Di Mana Posisi Rakyat

Kompas, Selasa, 03 Oktober 2006

Terus terang kita terganggu dengan perseteruan politik yang tidak kunjung berakhir di Lampung. Sampai-sampai APBD 2006 belum juga disahkan.

Padahal, tahun 2006 tinggal tiga bulan lagi akan habis. Lalu, Lampung pun masuk kategori provinsi termiskin kedua di Indonesia. Mengapa perseteruan dibiarkan begitu lama, sampai-sampai tega mengorbankan rakyatnya hidup dalam kemiskinan?

Padahal, dalam acara buka puasa di rumah dinas Ketua DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kita semua tentang persoalan besar yang sama-sama kita hadapi, yakni kemiskinan. Paling tidak ada 17 persen dari warga bangsa ini yang hidup dalam kekurangan dan sedikitnya 10 juta orang menganggur. Kata Presiden, hal itu hanya bisa dipecahkan apabila kita menjalankan tugas kita masing-masing secara optimal dan sinergis.

Harapan Presiden itu tidak bisa hanya berhenti pada pidato. Terutama ajakan untuk bersikap sinergis harus dipraktikkan dalam keseharian. Praktik checks and balances antara gubernur dan DPRD jangan sekadar dicari bedanya, apalagi mau menangnya sendiri, tetapi harus menghasilkan sesuatu bagi perbaikan nasib rakyat.

Kita ulangi lagi pertanyaan kita tentang makna kekuasaan itu. Kekuasaan bukanlah sebuah atribut, simbol, tetapi sebuah amanah. Karena itu, kekuasaan itu jangan dinikmati kehormatannya saja, tetapi juga tanggung jawabnya. Dan tanggung jawab paling hakiki dari kekuasaan itu adalah memperbaiki perikehidupan rakyat.

Dengan berpegang kepada prinsip itu, janganlah lalu kita bersikap partisan. Memang yang namanya partai politik, pemain politik, haruslah partisan. Namun, jangan pula begitu partisannya, lalu bersikap apriori dan tidak peduli dengan kepentingan yang lebih besar.

Dalam pengalaman negara-negara yang sudah lebih mapan demokrasinya, kita mengenal apa yang disebut program partai dan program nasional. Ketika berbicara soal program nasional, kepentingan nasional, kepentingan partai politik harus menjadi nomor dua.

Kita selalu diingatkan bahwa demokrasi yang sedang kita bangun masihlah dalam proses transisi untuk menjadi mapan. Karena itulah kita tidak bosan-bosannya mengingatkan agar dalam membangun demokrasi ini jangan sekadar kebebasan untuk berbeda yang ditonjolkan. Yang tidak kalah penting untuk kita lakukan adalah memperbaiki perikehidupan rakyatnya. Demokrasi jangan hanya menonjolkan hak asasi semata, tetapi tidak kalah penting hak ekonomi, hak sosial, dan hak budaya.

Dalam kasus kisruh politik di Lampung, ada permintaan agar Presiden turun tangan dan mengambil alih keputusan. Di satu sisi, tentunya tidak baik apabila semua persoalan harus bermuara ke Presiden. Sepanjang bisa dipecahkan sendiri, seharusnya dipecahkanlah persoalan itu. Pegangannya ya kepentingan rakyat tadi.

Namun, kalau sekarang Presiden yang diminta mengambil alih, tentunya semua harus bersikap legowo. Apa pun keputusan yang diambil Presiden harus diterima secara dewasa oleh semua pihak. Jangan lalu hanya menimbulkan kontroversi baru sehingga lalu tidak jelas polemik itu akan berakhir. Kasihan rakyat!

Iklan

0 Responses to “Di Mana Posisi Rakyat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,818 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: