Di Luar Kapasitas

Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menemui Wakil Presiden M. Jusuf Kalla di kediamannya, Jl Diponegoro, Jakarta.

Seperti umumnya tamu presiden dan wakil presiden, usai bertamu, Din dan Hasyim memberikan keterangan pers. Tapi, menariknya, keterangan pers mereka -Din dan Hasyim- tidak banyak berkaitan dengan masalah keagamaan, keumatan, serta kebangsaan.

Keterangan pers yang mereka lontarkan justru mengenai pendirian Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R). Lembaga baru yang pendiriannya diributkan banyak kalangan karena dianggap melampaui wewenang wapres yang memang diberi tugas oleh presiden, antara lain, serupa dengan UKP3R.

Tidak ada yang salah Din dan Hasyim memberikan pernyataan pers yang intinya turut mempersoalkan pendirian UKP3R tersebut. Siapa pun boleh berpendapat tentang UKP3R.

Hanya, ada yang kurang pas dan kurang relevan kalau Hasyim dan Din ikut-ikutan mempersoalkan UKP3R. Apalagi, pendirian UKP3R sama sekali tidak berkaitan dengan masalah-masalah keagamaan serta keumatan.

Pendirian UKP3R lebih banyak menyangkut masalah internal lembaga kepresidenan. Tidak ada kaitan apa pun dengan NU dan Muhammadiyah.

Begitupun, misalnya, UKP3R belum sempat bekerja lebih jauh. Dan, ini yang penting dicatat, belum tentu seandainya UKP3R bekerja dan menjalankan tugas-tugas sesuai keputusan presiden (keppres), kondisi keagamaan, keumatan, dan kebangsaan akan kacau.

Kalaupun muncul masalah akibat pendirian UKP3R -itu pun kalau presiden sementara tidak mengendapkan keppres tentang UKP3R sebagaimana hasil pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Presiden, Jumat pekan lalu-, sangat mungkin itu terjadi hanya di internal koordinasi kabinet, tugas wapres, dan program lain yang bertabrakan dengan tugas menteri koordinasi (menko).

Karena itu, untuk apa Hasyim dan Din sampai perlu bertamu ke wapres, turut mempersoalkan UKP3R, yang justru malah memicu masalah yang semakin tidak kondusif bagi hubungan SBY-Kalla?

Muncul kesan -mudah-mudahan kesan ini tidak benar-, Hasyim dan Din turut memolitisasi UKP3R dan riak hubungan SBY-Kalla. Akibatnya, pendirian UKP3R bukan menjadi persoalan internal lembaga kepresidenan, melainkan digiring menjadi persoalan besar dan sangat serius masuk ke ranah publik yang lebih luas.

Memang, kalau dikait-kaitkan atau dicari-cari, bisa saja persoalan UKP3R terkait dengan masalah keagamaan, keumatan, dan kebangsaan. Tetapi, sangat serius dan sungguh daruratkah masalah yang dipicu oleh kehadiran UKP3R tersebut, sehingga orang nomor satu di NU dan Muhammadiyah itu harus turut turun tangan?

Justru, seharusnya Hasyim dan Din turut menciptakan kondisi yang aman serta nyaman bagi kelangsungan kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. Artinya, jangan turut membesarkan persoalan yang seharusnya itu adalah persoalan kecil.

Bukankah Pak Din dan Pak Hasyim masih memiliki banyak persoalan di internal Muhammadiyah dan NU yang perlu diselesaikan? Tidak perlulah melakukan langkah-langkah yang tidak pas serta tidak terkait langsung dengan kapasitasnya sebagai orang nomor satu di Muhammadiyah dan NU.

Indopos, Senin, 06 Nov 2006

Iklan

0 Responses to “Di Luar Kapasitas”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,627 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: