Sudah Siap Mengantisipasi Banjir?

Hujan sudah mulai turun. Guntur dan kilat sudah mulai menggeram di langit Jakarta. Sebentar lagi musim hujan datang setelah musim kering tujuh bulan berlalu. Bila pada musim kering, penduduk Jakarta merasakan susahnya mendapatkan air bersih untuk keperluan minum, mandi, dan cuci, maka pada musim hujan nanti penduduk juga akan kembali kekurangan air minum, mandi, dan cuci. Kenapa? Karena air berlimpah yang datang itu banjir. Persoalannya, langkah antisipasi apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi banjir itu? Langkah antisipasi itu penting kita persoalkan karena sekitar 40 persen wilayah Jakarta rawan tenggelam akibat sudah berada di bawah permukaan laut. Keadaan akan menjadi tambah runyam nanti bila banjir datang dan pada saat bersamaan air laut sedang pasang. Air laut pasang itu akan menjelma menjadi “bendungan raksasa” yang akan menahan laju air banjir dari wilayah luar Jakarta yang mengalir ke Jakarta. Keadaan akan menjadi tambah buruk karena banjir tahun 2006 ini diperkirakan akan lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya. Siklus banjir hebat di Jakarta terjadi lima tahun sekali. Sebelumnya terjadi pada 2001 dan 1996 di mana Jakarta hampir tenggelam.

Tercatat ada 13 sungai yang melewati Jakarta. Sudah bisa diukur betapa besar debit air yang akan menggenangi Jakarta. Jumlah air yang besar itu tentu tidak akan mampu lagi ditampung oleh das sungai itu sendiri. Akibatnya, air akan membludak. Keadaan akan bertambah parah karena sekarang daerah-daerah terbuka dari hari ke hari makin berkurang jumlahnya. Lahan-lahan kosong yang seharusnya menjadi jalur hijau malah diisi dengan berbagai bangunan mulai dari pompa bensin sampai mal.

Padahal, semenjak awal Jakarta yang semula bernama Batavia adalah daerah rawa-rawa. Rawa-rawa itulah yang menjinakkan banjir selama berabad-abad. Sebut saja Tebet. Nama itu berasal dari kata “tebat” yang berarti rawa-rawa atau empang untuk menyekat pengaliran air. Namun begitu daerah rawa-rawa yang berperan penting untuk menjinakkan banjir telah diuruk dan dijadikan daerah perkantoran dan permukiman, maka banjir pun terjadi.

Pemprov DKI memang telah bersiap-siap “menyambut” datangnya banjir. Misalnya, telah disediakan dana Rp 500 miliar yang diambil dari dana cadangan daerah untuk mengantisipasi segala kebutuhan masyarakat saat menghadapi musibah banjir. Saat ini juga sedang dikebut pembangunan Banjir Kanal Timur. Selama ini Jakarta hanya memiliki Banjir Kanal Barat yang dibangun pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930-an. Dari pengalaman selama bertahun-tahun satu banjir kanal saja ternyata tidak mampu menampung banjir yang datang. Diharapkan Banjir Kanal Timur sudah bisa segera dimanfaatkan untuk meredam datangnya banjir.

Sebenarnya, masalah banjir ini tidak bisa ditangani Pemprov DKI Jakarta saja. Sumber banjir itu ada di luar wilayah Jakarta. Tentu saja langkah-langkah antisipasi Jakarta untuk mengatasi banjir bagus-bagus saja. Namun hal itu tidak akan banyak manfaatnya untuk memecahkan persoalan banjir. Bila antisipasi hanya sampai di situ, maka tak akan ada kemajuan untuk menanggulanginya.

Pemprov Jakarta harus bekerja sama dengan daerah-daerah sekitarnya. Pemerintahan daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta seperti Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Cianjur tidak bisa berpangku tangan saja melihat banjir Jakarta. Kita berharap ada kerja sama dalam mengatasi banjir, misalnya dengan mengelola tara ruang bersama. Memang, hambatannya adanya kecurigaan atau kekhawatiran akan mengganggu otonomi daerah masing-masing. Kekhawatiran seperti itu sepantasnya dibuang. Pengelolaan tata ruang bersama banyak manfaatnya.

Dengan manajemen “di sana senang, di sini senang” (win-win solution) pengelolaan tata ruang bersama ini akan menjanjikan banyak keuntungan seperti mengatasi masalah banjir, air minum, tersedianya transportasi massa secara bersama-sama, dan banyak lagi. Masalah banjir akan bisa diatasi dengan tuntas bila ada kesepakatan pengelolaan tara ruang bersama. Bila tidak, banjir akan terus berulang.

Suara Pembaruan, 04 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Sudah Siap Mengantisipasi Banjir?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,679 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: