Antara Pertumbuhan dan Pemerataan

Upaya mencari keseimbangan antara pemerataan dan pertumbuhan ekonomi dianggap kunci kemenangan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Mantan buruh pabrik berusia 61 tahun itu bertekad melanjutkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan hasil pembangunan ekonomi, ditambah pendidikan, sebagai tiga prioritas dalam periode kedua kepemimpinannya.

Lula terpilih kembali menjadi presiden dalam putaran kedua pemilihan hari Minggu 29 Oktober, mengalahkan pesaing terdekatnya, Geraldo Alckmin, yang sedang menjabat Gubernur Sao Paulo.

Semula Lula diyakini langsung meraih kemenangan pada putaran pertama tanggal 1 Oktober lalu, tetapi tuduhan korupsi yang melibatkan Partai Pekerja, kawan-kawan dekat, dan anggota kabinetnya memengaruhi kepercayaan publik.

Namun, hasil pemilu putaran kedua memperlihatkan dukungan mencolok terhadap Lula dengan perolehan hampir 61 persen suara. Kemenangan Lula kali ini tidak terlepas dari reputasi dan prestasinya dalam periode empat tahun pertama pemerintahannya.

Setelah terpilih untuk pertama kalinya tahun 2003, Lula melancarkan program pengentasan orang miskin, termasuk menyediakan dana bantuan bulanan sampai sebesar 44 dollar AS kepada 11 juta keluarga miskin di negeri berpenduduk 189 juta jiwa itu.

Namun, program pemberantasan kemiskinan itu tidak sampai mengabaikan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak mengherankan, Lula memberikan dorongan kepada kalangan pengusaha mengembangkan usaha untuk memperluas lapangan kerja.

Pola dan gaya kepemimpinannya sangatlah menarik. Sekalipun berhaluan kiri, ia terbukti mengesampingkan persoalan ideologis dan cenderung bersikap pragmatis dalam mengelola pemerintahan dan ekonomi.

Di dalam negeri, Lula tidak hanya memberikan perhatian kepada kaum miskin, tetapi juga kalangan pengusaha untuk kepentingan penciptaan lapangan kerja dan pajak. Dukungan politik terhadap Lula pun meluas, tidak lagi hanya terbatas pada kaum miskin.

Pendekatan pragmatis itu diperlihatkan pula pada politik luar negeri. Pemimpin berhaluan kiri itu tidak hanya bersahabat dengan tokoh kiri Presiden Venezuela Hugo Chavez, tetapi juga menjalin hubungan erat dengan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush yang liberal.

Keluwesan politik luar negeri itu membuat kepemimpinan Lula diterima luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kawasan Amerika Latin.

Kompas, Kamis, 02 November 2006

Iklan

0 Responses to “Antara Pertumbuhan dan Pemerataan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,243 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: