Wapres Naik Pesawat Komersial

Suara Pembaruan, Kamis, 28 September 2006
Wakil Presiden Jusuf Kalla memulai suatu tradisi yang tampaknya menarik, yakni melakukan perjalanan dinas ke luar negeri dengan menggunakan pesawat komersial, bukan dengan pesawat kepresidenan atau pesawat carter. Dan, Wapres memulainya dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS). Rombongan Wapres berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat komersial Garuda GA 880 menuju Tokyo, Jepang.

Sebagaimana penumpang lainnya, begitu tiba di Bandara Narita, Jepang, Wapres naik bus yang membawa rombongan ke tempat transit. Orang nomor dua di Republik Indonesia itu harus menunggu lebih dari dua jam sampai pesawat All Nippon Airlines (ANA) 002 membawa rombongan Wapres menuju Washington DC. Tiba di Bandara Dulles, Washington DC, Wapres harus melewati pemeriksaan yang ketat dan teliti oleh petugas bandara. Padahal Wapres dan rombongannya sudah melalui jalur khusus karena menjadi tamu kenegaraan.

Wapres mengatakan, soal perjalanan dengan pesawat komersial seperti itu hal yang biasa saja. Jusuf Kalla mengaku bisa menikmati suasana lapangan terbang, naik pesawat bersama banyak orang, dan merasakan kerepotan pindah-pindah pesawat. Selain itu, dia juga bisa membanding-bandingkan bagaimana enaknya naik Garuda dan ANA. Pengalaman itu bisa dipakai untuk mendorong Garuda lebih maju lagi agar bisa kompetitif dengan maskapai penerbangan lain.

Apa yang mendorong Wapres menggunakan pesawat komersial? Selain ingin merasakan langsung degupan kesibukan naik pesawat komersial, dia menilai penggunaan pesawat komersial jauh lebih ekonomis dibandingkan menggunakan pesawat carter atau pesawat kepresidenan.

Wapres tidak mau menyebut ang- ka pasti, berapa besar dana yang bisa dihemat dengan kebijakannya itu. Kabarnya, biaya satu hari menggunakan pesawat carter sekitar Rp 2,7 miliar per hari. Belum lagi biaya parkir selama kunjungan. Wapres dan rombongannya berkunjung selama enam hari. Artinya, pesawat juga harus menanggung biaya parkir se- lama itu.

Namun demikian, Jusuf Kalla tidak bersedia dibandingkan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Janganlah saya dibandingkan dengan Presiden. Presiden itu kepala negara, saya bukan. Beliau membawa lambang negara yang sangat tinggi. Kalau saya sebagai Wakil Presiden itu hanya membantu beliau untuk melaksanakan pemerintahan,” katanya.

Keputusan Wapres untuk menggunakan pesawat komersial menarik. Ditinjau dari sudut biaya, tampaknya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pesawat carter atau kepresidenan. Apalagi, dalam situasi seperti sekarang para pejabat harus banyak berhemat, tidak memboros-boroskan uang negara.

Namun, kita perlu mengkaji lebih dalam apa betul menggunakan pesawat komersial jauh lebih murah daripada pesawat khusus. Kehadiran seorang wapres suatu negara di suatu penerbangan komersial tentu saja akan menambah repot maskapai yang membawanya. Kehadirannya akan membuat kenyamanan penumpang lain terganggu karena bagaimana pun mereka harus melewati penelitian yang sangat ketat demi menjamin keselamatan seorang wapres yang ikut menumpang dalam pesawat tersebut. Bandara yang disinggahinya pun akan ikut repot pula. Semua itu kalau dikonversikan, bisa mahal juga jatuhnya.

Sebagai orang kedua di republik ini, Wapres Jusuf Kalla tetaplah membawa lambang negara jika bepergian keluar negeri. Karena itu, keamanan dalam perjalanannya menjadi prioritas penting. Bukankah jika Presiden berhalangan, Wapres harus mengambil peran? Barangkali banyak dari kita telah menyaksikan film Air Force One yang mengisahkan perjalanan seorang presiden AS di mana pesawat itu kemudian dibajak. Sesuatu bisa saja terjadi di pesawat khusus sekalipun, apalagi di pesawat komersial yang tingkat risikonya lebih tinggi.

Memang kita menyadari jika presiden atau wapres melakukan perjalanan keluar negeri, biaya yang dibutuhkan tidak kecil. Namun kita tahu perjalanan itu tentu akan membawa manfaat besar bagi negara. Wapres Jusuf Kalla berkunjung ke AS untuk mengundang para investor masuk ke Indonesia yang keadaan perekonomiannya sudah mulai kondusif.

Iklan

0 Responses to “Wapres Naik Pesawat Komersial”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,637 hits
September 2006
S S R K J S M
    Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: