Buka Lagi Kasus Munir

Kita bisa merasakan perasaan hati Keluarga Munir. Orang yang mereka kasihi telah meninggal dunia, tetapi tetap tidak jelas mengapa ia harus meninggal. Putusan yang ditetapkan Mahkamah Agung berkaitan dengan kasasi terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak terlibat dalam pembunuhan terhadap tokoh hak asasi manusia itu. Pollycarpus yang sebelumnya dijatuhi hukuman 14 tahun hanya terbukti memalsukan surat dinas dan atas kesalahannya itu MA mengoreksi hukumannya menjadi dua tahun penjara.

Dengan putusan itu, semakin tidak jelaslah apa yang terjadi dengan almarhum Munir. Pollycarpus yang sebelumnya dituduh menjadi pelaku pembunuhan dengan menempatkan racun arsenik ke makanan Munir ternyata bukan pelakunya. Lalu, kalau bukan Pollycarpus, siapa yang melakukannya, dan dengan motif apa?

Inilah ujian berat lain yang kita hadapi sebagai bangsa. Sebab, selama ini muncul kesan, orang-orang yang meninggal karena “kekerasan negara” tidak pernah bisa diungkap duduk perkara yang sebenarnya. Beberapa kasus yang masih hangat saja tetap masih gelap sampai sekarang, antara lain kasus wartawan Bernas, Udin, dan tokoh kaum pekerja perempuan, Marsinah.

Pada zaman dulu kasus-kasus seperti itu masih bisa kita terima untuk tidak bisa atau sulit diungkap karena kita hidup pada pemerintahan otokrasi. Namun, sekarang, ketika kita hidup pada era demokrasi, sangat aneh apabila kasus seperti itu juga tak bisa kita buat lebih jelas duduk perkaranya dan diungkap kebenarannya.

Kalau kasus Munir kita katakan ujian, itu karena sekarang ada semacam hipotesis, kita ini baru berubah sistemnya menjadi demokrasi, tetapi kultur dan tatanan masih yang lama. Kita tentunya tak bisa membiarkan hipotesis itu menjadi benar karena pilihan kita untuk menerapkan demokrasi bukan untuk sekadar basa-basi.

Kita memang berniat membangun demokrasi dan ingin meninggalkan istilah “kekerasan negara”. Tidak boleh lagi ada tindakan sewenang-wenang oleh pemegang kekuasaan terhadap warganya. Kita harus buktikan bahwa Munir bukan meninggal karena adanya “kekerasan negara” terhadap warganya.

Pertanyaannya, mampukah kita melakukan itu? Kita tentunya harus optimistis dan percaya diri bahwa kita akan mampu melakukan transformasi demokrasi.

Dalam kasus Munir, secara profesional tentunya kita harus menelusuri kembali kasus pembunuhan itu ke belakang. Memang tidak mudah karena kasus dugaan pembunuhan itu sudah terjadi lebih dari dua tahun lalu. Namun, data-data sudah pernah dicari dan setidaknya Tim Pencari Fakta yang dibentuk Presiden sudah bekerja dan memberikan rekomendasi kepada Presiden.

Yang diperlukan sekarang adalah sikap yang lebih tenang. Biarkanlah penegak hukum menemukan bukti hukum yang valid. Jangan terlalu banyak dipengaruhi oleh analisis-analisis dan bahkan pesan politik sehingga malah mengaburkan inti persoalan. Kita sama-sama berkepentingan untuk mengungkap kasus Munir guna melengkapi proses demokrasi kita ini.

Kompas, Jumat, 06 Oktober 2006

Iklan

3 Responses to “Buka Lagi Kasus Munir”


  1. 1 zakir November 2, 2009 pukul 11:31 am

    r kasus munir ini,kasus munir bukti masih kuatnya mafia kekuasaaan, di negeri ini, hanya berani menghukum kambing hitam saja, dalam moment kpk ini saya pikir ini kesempatan untuk menggerakkan kasus munir kembali, jangan pernah berhenti untuk membela aktifitas munir, mana komentar buyung nasution, kemana jiwa hukum anda untuk kasus munir ini, apa betul yang salah hanya pollycarpus, tidak sangat masuk akal seorang pollycarpus yg bersalah untuk kasus munir ini, mana kehebatan anda buyung yang katanya dewan penasehat presiden, buktikan anda punya kekuatan untuk membongka

  2. 2 haryoshi Oktober 11, 2010 pukul 11:22 am

    kasus nya tenggelam seiring berjalan nya waktu.
    sungguh tak patut….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,980 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: