Kehormatan Bangsa setelah Utang Lunas

ADA kebanggaan besar yang sangat penting dirayakan pekan ini. Kebanggaan besar karena menyangkut kehormatan bangsa.

Kebanggaan besar itu ialah bahwa dalam pekan ini seluruh utang Indonesia kepada Dana Moneter Internasional (IMF) telah lunas dibayar lebih cepat daripada rencana. Pembayaran utang tahap kedua sebesar US$3,2 miliar telah dilakukan pada Kamis (5/10).

Menurut Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, sesuai dengan mekanismenya, penyelesaian utang itu akan rampung dalam lima hari. Jadi, pekan ini juga negara ini sudah tidak punya utang lagi kepada IMF.

Sebelumnya, pada Juni 2006, Bank Indonesia telah melakukan pembayaran tahap pertama sebesar US$3,75 miliar. Pembayaran tahap kedua semula akan dilakukan pada 2007, tetapi Indonesia ternyata mampu mempercepat pembayaran itu sehingga minggu ini juga semua utang kepada IMF tuntas lunas.

Melunasi utang tentu saja adalah kewajiban. Namun, utang kepada IMF bukan semata utang uang, melainkan juga menyangkut kehormatan bangsa. Karena dengan memberi utang itu, IMF bertindak seakan ia yang memiliki dan memimpin negeri ini. Ia mengatur kebijakan sesuai dengan kehendaknya dan, celakanya, negeri ini tidak menjadi sembuh dari krisis, tetapi malah semakin parah.

IMF jelas bukan penyelamat, melainkan justru pembawa celaka. Kritik keras terhadap IMF itu tidak hanya dilakukan kalangan LSM. Kritik yang sangat telak juga dilontarkan tokoh sekaliber Joseph Stiglitz, yang memenangi Hadiah Nobel untuk ekonomi pada 2001. Salah satu kritiknya mengenai privatisasi, yang dinilai lebih banyak mencelakakan ketimbang menyelamatkan.

Memang, adalah fakta yang menyakitkan bahwa negara yang diobati IMF justru sakit berkepanjangan, tak kunjung keluar dari krisis. Sebaliknya, negara yang tidak berurusan dengan IMF justru sehat lebih cepat.

Setelah utang kepada IMF lunas, Indonesia hanya menjadi anggota. Tidak lagi menjadi anggota sekaligus sebagai pasien IMF. Sebuah perubahan status luar biasa karena dengan lunasnya utang, berakhirlah pula kecongkakan IMF. Berakhirlah pula intervensi IMF kepada Indonesia.

Oleh karena itu, pekan ini sepatutnya kita rayakan dengan kebanggaan besar sebab kehormatan bangsa telah kembali tegak gagah di hadapan IMF.

Media Indonesia, Senin, 09 Oktober 2006

Iklan

0 Responses to “Kehormatan Bangsa setelah Utang Lunas”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,874 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: