Overdosis untuk Bush

BANGSA ini sesungguhnya belum merdeka dalam mentalitas. Ketika berhadapan dengan negara-negara adidaya, kita seperti bangsa yang tidak berdaya sama sekali. Inferioritas itu tecermin jelas dalam persiapan menerima kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush pada 20 November mendatang. Demi seorang Bush, hampir-hampir tidak ada lagi yang tidak boleh dilakukan. Semuanya harus bisa. Yang untuk orang lain tidak boleh, demi Bush boleh. Padahal Bush cuma hadir enam jam di Indonesia.

Selama Bush mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yuhoyono di Istana Bogor, Senin (20/11), jalan-jalan di seputar istana ditutup selama 10 jam mulai pukul 10.00 WIB. Akibatnya, semua sekolah di seputar kawasan itu diliburkan. Bogor pun seperti dikerangkeng.

Pemerintah juga membangun dua landasan helikopter (helipad) baru, yakni di lapangan Pusat Konservasi Tanaman di Kebun Raya Bogor dan di GOR Pajajaran. Helikopter Blackhawk yang membawa Bush akan mendarat di Kebun Raya, sedangkan mobilnya akan didaratkan dengan helikopter Chinook di GOR Pajajaran.

Helipad di Kebun Raya Bogor tersebut dibuat dengan ukuran 20 meter x 20 meter, dilapisi lempengan baja, dan ditopang tiang penyangga sebanyak 48 batang dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

Pembangunan helipad itu jelas-jelas akan mengganggu dan merusak tanaman di kawasan konservasi. Seharusnya, daerah konservasi itu dijaga dan dilindungi kelestariannya. Bukan dirusak demi siapa pun.

Kehadiran Bush di Kota Hujan itu bakal membuat warga seperti hidup dalam bui. Warga dikerangkeng. Mereka tidak bebas beraktivitas sebab frekuensi udara untuk telepon seluler dan radio juga akan diblokir. Jaringan internet pun bakal diacak.

Padahal, Bush hanya mampir ke Indonesia selama enam jam setelah menghadiri pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam, 18-20 November mendatang. Ada enam agenda yang dibahas Bush bersama Yudhoyono, yakni investasi AS di Indonesia, keamanan suplai energi, pendidikan, kesehatan, sistem peringatan dini, dan teknologi informasi.

Sebagai kepala negara, Bush memang berhak memperoleh pengamanan kelas satu, sebagaimana layaknya pemimpin sebuah negara yang sedang berkunjung. Namun, memperlakukan Bush sedemikian hebat sampai merendahkan martabat kita sebagai negara yang berdaulat sudah saatnya tidak dilakukan lagi.

Kita wajib menghormati pemimpin sebuah negara yang datang ke Indonesia. Namun, kita juga wajib mengatakan dan memperlihatkan kepada Bush bahwa kita adalah negara yang bermartabat dan berdaulat. Kita harus bisa memaksa Bush bahwa tanggung jawab pengamanan dan keselamatan dia berada dalam tanggung jawab kita.

Bahwa Bush adalah pemimpin negara adidaya yang memiliki power militer dan ekonomi luar biasa, betul. Namun, jangan juga dianggap bahwa kedatangan Bush akan mengubah segala-galanya dalam sekejap. Seakan-akan Bush yang akan datang itu adalah juru selamat yang bisa membereskan banyak hal.

Jadi, pesannya adalah terimalah kedatangan Bush secara wajar dan patut. Tidak boleh berlebihan sehingga merendahkan harkat dan martabat kita sendiri.

Media Indonesia, Rabu, 08 November 2006

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,627 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: