Pergulatan China Melawan Korupsi

Kompas, Selasa, 03 Oktober 2006

Perang melawan korupsi tidaklah gampang di China. Meski banyak koruptor sudah dihukum keras, praktik korupsi masih terus merebak luas.

Terbongkarnya skandal korupsi atas dana pensiun di Kota Shanghai memperlihatkan praktik korupsi masih tetap berlangsung. Namun, perlu diakui pula, China memperlihatkan keseriusan dan mampu menjaga konsistensi dalam perang melawan kejahatan korupsi.

Pemerintah China, misalnya, tidak segan-segan memecat sejumlah pejabat tinggi di Kota Shanghai. Pekan lalu, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Shanghai Chen Liangyu dipecat bersama 24 anggota politbiro partai atas tuduhan terlibat dalam skandal penyelewengan dana pensiun senilai 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Dana sebesar itu disalahgunakan untuk investasi proyek properti dan jalan raya bebas hambatan, yang dilarang undang-undang. Penggunaan dana pensiun untuk proyek properti dan jalan raya bebas hambatan juga tidak patuh terhadap ketentuan pemerintah pusat.

Godaan melakukan korupsi begitu kuat sehingga pejabat di Shanghai dan wilayah lain di China cenderung mengabaikan peraturan maupun ketentuan pemerintah. Pejabat di pusat maupun di daerah menggunakan pelbagai cara canggih untuk korupsi.

Namun, tidak kalah mengesankan bagaimana Pemerintah China melakukan kontrol ketat terhadap berbagai bentuk penyelewengan dan korupsi di kalangan pejabat di pusat dan daerah.

Perang melawan korupsi itu dilakukan secara total, bukan sekadar tebang pilih. Pejabat yang melakukan korupsi dipecat, dipenjarakan, bahkan dihukum mati di tiang gantungan.

Sudah banyak pejabat yang dipecat, dipenjarakan, dan dihukum mati. Namun, sanksi keras itu tidaklah serta-merta menghentikan praktik korupsi di China.

Praktik korupsi masih terus berlangsung dalam cara dan metode yang lebih canggih dan rumit, seperti terlihat dalam skandal penyelewengan dana pensiun di Shanghai. Hanya perlu diakui pula, upaya melawan korupsi bukanlah sekali selesai.

Pergulatan melawan korupsi harus dilakukan terus-menerus sebagai pekerjaan yang memberi harapan perubahan jangka panjang. Sebagai salah satu bentuk kejahatan, perang melawan korupsi tidaklah gampang.

Sangat dibutuhkan kemauan politik dan kepemimpinan yang visioner agar upaya pemberantasan korupsi benar-benar menjadi kenyataan, bukan sekadar wacana. Upaya melawan korupsi bukanlah seperti membalikkan telapak tangan.

Iklan

4 Responses to “Pergulatan China Melawan Korupsi”


  1. 1 Fadjar Oktober 30, 2006 pukul 7:38 pm

    Kasus Korupsi di China:
    Kubu Hu Jintao vs Jiang Zemin

    Sebenarnya pemberantasan korupsi yang sedang dilakukan oleh pemerintah China sekarang masih sebatas di permukaan saja, belum menyentuh pelaku utamanya yakni klik Jiang Zemin. Di masa kekuasaan Jiang, elite politik sangat rakus menggrogoti uang negara. Jiang melalui anaknya juga memanfaatkan kekuasaan untuk membangun jaringan bisnis yang luas. KKN merajalela. Uang negara juga dimanfaatkan oleh Jiang untuk menindas Falun Gong, dengan menggunakan seperempat dari anggaran negara.

    Setelah Hu Jintao berkuasa, Jiang Zemin cs masih mengendalikan posisi-posisi strategis ekonomi dan politik sehingga pemerintah China tidak mampu memberantas korupsi sampai ke tingkat atas itu. Kini, klik Jiang mulai mengendor begitu Jiang terdepak dari ketua komisi militer. Kesempatan ini agaknya digunakan oleh Hu Jintao untuk mulai membabat klik Jiang dari bawah. Sekretaris Jenderal Partai Komunis Shanghai Chen Liangyu dan 24 anggota politbiro partai yang dipecat karena kasus korupsi itu adalah orang-orang kepercayaan Jiang Zemin.

    Lantas, apakah Hu jintao berani untuk membuka borok mantan atasannya– Jiang Zemin cs yang telah begitu banyak menyalahgunakan keuangan negara? Sebelumnya para pemerhati politik China cukup gemes dengan sikap Hu Jintao menghadapi Jiang Zemin yang terkesan lamban dan kurang berani. Dengan dibongkarnya skandal korupsi di Shanghai, barangkali Hu Jintao ingin menunjukan kepada dunia bahwa dirinya sedang memulai langkah perlawanan terhadap dedengkot Jiang Zemin yang korup dan lalim.

    Kita tunggu saja gebrakan Hu Jintao berikutnya terhadap komplotan Jiang. Bagaimanapun Hu Jintao sedang menghadapi tekanan kuat dari dunia internasional berkaitan dengan kasus pelanggaran HAM berat terhadap penganut Katolik, kaum Tibetan, dan pengikut Falun Gong— yang merupakan warisan rejim Jiang. Apalagi sekarang masalah pengambilan organ praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup untuk kepentingan transplantasi ilegal di China, sedang disorot organisasi2 HAM dunia. Tentu saja Hu Jintao perlu membersihkan diri dari noda-noda kotor bekas Jiang. Kalau menjelang Olimpiade 2009, bekas noda ini masih melekat, pesta akbar olah raga dunia itu terancam batal disenggarakan di sana. Kekuasaan Hu Jintao pun akan dipertaruhkan disini.

    Semoga Hu Jintao dengan hati nuraninya berani menghadapi semua tantangan itu, jika perlu meninggalkan PKC yang telah berlumuran darah dan air mata, dan merintis partai baru yang lebih demokratis. Dengan jalan ini, Tiongkok baru yang tanpa korupsi, yang pluralistis, dan demokratis akan bisa diwujudkan.

    Saleum

    Fadjar Pratikto
    Project Officer Media Transparency International Indonesia

  2. 2 Arief Desember 14, 2007 pukul 11:43 pm

    Indonesia Vs China

    Di Indonesia
    1. Korupsi > Rp. 1 Milyar dihukum paling lama gak nyampe 10 tahun
    Nyolong ayam tetangga juga bisa dihukum 10 tahun

    Di China
    1. Korupsi? Bisa dihukum mati Bo.
    Nyolong ayam? Paling didenda atau 1 bulan penjara.

    Kesimpulan,
    Di China nyolong ayam kena hukuman, apalagi korupsi

    Di Indonesia, lebih baik korupsi 100M dari pada nyolong Ayam. Hukumannya sama. Kasihan pencuri ayam

    Hiduuuuup Indonesia

    • 3 andru siswodihardjo SH MH Agustus 23, 2010 pukul 11:00 am

      untuk saudara arif..
      darimana saudara bilang maling ayam hukumannya 10 tahun?pasal 362 kuhp yang mengatur tentang pencurian itu ancaman pidananya maksimal 5 tahun dan pasal 363 kuhp yang mengatur mengenai pencurian dengan pemberatan adalah 9 tahun..
      hati2saudara arif klo brbicara mengenai hukum,,kesalahan ini tidak dapar dibenarkan secara akademis..

      • 4 Galihdin September 4, 2010 pukul 9:34 pm

        Untuk saudara Andru Siswodihardjo SH MH…
        Delik-delik pasal itu barang mati yang bisa Anda pakai sesuai keinginan Anda Pak…
        Seorang nenek berhutang 5 juta dihukum lima tahun…
        Seorang Anggodo Wijoyo yang berusaha menyuap sampai milyaran rupiah hanya diganjar 4 tahun penjara…
        Tunggu saja berapa vonis yang akan dijatuhkan pada Gayus Cs nanti…?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,980 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: