Nasib Irak dan Korut Memang Beda

Menyusul pengumuman uji nuklir Korut, Presiden George W Bush yang dikenal keras dalam soal proliferasi nuklir, Rabu (11/10), menegaskan, AS tidak akan menyerang Korut. Pernyataan Presiden Amerika Serikat itu serta-merta menimbulkan pertanyaan luas, mengapa ia bisa bersikap begitu terhadap Korut, sementara terhadap Irak ia seperti terburu-buru melakukan serangan ke Irak, meski dasar untuk melakukan hal itu kemudian tidak terbukti.

Ya, nasib Irak tampaknya memang berbeda dengan nasib Korut. Oleh kebijakan tokoh yang sama, kini Irak tampak semakin tenggelam dalam kekacau-balauan.

Semua itu tak diragukan lagi dipicu oleh invasi AS yang dilandasi oleh tuduhan bahwa Irak mengembangkan senjata pemusnah massal. Kita semakin merasa bahwa Irak merupakan satu tragedi justru ketika tuduhan AS itu tidak terbukti.

Dengan mengangkat kontras antara Irak dan Korut, tidak berarti kita pro terhadap serangan ke Korut. Kita sekadar mengamati bahwa memang Korut berbeda dengan Irak. Sebelum menyerbu Irak, AS memang menghadapi tentangan bahkan dari sekutu-sekutu Barat dan Arabnya. Kini tentangan terhadap ide menyerang Korut paling keras justru datang dari Korsel dan China.

Masuk akal kalau Korsel keberatan Korut diserang. Pertama, tentu Korsel melihat pengaruh langsung serangan tersebut terhadap keamanan dirinya, karena Korut yang diserang pasti akan melakukan pembalasan kepada Korsel juga. Berikutnya, serangan terhadap Korut juga akan mengubur kemungkinan tercapainya perdamaian di Semenanjung Korea, yang ada justru jatuhnya banyak korban di antara warga kedua Korea yang beberapa waktu terakhir justru sedang giat mengembangkan kontak.

Dalam konferensi pers hari Rabu (11/10), Bush menjelaskan mengapa tidak akan menyerang Korut, yaitu karena diplomasi masih bisa diharapkan.

Diplomasi yang diharapkan adalah diplomasi multilateral, bukan diplomasi satu lawan satu. Menengok pengalaman hari kemarin, perundingan multilateral kelihatannya mendekati hasil, padahal gagal, karena Korut pada dasarnya ingin perundingan langsung dengan AS.

Meski demikian, perundingan ini masih dijadikan sebagai gantungan AS dalam menangani masalah Korut. Apakah ini baik atau buruk, yang jelas perundingan itu membuat Korut tidak semalang Irak yang, meski tidak terbukti memiliki senjata pemusnah massal, harus menanggung derita seperti sekarang ini.

Kompas, Jumat, 13 Oktober 2006

Iklan

0 Responses to “Nasib Irak dan Korut Memang Beda”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,207 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: