Melihat Kemiskinan sebagai Kejahatan

Media Indonesia, Selasa, 03 Oktober 2006
KEMISKINAN adalah fakta sosial yang nyaris absolut di Indonesia. Sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang, negara ini dikenal sebagai negara miskin.

Data tentang kemiskinan sekarang, terlepas dari perdebatan tentang indikator, tidaklah membanggakan. Jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 17% dari penduduk saat ini yang 220 juta. Jumlah penganggur 10 juta orang.

Apa yang salah? Para pemimpin sampai saat ini amat yakin negara ini kaya dengan berbagai sumber daya alam. Tetapi kekayaan itu belum menjelma jadi kekuatan nyata yang menghapus kemiskinan.

Berarti ada dosa manajerial negara terhadap masalah kemiskinan itu sendiri. Di era kolonial kita sepakat mengatakan kemiskinan disebabkan penjarahan kekayaan oleh penjajah. Tetapi di era merdeka juga terjadi penjarahan oleh warga sendiri dalam bentuk korupsi.

Karena itu, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar bersama-sama memerangi kemiskinan, seruan itu harus diterjemahkan dalam beberapa perspektif. Pertama, negara harus menempatkan perang terhadap kemiskinan sebagai perintah konstitusi. Karena itu ketidakmampuan mengurangi jumlah orang miskin tidak bisa dianggap sebagai kegagalan biasa, tetapi kejahatan. Kedua, kegagalan pemerintah memerangi korupsi harus pula dianggap sebagai kejahatan.

Hanya dengan begini negara dan pemerintah memiliki kewajiban yang imperatif. Tidak sekadar mengakui kegagalan.

Di negara-negara maju maupun negara miskin, bersamaan dengan perkembangan pemahaman tentang HAM, kemiskinan ditempatkan sebagai akibat dari sebuah kejahatan. Kalau seseorang membunuh orang lain dimasukkan ke penjara, mengapa yang menyebabkan bangsa menjadi miskin tidak?

Kemiskinan di Indonesia harus dilihat sebagai malapetaka kemanusiaan yang amat tragis. Bila di negara maju kemiskinan itu bisa relatif karena mereka memperoleh tunjangan sosial walaupun tidak memperoleh pekerjaan. Di Indonesia orang-orang miskin betul-betul kehilangan segala-galanya, termasuk harapan. Karena tidak ada jaring pengaman apa pun oleh negara yang mampu menolongnya.

Jadi kalau kita sekarang bersepakat memerangi secara bersama-sama kemiskinan di Indonesia, haruslah disepakati pula bahwa penyebab terhadap kemiskinan adalah penjahat. Atau dengan kata lain, kemiskinan adalah akibat dari sebuah kejahatan, baik yang dilakukan negara maupun pemerintah.

Negara yang terlalu lama tidak bisa mengatasi kemiskinan di dalam negeri, lambat laun akan kehilangan legitimasi sebagai negara. Negara seperti itu bisa dikategorikan sebagai negara yang gagal. Supaya pemerintah dan negara tidak dianggap sebagai penyebab dari kejahatan, hukumlah seberat-beratnya para koruptor. Ini hanya sebuah pilihan di antara banyak pilihan sanksi lainnya.

1 Response to “Melihat Kemiskinan sebagai Kejahatan”


  1. 1 Adhi. Wicaksana Oktober 31, 2006 pukul 4:36 pm

    Orang miskin paling enak dibohongi, maka itu pemerintah kita paling suka masyarakatnya miskin (lebih dari 4 juta jiwa).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,018 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: