Vonis Hukuman Mati atas Saddam

Banyak kalangan terperangah ketika vonis hukuman mati dijatuhkan kepada mantan Presiden Irak Saddam Hussein hari Minggu 5 November. Sekalipun vonis hukuman mati itu sudah diramalkan, reaksi orang tetap saja terkejut dan terperangah. Bagaimanapun Saddam pernah menjadi pemimpin Irak.

Saddam dijatuhi hukuman mati atas tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap 148 warga Syiah tahun 1982. Pembunuhan terhadap 148 orang itu dilakukan setelah terungkap rencana pembunuhan atas dirinya.

Heboh atas pengadilan Saddam bertambah karena saudara tirinya, mantan Kepala Intelijen Barzan Ibrahim, dan mantan Kepala Pengadilan Revolusioner Awad Hamed al-Bandar, juga divonis mati. Sementara mantan Wakil Presiden Taha Yassin Ramadan divonis penjara seumur hidup, dan hukuman belasan tahun penjara bagi beberapa mantan anggota staf Saddam.

Terlepas dari kesalahan Saddam, pengadilan dirinya sejak awal menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai bagian dari rekayasa Amerika Serikat, yang menginvasi dan menduduki Irak sejak tahun 2003.

Bahkan, ada yang berspekulasi, vonis terhadap Saddam seperti dipaksakan menjelang pemilihan Kongres AS hari Selasa 7 November besok. Pemerintahan Presiden George Walker Bush dari Partai Republik tampaknya menggunakan isu Irak untuk mendapatkan dukungan politik dalam menghadapi pemilu 7 November.

Kehadiran AS di Irak dikatakan Bush sebagai bagian dari kampanye melawan terorisme. Argumentasi itu tidak banyak menggugah hati rakyat AS, sejauh dapat dilihat dari jajak pendapat. Semakin banyak rakyat AS menuntut penarikan segera pasukan dari Irak.

Serangan dan pendudukan atas Irak terasa bertambah tragis karena segala tuduhan untuk menyerang Irak terbukti tidak benar. Irak tidak memiliki program senjata nuklir. Juga terbukti Saddam tidak terkait dengan serangan teroris 11 September 2001.

Keadaan bakal lebih runyam lagi sebagai implikasi atas vonis mati terhadap Saddam. Belum diketahui kapan eksekusi dilaksanakan, tetapi komunitas Sunni, dari sana Saddam berasal, langsung bergolak. Sebaliknya golongan Syiah menyambut gembira atas hukuman terhadap Saddam. Perbedaan reaksi ini hanya meningkatkan ketegangan di antara dua kelompok, yang cenderung bertikai dalam beberapa bulan terakhir.

Para pengamat mencemaskan kemungkinan merebaknya perang saudara antara golongan Syiah dan Sunni sebagai komplikasi atas vonis mati bagi Saddam. Masa depan Irak benar-benar dipertaruhkan.

Kompas, Senin, 06 November 2006

Iklan

9 Responses to “Vonis Hukuman Mati atas Saddam”


  1. 1 sukirno Januari 1, 2007 pukul 5:09 pm

    tidak banyak yang saya bisa komentari atas vonis mati ini.bush memang biang perang.biang masalah.dialah sebenar-benarnya teroris paling biadab di muka bumi.dan tuhan akan menghukumnya.cepat atau lambat…

  2. 2 yom3ns Januari 2, 2007 pukul 7:19 pm

    bush itu memang setan berwujud manusia,dia itu sebenarnya takut kepada saddam,cumanya hanya bisa menuduh orang yang tak bersalah gak berani melawan sendiri pengecut

  3. 3 BUSH Januari 3, 2007 pukul 1:48 pm

    bush itu eyangnya IBLIS nenek DAJJAL dialah sebenarnya rajanya teroris semoga aja cepat di eksekusi allah amiiiiiiin…

  4. 4 ira Januari 3, 2007 pukul 4:31 pm

    Bush itu manusia atau iblis ya..? aku masih bingung karena bedanya tipis.Semoga bush menjadi penghuni kerak neraka jahanam.

  5. 5 Rifki Januari 5, 2007 pukul 12:21 am

    Semoga Saddam bahagia di akhirat sana dan BUSH akan merasakan Neraka di dunia semoga ALLAH Menyiksanya di dunia sebagai contoh orang yang mengadu domba

  6. 6 adhan Januari 5, 2007 pukul 9:19 am

    mendengar saddam divonis hukuman mati saya rasa tidak relevan dengan kenyataan. bush memang menghendaki untuk menyingkirkan saddam guna menguasai negeri irak secara tidak langsung.menanamkan ambisinya dengan berdalih demokrasi. saya pikir HAM telah dilanggar. jadi, siapa lagi yang akan menjadi sasaran berikutnya setelah Afganistan dan Irak???

  7. 7 anto Januari 5, 2007 pukul 10:08 am

    BUSH SUDAH KELEWATAN DAPAT DICAP SEBAGAI DAJJAL

  8. 8 joni Januari 12, 2007 pukul 3:21 pm

    saya kira kita harus fair bahwa hukuman mati sudah sepantasnya dijatuhkan kepada saddam husein. kita juga jangan lupa atas kepedihan keluarga korban pembantaian yang dilakukan oleh rezim saddam husein. cuman yang saya sesalkan hukuman tersebut terlalu terburu-buru dan sarat akan politik kepentingan AS sehingga terkesan bahwa hukuman mati itu merupakan perintah AS. saddam seharusnya mendapat perlakuan yang lebih manusiawi semasa hidupnya bagaimanapun ia adalah mantan pemimpin suatu negara yang berdaulat

  9. 9 Madheeva Maret 8, 2007 pukul 2:03 pm

    Ini semua hanya akal2an AS ubtuk kepentingan ekonominya.Dmana PBB saaat eksekusi akan terjadi????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 793,152 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: