Menunggu Harga BBM Turun

Harga minyak dunia cenderung terus menurun. Pada pekan ini, harganya berada di angka 61-62 dolar per barel. Beberapa pemain di perminyakan memperkirakan bahwa harga tersebut akan turun kembali mendekati level 50 dolar per barel.

Penurunan harga tersebut memberi peluang bagi harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri untuk turun. Terutama yang paling dekat dengan harga keekonomian adalah premium yang berdasarkan Perpres No 55/2005 ditetapkan Rp 4.500/liter. Sementara untuk solar dan minyak, harga keekonomian masih agak jauh.

Selama ini yang menjadi acuan harga BBM adalah harga minyak Singapura (Mid Oil Platt’s Singapore (MOPS). Rumusnya, MOPS ditambah alpha (biaya distribusi dan margin). Kecenderungan bulan terakhir ini, MOPS terus turun seiring dengan penurunan harga minyak dunia.

Dari perhitungan Dirjen Migas, harga premium sekarang ini jika tanpa pajak adalah Rp 3.913. Sementara harga keekonomian premium pada bulan lalu tercatat Rp 3.958 atau sekitar Rp 4.545 per liter setelah pajak. Selisih Rp 45 per liter itulah yang dibayarkan pemerintah sebagai biaya subsidi premium bulan ini.

Dengan melihat kecenderungan yang ada, keekonomian harga premium akan terlewati, sehingga harga premium ”sesungguhnya” bisa lebih rendah dari harga jual saat ini. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan harga BBM, khususnya premium, akan turun dalam waktu dekat.

Tetapi, landasan hukum untuk penurunan harga BBM belum ada. Karena itu, saat ini, pemerintah lewat Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan surat keputusan yang mengatur batas atas sesuai dengan Pepres No 55. Dengan SK ini selain dimungkinkan harga naik-turun juga ditetapkan batas atas.

Di situ misalnya akan ditetapkan batas atas premium Rp 4.500/liter. Maksudnya jika harga minyak turun dan melewati batas keekonomian, harga premium akan ikut turun, tetapi jika naik, berapapun kenaikannya, harga premium maksimal Rp 4.500. Batas atas ini berfungsi untuk menjaga kepentingan publik.

Jika mekanisme tersebut diterapkan, maka kelak harga BBM bisa naik turun tiap bulannya. Jika harga minyak dunia turun, harga BBM akan ikut turun, sebaliknya jika harga minyak dunia pada bulan lalu naik, harga akan naik sampai batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Sampai saat ini memang yang kita kenal hanya kenaikan harga BBM. Maklum selama ini pula harga BBM kita selalu jauh lebih rendah daripada minyak dunia. Kali ini besar kemungkinan minyak dunia akan terus turun sehingga memungkinkan pula harga BBM, khususnya premium, akan turun.

Nanti kita pun akan terbiasa dengan berubahnya harga BBM tiap bulan. Bahkan, mungkin juga akan ada perbedaan harga BBM untuk tiap-tiap pompa bensin. Sekarang pun untuk kelas Pertamax sudah terjadi persaingan sehat antara Pertamina dan perusahaan lain seperti Shell dan Petronas.

Di sisi lain, dengan menyentuh harga keekonomian premium, maka hampir pasti subsidi untuk BBM yang dipatok Rp 61,83 triliun pada 2007 ini akan turun. Apalagi pemakaian premium ini mendominasi 45 persen kuota BBM atau sekitar 17 juta kiloliter.

Kita tunggu penurunan harga BBM sebagai konsekuensi dari penurunan harga minyak dunia. Selain menguntungkan kita sebagai konsumen, penurunan minyak dunia juga akan menurunkan subsidi sehingga akan membantu menyehatkan keuangan negara.

Republika, Jumat, 10 Nopember 2006

0 Responses to “Menunggu Harga BBM Turun”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: