Bukan Kesedihan tetapi Rekonsiliasi

Mimpi buruk itu terjadi empat tahun silam. Bali yang damai tiba-tiba luluhlantak dihajar bom. Dua ratus orang lebih tewas. Belum yang luka-luka. Bom itu tidak hanya memporak-porandakan dua kafe di Legian dan menghancurkan industri pariwisata Bali, tetapi lebih dari itu: meremukkan rasa kemanusiaan. Kita tidak habis pikir bagaimana serangan bom semacam itu bisa terjadi. Polisi kita pun telah mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam menggulung para pelakunya. Berdasarkan bukti nyata dan meyakinkan, polisi berhasil menangkap para pelaku satu per satu, yakni Amarozi cs. Kini mereka ditempatkan di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, menanti pelaksanaan eksekusi mati. Dan, tanpa terasa, peristiwa yang membuat industri pariwisata nasional kita hampir gulung tikar itu sudah terjadi empat tahun silam.

Warga masyarakat dari seluruh lapisan yang bersimpati, korban yang selamat, dan keluarga korban hadir di Ground Zero, Kuta, untuk mengenang peristiwa tersebut. Inti dari peringatan itu satu, yakni mengumandangkan gema perdamaian tidak saja ke seluruh wilayah Indonesia, tetapi ke seluruh dunia.

Kenapa? Karena teror bom tidak hanya masalah Indonesia, Amerika Serikat, Irak, Turki, Thailand, Filipina, tetapi masalah dunia. Inggris yang selama ini terkenal tertib hukum tiba-tiba diguncang teror. Spanyol yang tenang dikejutkan oleh bom. Bom bisa meledak di mana-mana saat ini. Yang menjadi korban adalah orang-orang yang tidak berdosa, orang-orang apolitik.

Dengan menempatkan masalah terorisme sebagai masalah global, kita bisa memahami inisiatif komunitas korban Bom Bali di London untuk membangun suatu monumen peringatan. Tak tanggung-tanggung, Pangeran Charles dan istrinya, Putri Camilla atau Duchess of Cornwall meresmikan monumen yang berada di Clive Steps, berseberangan dengan St James’s Park itu. Monumen tersebut berbentuk bola dunia dengan relief 202 burung merpati. Bola terletak di depan sebuah tembok yang bertuliskan nama-nama korban bom Bali. Ratusan orang hadir, termasuk Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett dan Menteri Kebudayaan Tessa Jowell. Pada kesempatan itu, nama-nama korban dibacakan.

Baik yang hadir di Kuta maupun di London tampak haru ketika mengenang peristiwa pahit itu. Tak sedikit yang menitikkan air mata membasahi pipi. Mereka berusaha menyeka air mata, namun air mata itu tetap mengalir deras. Tentu saja sangat menyedihkan ketika kita kehilangan saudara karena dia atau mereka adalah tempat kita bisa mengungkapkan segala hal. Apalagi sebagian besar dari korban itu sedang menikmati liburan di Pulau Dewata itu.

Peringatan kali ini, sekali lagi ingin menegaskan kita menolak aksi teror bom, tidak saja di Bali, tetapi juga di wilayah lain Indonesia, seperti Poso yang masih terus diganggu teror bom setelah Tibo cs yang dituduh sebagai otak kerusuhan Poso dieksekusi mati. Peringatan empat tahun itu juga adalah penegasan agar dunia bebas dari teror bom.

Peringatan ini pun mengajak kita semua agar dengan hati bersih bertekad untuk hidup damai tanpa prasangka satu sama lain. Kita memberi apresiasi yang dalam karena masyarakat Bali, juga anggota masyarakat lain, yang menjadi korban bom justru melawan teror bom dengan cinta. Dan, perjuangan mewujudkan dunia yang bebas dari teror telah mendapat dukungan dari mana-mana. Mereka yang hadir di Kuta, juga di London, secara tak langsung ingin menyatakan dukungannya kepada keluarga yang menjadi korban dan sekaligus bergandengan dengan masyarakat dunia untuk menciptakan dunia yang damai, sama-sama menggemakan lagu perdamaian.

Memang, peringatan macam ini selalu membuat air mata gugur di pipi. Kita mengenang orang-orang yang kita cintai yang telah menjadi korban. Kita berpendapat, setiap orang yang mengucurkan air mata pasti menginginkan suatu rekonsiliasi, bukan kesedihan.

Suara Pembaruan, 14 Oktober 2006

Iklan

0 Responses to “Bukan Kesedihan tetapi Rekonsiliasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,164 hits
Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: