Ada Asap, Ada Flu Burung

Kompas, Rabu, 04 Oktober 2006

Adalah sebuah kenyataan bahwa ada dua masalah yang terus menuntut perhatian, yakni soal kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap dan flu burung.

Mengapa kita mempersoalkan kedua hal itu? Sebab, baik masalah kebakaran hutan maupun kasus flu burung bukan barang baru. Sejak beberapa lama kita mengingatkan agar kedua hal itu mendapat perhatian khusus karena pengaruhnya langsung terhadap kehidupan masyarakat banyak.

Warga yang tinggal di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan berbulan-bulan harus hidup di tengah kepungan asap karena pembakaran hutan. Selain tidak bisa beraktivitas secara bebas, mereka juga sangat terganggu. Bahkan, seperti terjadi di Kalimantan Tengah, sepasang suami istri yang sedang mengendarai motor menabrak bagian belakang truk karena jarak pandang yang terganggu asap sehingga sang suami meninggal.

Gugatan kita, mengapa meski berulang-ulang diingatkan, persoalannya tidak kunjung tertangani. Bahkan tidak hanya itu, keadaannya malah semakin buruk. Jumlah penerbangan yang harus dibatalkan akibat asap semakin banyak, sementara korban penderita flu burung dan bahkan yang meninggal terus meningkat.

Pertanyaannya, apakah kita mengerjakan tugas yang seharusnya kita lakukan itu? Ataukah kita tidak cukup peka dan cukup peduli untuk mengambil tindakan?

Tentunya terlalu berlebihan kalau dikatakan kita tidak melakukan apa-apa. Kita percaya bahwa langkah tindakan sudah diambil. Hanya saja, efektivitasnya dirasakan kurang dan bahkan tidak ada.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Kita menangkap adanya masalah kelemahan koordinasi. Tidak adanya kesatuan pemikiran dan tindakan membuat kerja keras yang sudah dilakukan menjadi tidak efektif.

Kita memang sangat lemah dalam hal koordinasi itu. Meski telah dibentuk yang namanya tim nasional, komisi nasional, atau apa pun namanya, dalam praktiknya ketika harus diaplikasikan di lapangan, egoisme sektoral, egoisme departemental itu begitu kuatnya sehingga koordinasi selalu menghadapi hambatan.

Apalagi kemudian kita dihadapkan kepada kepemimpinan, leadership, yang kurang kuat. Penunjukan pejabat yang tidak didasarkan atas pertimbangan kompetensi, kemampuan terbaik membuat yang namanya ketua tim, hanya menjadi macan kertas yang tidak berdaya.

Tentunya yang sangat dibutuhkan sekarang adalah efektivitas. Kebakaran hutan hanya bisa dikendalikan apabila ada kepemimpinan yang efektif dan juga tegas sehingga tidak mengenal kompromi. Yang terpenting, langkah tindakan penyelamatan warga dan pengendalian kebakaran hutan bisa terlaksana.

Hal yang sama berlaku dalam pengendalian penyebaran penyakit flu burung. Bagaimana mungkin dengan jumlah penderita yang terus meningkat, apa yang dilakukan hanya terbatas pada sosialisasi di televisi. Yang kita butuhkan adalah tindakan nyata dan terorkestrasi untuk bisa mengendalikan penyebaran penyakit itu.

Sepanjang cara kerja kita masih seperti ini, jangan heran masalah asap dan flu burung akan terus ada.

Iklan

0 Responses to “Ada Asap, Ada Flu Burung”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,792 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: