: