Mengakhiri Kontroversi Unit Kerja Presiden

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali bertemu empat mata di tengah heboh kontroversi pembentukan unit kerja presiden, Rabu (8/11). Ini pertemuan kedua setelah pekan lalu mereka bertemu usai sembahyang Jumat bersama.

Pembentukan unit kerja presiden–namanya keren, Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi–telah menuai badai kritik, bahkan membongkar ke permukaan persoalan yang lebih sensitif. Yaitu, rakyat menjadi tahu secara terbuka keretakan hubungan Presiden-Wakil Presiden.

Adalah Jusuf Kalla sendiri yang mengungkapkan ke hadapan publik bahwa dia tidak tahu pembentukan unit kerja itu. Sebuah pernyataan yang menunjukkan sedikitnya bahwa ada komunikasi yang tidak beres di antara Presiden dan Wakil Presiden.

Mengikuti konstitusi, membentuk unit kerja presiden itu sebenarnya sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Dalam pandangan ini, maka Wakil Presiden mestinya menerima keputusan Presiden tanpa syak.

Akan tetapi, bukankah Presiden dan Wakil Presiden maju ke pemilihan umum dalam satu paket? Sebelum bertarung ke pemilu presiden, harus diasumsikan bahwa di antara keduanya ada kesepakatan-kesepakatan, antara lain misalnya tentang pembagian peranan dan kewenangan masing-masing bila terpilih sebagai presiden-wakil presiden, sehingga wakil presiden bukan cuma ban serep. Inilah komitmen yang akan mengikat sehingga Presiden dan Wakil Presiden kuat bersatu sebagai dwitunggal.

Kesepakatan itulah kiranya yang telah terganggu dengan dibentuknya unit kerja presiden tanpa sepengetahuan Wakil Presiden.

Namun, apa pun penyebabnya, kontroversi soal unit kerja presiden harus segera diakhiri. Duet pemimpin nasional ini harus tetap solid sampai dengan lima tahun demi kepentingan rakyat. Pembentukan unit kerja ini menjadi pelajaran mahal tentang betapa pentingnya komunikasi yang tulus di antara dwitunggal.

Kasus ini juga menjadi pelajaran tidak boleh mengumbar masalah yang strategis dan sensitif melalui orang lain, atau lembaga lain. Kedua pemimpin ini pada dasarnya tidak memerlukan diplomasi di antara keduanya untuk menyelesaikan perbedaan pandangan, pikiran, bahkan kepentingan.

Media Indonesia, Kamis, 09 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Mengakhiri Kontroversi Unit Kerja Presiden”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,207 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: