Semangat Reformasi yang Menciut di DPR

Media Indonesia, Selasa, 03 Oktober 2006
SEJUMLAH anggota Dewan Perwakilan Rakyat menilai diri sendiri. Penilaian itu dilakukan menyambut dua tahun masa kerja DPR periode 2004-2009 yang jatuh pada 1 Oktober 2006 lalu.

Salah satu penilaian yang boleh dibilang jujur ialah kesadaran mereka bahwa semangat reformasi DPR sekarang mulai mengendur. Beberapa yang juga menjadi anggota DPR periode 1999-2004 menilai dewan pada periode yang lalu lebih reformis daripada sekarang.

Salah satu ukuran terhadap bobot reformasi, menurut mereka, terletak pada dimensi idealisme. Semakin dewan bekerja berdasarkan idealisme, semakin reformasi dipertahankan. Idealisme mulai surut dalam periode sekarang dan tergantikan oleh pragmatisme. Pragmatisme individu, pragmatisme kelompok, dan pragmatisme partai.

Untuk menilai apakah DPR sekarang masih reformis atau tidak, bisa menggunakan dua kategori sederhana. Pertama, adalah masalah internal, dan kedua eksternal. Untuk masalah internal, pertanyaan yang mesti diajukan adalah apakah DPR masih melakukan reformasi terhadap diri sendiri? Sedangkan untuk eksternal pertanyaannya adalah apakah DPR masih berkomitmen pada pemberantasan korupsi dan good governance?

Dalam lingkungan internal dewan, terlihat jelas bahwa tarik-menarik antara pragmatisme dan idealisme berlangsung alot. Pengembalian uang lelah oleh seorang anggota kepada Badan Kehormatan tidak semua menerimanya sebagai tindakan terpuji. Oleh yang lain perbuatan itu dianggap pengkhianatan. Demikian juga pengembalian gratifikasi oleh seorang anggota kepada KPK.

Masih dalam wilayah internal, DPR belum serius membangun profesionalisme yang menunjang fungsinya sebagai wakil rakyat. Misalnya, tim ahli, penerbitan jurnal yang berwibawa, baik tentang pembahasan di dewan maupun hasil kunjungan ke daerah. Di negara lain, jurnal yang diterbitkan dewan dicari dan dijadikan rujukan karena ditulis dan digarap anggota yang didukung staf ahli yang kuat.

Seharusnya kunjungan ke luar negeri yang diributkan karena memakai istilah studi banding, bisa berubah menjadi apresiasi positif dari khalayak ketika ditulis dan dilaporkan dalam bentuk jurnal yang bisa diakses dan disebarluaskan kepada publik. Studi banding sekarang ini selalu dikecam sebagai akal-akalan karena hanya transparan bagi dewan, tetapi tidak bagi publik.

Dalam bidang pemberantasan korupsi dan good governance, DPR sekarang akan berjasa besar bila menggolkan asas pembuktian terbalik. Masalah ini sering menjadi wacana di dewan maupun pemerintah, tetapi tidak ada satu pihak pun yang berani mengambil peran sebagai lokomotif yang menariknya ke dewan. Anggota DPR dengan hak inisiatif tidak terlalu berani memprakarsai asas pembuktian terbalik ini. Pemerintah apalagi.

Tidak adil bila hanya menuding DPR sebagai lembaga yang tidak lagi bersemangat memperjuangkan reformasi. Partai politik adalah pihak yang paling bertanggung jawab bila DPR ternyata menjauh dari semangat reformasi.

Jadi selama semangat reformasi tidak menjadi roh partai-partai, terutama partai besar, selama itu DPR pun tidak menjadi roh reformasi. Karena anggota DPR adalah kepanjangan tangan partai-partai. Celakanya, partai politik sekarang ini menjadi entitas yang tidak tersentuh oleh kekuatan edukasi apa pun kecuali ketakutan tidak akan dipilih dalam pemilu kalau mereka tidak populer.

0 Responses to “Semangat Reformasi yang Menciut di DPR”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: