Solusi Pas di Babel

Kemarahan massa di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencapai puncaknya Kamis lalu. Setelah malam sebelumnya melakukan aksi di depan Markas Polda Babel, pada hari itu massa yang berjumlah sekitar 2.000 orang merangsek ke kantor gubernur dan melakukan aksi anarki. Massa yang tak bisa lagi ditahan oleh petugas kepolisian yang jumlahnya amat sedikit itu kemudian merusak barang-barang termasuk kendaraan-kendaraan yang terparkir.

Massa yang anarki itu diduga merupakan para penambang di tambang inkonvensional (TI) dan para buruh industri peleburan timah (smelter) swasta. Kemarahan massa merupakan buntut ditutupnya areal TI beberapa bulan belakangan ini serta ditutupnya smelter oleh polisi sejak Rabu lalu. Aksi massa itu bisa jadi juga dipicu oleh ditangkapnya tiga pengusaha yang disangka melakukan praktik penambangan dan ekspor timah ilegal ke Singapura sebanyak 93 kontainer karena tidak dilengkapi letter of credit (L/C). Akibat kegiatan tidak sah ini negara ditaksir rugi Rp 8 triliun.

Melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat Babel, patut diduga bahwa kemarahan massa lebih karena mereka merasa priuk nasinya terancam akibat penutupan penambangan TI dan smelter. Bagi mereka tambang dan industri peleburan timah merupakan sumber penghasilan utama –bahkan sejak nenek moyangnya 400 tahun silam. Bila penutupan terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda dibuka kembali, berarti pula tertutuplah sumber nafkah utama mereka. Itu berarti mereka akan menganggur dan kehilangan ladang untuk menghidupi keluarganya.

Di sisi lain pemerintah pusat merasa menderita kerugian mencapai Rp 8 triliun akibat ekspor yang diduga ilegal tersebut. Kerugian itu ditaksir akibat hilangnya royalti serta devisa yang seharusnya dibayar kepada negara. Dalam kondisi keuangan negara sekarang ini, angka triliunan rupiah tentu bukan sedikit. Bahkan kalau praktik-praktik tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah.

Kedua persoalan tadi tentu saja tak bisa dibiarkan. Negara harus menjamin masyarakat setempat untuk tetap bisa mencari nafkah dari menambang timah, namun juga harus bisa menjaga kerugian akibat ekspor maupun penambangan ilegal. Untuk itu diperlukan solusi yang pas untuk mengatasinya. Solusi yang dapat diterima masyarakat sekaligus menjamin hilangnya unsur kerugian negara. Penataan kembali usaha pertimahan di sana merupakan syarat utama.

Pemerintah pusat maupun daerah mesti duduk satu meja dengan asosiasi industri timah untuk menjamin bahwa pertambangan TI tidak ditutup, tapi sebaliknya menutup pintu bagi usaha-usaha penambangan serta smelter ilegal. Dalam hal ini juga perlu ditata kembali persoalan harga jual hasil timah galian rakyat. Harga beli yang ditawarkan smelter swasta untuk membeli timah galian rakyat tidak boleh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh PT Timah Tbk dan PT Kobatim –dua perusahaan yang mendapat lisensi resmi membeli timah hasil galian rakyat.

Selama ini para pengusaha smelter mampu menyerap harga lebih tinggi karena mereka tidak terbebani oleh biaya-biaya akibat ekplorasi penambangan timah. Bila ini terus dibiarkan, maka kerugian negara pun kian besar. Tidak semata pada hasil galian timah yang menumpuk pada mereka, tapi juga tidak terkontrolnya kerusakan lingkungan hidup. Sebab, dengan hanya menjadi pembeli hasil timah galian rakyat, para pemilik smelter tak perlu bertanggung jawab pada kerusakan lingkungan akibat TI.

Terkait dengan kerusuhan Kamis lalu, aparat harus bertindak tegas. Pelakunya harus ditangkap dan diadili, terutama mereka yang menjadi dalangnya. Kita sepakat untuk perang terhadap tindakan yang anarki.

Republika, Sabtu, 07 Oktober 2006

Iklan

0 Responses to “Solusi Pas di Babel”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,663 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: