Kekompakanlah Syaratnya

Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla membicarakan kehadiran UKP3R belum meredakan persoalan pembentukan dan peranan lembaga tersebut.

Perbedaan interpretasi dan pendapat sekitar badan baru itu justru bereskalasi jika ditinjau dari keterangan dan pernyataan yang disampaikan kepada publik. Sekurang-kurangnya itulah kesan yang kita peroleh dari keterangan dua tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama setelah masing-masing bertemu Wapres.

Jika perkembangan itu ditambah atau dibumbui berbagai pernyataan lain, di antaranya dari tokoh-tokoh Partai Golkar, persoalan seakan bisa bergulir lebih jauh. Sampailah kita pada kesimpulan yang kita pertajam, jangan-jangan persoalan sekitar pembentukan dan peranan UKP3R atau Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi telah berkembang mencapai fase yang lebih serius, yakni kekompakan pemerintah, khususnya kekompakan antara Presiden dan Wapres.

Sekiranya kesimpulan itu berlebihan, kita menganggapnya bisa dipertanggungjawabkan, sebab tujuan kita mengingatkan, jangan sampai masalahnya berkembang ke sana. Kekompakan Presiden dan Wapres bukan saja sangat diperlukan, tetapi merupakan syarat mutlak—conditio sine qua non—untuk jalannya pemerintahan secara wajar dan karena itu juga untuk keberhasilannya.

Dari berbagai keterangan dan interpretasi sekitar pembentukan dan kehadiran UKP3R, kita berkesimpulan, salah satu atau bahkan pertimbangan pokok dibentuknya badan baru itu ialah untuk mengefektifkan atau mempercepat implementasi dan realisasi program pemerintahan, khususnya yang dirumuskan sebagai program reformasi. Untuk mencapai kinerja itu diperlukan berbagai faktor, rangsangan, energi, dan dinamika yang membangkitkan momentum serta bekerjanya efektivitas.

Namun, semua itu tidak mungkin tercapai dan berjalan tanpa kekompakan pemerintah dan pemerintahannya yang bersumber pada kekompakan Presiden dan Wapres. Adalah suatu insiden yang berironi jika kekompakan itu memberi kesan terganggu justru oleh hadirnya suatu badan yang seharusnya berfungsi pokok memperbaiki efektivitas kerja dan kinerja pemerintah berikut pemerintahannya.

Akal sehat dan kemauan baik membenarkan dan menghendaki berlakunya pendekatan serta kriteria kekompakan itu, apalagi pengorbanan kepemimpinan. Karena posisi dan perannya, juga oleh sikap dan harapan rakyat banyak, pemimpin, Presiden, dan Wapres terpanggil untuk melakukan pengorbanan perasaan, prestise, gengsi, serta kepentingan dukungan partisan demi kepentingan seluruh rakyat, bangsa, dan negara. Jangan pula momentum baru isyarat-isyarat perbaikan dan pemulihan ekonomi dibiarkan kedodoran lagi.

Dalam kekompakan, kedua sosok yang berbeda kepribadian dan kecenderungannya sebenarnya saling mengisi dan melengkapi. Namun, jika berprasangka akan mudah terkena intrik dan provokasi. Kasus UKP3R telah memberikan pelajaran yang sangat berharga.

Kompas, Senin, 06 November 2006

0 Responses to “Kekompakanlah Syaratnya”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: