Membaca Data Korupsi

Republika, Rabu, 04 Oktober 2006
Ada nada gembira saat Staf Khusus Presiden, Sardan Marbun, mengungkap data statistik pengaduan masyarakat kepada Presiden melalui SMS dan PO Box 9949. Pengaduan korupsi, menurut dia, ternyata sebagian besar terkait kasus pada 2000-2004. Jumlahnya mencapai 1.078 kasus atau 95,3 persen. Sedangkan, tentang kasus yang terjadi pada kurun 2004-2005, hanya ada 51 pengaduan atau 4,7 persen.

Kurun 2000-2004 jelas bukan periode utama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia bekerja hampir di akhir 2004 dan kendali tahun secara penuh baru ia pegang pada periode 2005-2006. Sardan tampaknya ingin menyatakan bahwa pengaduan kasus korpsi yang terjadi pada pada periode Yudhoyono sedikit.

Ini soal penafsiran. Apakah ketiadaan pengaduan menunjukkan makna yang positif? Apakah dengan sedikitnya pengaduan berarti sedikit pula kasus korupsi? Apakah penurunan angka pengaduan menjadi cermin penurunan angka kasus korpsi? Mungkinkah masyarakat menyimpan rasa skeptis saat mengetahui kasus korupsi terjadi pada era pemerintahan yang sedang berjalan?

Kabar buruk, kata Bill Gates, seharusnya tiba lebih dulu. Ini penting agar kita bisa lebih cepat membuat penyelesaian. Biarlah kabar-kabar baik menyusul kemudian, sebagai bekal agar kita tak putus harapan. Nah, kalau kabar buruk pengaduan korupsi tidak kita terima, atau sedikit sekali kita terima, bagaimana kita bisa bergegas menuntaskan masalah ini. Bukankah data-data lain, termasuk hasil survei lembaga asing, justru menunjukkan ”prestasi” korupsi kita masih tinggi. Transparency International, misalnya, masih memasukkan kita ke dalam deretan negara terkorup di dunia.

Apalagi, melihat statistik tersebut, soal korupsi ternyata bukan minat utama masyarakat saat ingin mengadu langsung kepada Presiden, terutama melalui SMS. Masalah ini hanya menempati urutan keempat dengan 229.902 SMS dan 1.018 surat. Masyarakat lebih tertarik bicara soal pelayanan umum (317.881 SMS dan 964 surat), good corporate governance (298.714 SMS dan 229 surat), dan soal pelayanan kesehatan (263.828 SMS dan 35 surat).

Kita tak bermaksud mengecilkan semangat pemberantasan korupsi. Kita hanya merasa perlu mengingatkan dua hal: Pertama, data statistik itu menunjukkan betapa menumpuknya pekerjaan rumah pemerintahan sekarang untuk menyelesaikan kasus korupsi–baik yang terjadi dua tahun terakhir, saat Yudhoyono mulai menjabat presiden, maupun sejak tahun 2000. Kedua, kasus korupsi tidaklah menurun seiring berkurangnya jumlah pengaduan.

Kemarin saja, kita mendapat data dari anggota DPR tentang kasus korupsi yang melibatkan 1.062 anggota DPRD. Terlepas dari pembelaan DPR atas nasib mereka yang mungkin satu partai atau satu jenis profesi, kita patut menyimak bahwa dalam kasus-kasus di daerah itu, para kepala pemerintahan justru mudah lolos di pengadilan. Selain itu, anggota DPRD dari Fraksi TNI/Polri pun tidak terjaring. Sehingga, muncullah tuduhan tentang tebang pilih kasus korupsi.

Benar kata Presiden pada awal Agustus lalu, korupsi telah berada di luar kontrol. Dengan komitmen pemberantasan yang kuat, kita mungkin berhasil menakut-nakuti banyak orang yang berniat korupsi, tapi kita tak bisa menyimpulkan bahwa niat korupsi akhirnya surut. Bisa jadi, karena ketakutan itu, korupsi justru menjadi semakin canggih dan dalam istilah Yudhoyono menjadi di luar kontrol.

Pelajaran bagi kita dari data statistik kemarin adalah dukungan rakyat bagi pemberantasan korupsi. Kita tak bisa bermain-main, katakanlah dengan cara tebang pilih yang belakangan menjadi sorotan, dalam menunjukkan komitmen. Kita justru terbuka saat gubernur, bupati, jenderal, atau dirut perusahaan besar pun mendapat ganjaran berat bila korupsi.

Ada 243.856 SMS dan 8.067 surat berisi dukungan terhadap pemerintahan Yudhoyono. Dukungan utama muncul karena rakyat percaya pada upaya pemberantasan korupsi yang sedang berjalan. Tentu pemberantasan yang adil, tidak pilih-pilih.

Iklan

0 Responses to “Membaca Data Korupsi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,164 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: