Siswa Bukan Kelinci Percobaan

Banjarmasin Post, Jumat, 06 Oktober 2006 Pakar pendidikan, Prof Dr Suyata, mengatakan, sebuah negara akan maju jika dunia pendidikannya maju. Artinya, para pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Siapa pun yang menjadi pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan, yang harus dikedepankan adalah keberadaan anak bangsa. Sebab, dalam kurun waktu 20-30 tahun yang akan datang, rakyat juga yang akan ‘menikmati’ kiprah mereka. ‘Nikmat’ kehancuran atau nikmat ‘kemajuan’.

Anehnya, para pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan kita suka gaya ‘akrobat’. Mengusung alasan inovasi pendidikan atau pendidikan inovatif, siswa seolah menjadi kelinci percobaan.

Satu kebijakan yang hingga kini masih menjadi pro dan kontra adalah Ujian Nasional (UN). Banyaknya siswa yang tidak lulus akibat diganjal soal ujian produk Jakarta itu, menjadi alasan sebagian kalangan mempertanyakan efektivitas UN.

Saat itu juga terlintas di benak pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan, untuk memutuskan tidak ada UN lagi mulai 2007 nanti.

Belum sempat penghapusan UN diumumkan, Rabu (4/10) kemarin, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo selaku pucuk pimpinan dalam dunia pendidikan dengan gagah menyatakan pada 2007 nanti, UN tetap dilaksanakan.

Anehnya, Mendiknas yang berlatar belakang seorang ekonom itu tidak bisa menjelaskan bagaimana gambaran UN 2007. Atau, paling tidak perbedaan antara UN yang diselenggarakan tahun sebelumnya dengan UN 2007 nanti.

Justru Bambang Sudibyo yang mantan Menteri Keuangan itu, membuat teka-teki yang jelas susah dijawab stakeholder khususnya siswa dan orangtua siswa.

“Saya kira ada perubahan kriteria kelulusan. Biasanya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengubah kriteria kelulusan setiap tahunnya,” kata Mendiknas seperti dimuat di BPost edisi Kamis, 5 Oktober 2006.

Sebagai seorang pemegang pucuk pimpinan dalam dunia pendidikan, selayaknya Mendiknas memberi jawaban yang jelas. Bukan malah membuat teka-teki, karena ini menyangkut masa depan bangsa.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tanpa ada sebuah rencana jangka panjang yang disertai target, sama saja membuang-buang waktu, biaya dan tenaga. Imbasnya, rakyat tak bisa menikmati kemajuan.

Pelaksanaan UN memang masih satu tahun lagi. Namun begitu, seharusnya Mendiknas sudah punya jawaban apa dan bagaimana UN 2007. Selayaknya guru dan siswa, sudah mengetahui standar kelulusan. Mengetahui arah menggapai masa depan.

Yang tak kalah penting, jangan lupakan peran guru dalam meluluskan siswa. Sebab, merekalah yang sekian lama turut memantau bagaimana semangat juang anak bangsa itu. Artinya, mereka juga harus dilibatkan sebagai penentu kelulusan. Bukan tergantung kepada tiga mata pelajaran yang diujikan.

BSNP sebagai lembaga independen yang menentukan kriteria kelulusan, harus secepatnya menyampaikan semua persyaratan lulus itu. Kemudian, Mendiknas menindaklanjuti segala yang telah diputuskan mitra kerjanya tersebut.

Ingat, masa depan bangsa ini ada di tangan anak bangsa. Jangan membuat mereka bingung, dan jangan korbankan mereka cuma untuk kepentingan di luar kepentingan masa depan.

Iklan

0 Responses to “Siswa Bukan Kelinci Percobaan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,556 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: