Kerusuhan Memprotes Eksekusi Tibo

Kompas, Senin, 25 September 2006

Eksekusi terpidana mati Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da Silva di Palu membangkitkan protes yang disertai perusakan di Atambua dan Maumere.

Ketiga terpidana mati berasal dari daerah itu. Massa yang rusuh sempat merusak kantor kejaksaan, lembaga pemasyarakatan, dan Gedung DPRD. Kerusuhan dapat dihentikan dan dikendalikan berkat tindakan Polri yang dibantu TNI serta kesadaran masyarakat.

Keputusan Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan hukuman mati terhadap ketiga terdakwa dalam kasus kerusuhan Palu yang bernuansa SARA beberapa tahun lalu itu menimbulkan kontroversi. Pengadilan, dan karena itu juga pemerintah, setelah mempertimbangkan masak-masak berpendapat keputusan pengadilan itu sah dan adil. Karena permintaan grasi ditolak, setelah ditunda beberapa kali, akhirnya keputusan dilaksanakan. Sebagian masyarakat berpendapat, vonis mati oleh Pengadilan Negeri Palu tidak adil karena sekurang-kurangnya ada beberapa orang lain yang dianggap lebih bertanggung jawab tetapi justru tidak tersentuh hukum.

Pertimbangan dan tindakan pemerintah menundanunda eksekusi berbuah ganda. Di satu pihak penundaan menunjukkan sikap hati-hati pemerintah serta seriusnya mempertimbangkan hukuman mati yang di forum dunia memang menuai pro-kontra, apakah masih sesuai dengan martabat kemanusiaan. Namun, penundaan juga bisa dan rupanya dalam kasus Tibo ikut menimbulkan tanggapan di kalangan sebagian masyarakat bahwa keraguan itu karena pemerintah juga tidak atau belum sepenuhnya yakin atas adilnya keputusan.

Situasi yang berkembang sebagai kasus yang dilematis itu berlangsung dalam kondisi masyarakat bangsa kita yang sedang cenderung serba sensitif dalam hal-hal yang menyangkut perikehidupan kita bersama sebagai bangsa yang bermasyarakat majemuk. Persoalan daerah, suku, ras, serta agama sedang mencair. Perkembangan itu tidak pula lepas dari berlangsungnya pola dan nilai-nilai reformasi prodemokrasi dan hak-hak asasi dalam upaya menegakkan dan menghormati martabat manusia yang sekaligus berinteraksi dengan hak-hak kebutuhan pokok sosial, ekonomi, dan budaya.

Dihadapkan pada kondisi transisi semacam itu, sebaiknya pemikiran, pendekatan, dan sikap kita bersama, pemerintah, masyarakat madani, dan masyarakat luas, agar pula mampu bukan sekadar mengambil arus baru dari luar, tetapi menumbuhkan arus baru itu dalam interaksi serta dalam kerangka referensi dengan jati diri dan sikap bangsa bermasyarakat majemuk yang komprehensif termasuk dalam memahami faham kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Tanpa sekaligus menempatkan beragam gerakan dan pembaruan itu dalam realitas masyarakat bangsa berikut kerangka referensi dasarnya yang telah kita sepakati bersama, pengalaman kita terbentur-bentur dan proses kita mencair bisa lebih serius.

Berpulang pada pengalaman kasus Tibo Cs dan aksireaksinya, amatlah menentukan berlangsungnya proses serta keputusan lembaga pengadilan yang benar dan adil. Kita ambil pelajarannya, jangan dibiarkan berlarut.

Iklan

0 Responses to “Kerusuhan Memprotes Eksekusi Tibo”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,980 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: