Tamu yang Memudar

Kita sedang bersiap menyambut tamu yang sedang memudar: Presiden George Walker Bush dari Amerika Serikat (AS). Sepatutnya kita memperlakukan dia sebagai tamu, dengan hormat, namun sesuai proporsi dan tetap mencerminkan martabat tuan rumah.

Tuan Bush sedang bergulat keras mencegah kemerosotan dukungan di dalam negeri. Ia secara tragis harus menjual isu vonis mati Saddam Hussein untuk membeli kursi bagi partainya. Survei The Washington Post dan ABC pekan lalu menunjukkan hanya 45 persen pendukung Republik; sementara Demokrat meraih 51 persen.

Jelas, publik Amerika pun kian muak dengan dagangan politik Bush, hal yang menjadi inti kemarahan masyarakat internasional sejak lama. Kampanye antiterorisme ala Bush telah menebar kekerasan di mana-mana. Di Irak saja, misalnya, ratusan ribu orang–sekitar 2.500 di antaranya adalah prajurit AS–meninggal pascapendudukan oleh AS dkk.

Secara geopolitik, pemerintahan ”Hawkish’ Bush membawa AS pada titik dukungan terendah di berbagai benua. Di Amerika Latin, ia kini sulit mendapat kawan. Ia bahkan mendapat julukan ”iblis” di forum PBB. Di Eropa, Prancis dan Jerman menolak satu suara dengannya soal Irak. Di Asia, Filipina yang biasa setia pun menarik diri dari Irak.

Amerika Serikat pun menghadapi situasi sulit dengan semakin meraksasanya pengaruh Cina. Kunjungan-kunjungan Bush dan para menterinya ke Asia, Australia, Selandia Baru mengungkapkan kecemasan AS. Uji coba nuklir oleh Korut, sekutu lama Cina, membuat pening Bush. Pekan lalu, beban di kepalanya kian berat setelah Cina merangkul dan memberi hibah 48 negara Afrika.

Wajar, dalam kunjungannya kali ini, Presiden Bush membuang wacana basi antiterorisme. Untuk menggaet dukungan, bukan lagi para tokoh agama yang memiliki posisi tawar politik yang akan ia pilih untuk berjumpa, melainkan tokoh di bidang pendidikan dan kesehatan.

Tema itu pula yang selama ini kita mintakan. Presiden Yudhoyono kerap meminta Bush mengedepankan soft power. Kerja sama pendidikan dan kesehatan adalah manifestasi soft power itu.

Lagi pula, hanya itu harapan Bush, karena secara politik ia telah habis di negeri kita. Penolakan atas kedatangan dia begitu merata, yang bersumber pada konsistensi kekerasan dalam kebijakan politik luar negerinya. ”Keras kepala,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, tentang Bush yang tak juga berubah setelah pertemuan mereka di Bali pada 22 Oktober 2003.

Seperti pesan dari Senayan, kita tak ingin tema ”ecek-ecek” yang menjadi bahasan di Bogor kelak. Kita juga layak bertanya, dapat apa kita dari kedatangan Bush. Kita harus menunjukkan posisi setara dalam pertemuan untuk mendapatkan hasil yang setara (win-win) pula.

Kita mulai high profil di dunia internasional. Kita anggota dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Kita juga anggota Komisi HAM PBB. Kita mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon. Kita pun akan menjadi anggota Dewan Keamanan (DK) PBB mulai Januari 2007. Pergaulan aktif dengan Cina dan Rusia membuat posisi tawar kita juga meningkat di hadapan AS.

Maka, sungguh paradoksal kalau kita berlebihan menyambut kedatangan Bush, seakan negeri hamba sahaya menyambut juragannya. Mengapa kita meladeni watak paranoid tamu dan berlaku seperti sedang berperang? Jaringan telepon genggam harus mati. Penerbangan ditutup. Helipad dibangun di Kebun Raya. Sekolah di Bogor diliburkan.

Republika, Rabu, 08 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Tamu yang Memudar”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,980 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: