Renungan Hari Pahlawan

Harapan yang disampaikan Menko Polhukam Widodo AS sangatlah wajar. Masyarakat diminta berkontribusi dan mendukung pengungkapan aksi teror di Poso.

Keikutsertaan masyarakat sangat penting sebab penciptaan keamanan dan rasa aman bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan situasi kehidupan masyarakat yang damai dan aman.

Khusus untuk Poso, perhatian pantas diberikan lebih karena pelaku kejahatan dan teror diduga berada di tengah masyarakat. Mereka menjadi bagian dari masyarakat dan setiap kali bisa melakukan tindakan, yang bukan hanya menciptakan kepedihan bagi mereka yang menjadi korban, tetapi mengobarkan rasa permusuhan.

Pertentangan, perselisihan, dan konflik antarkelompok dalam masyarakat sering kali menimbulkan kepedihan hati. Mengapa? Karena kita sebenarnya satu bangsa. Pada dasarnya kita adalah satu saudara. Sejak 28 Oktober 1928, kita sudah sepakat untuk menanggalkan “kekamian” di antara kita dan menggantikannya menjadi “kekitaan” tanpa mempersoalkan kembali asal-usul kita, menanggalkan semua rasa primordial kita.

Hari ini, tanggal 10 November, ketika kita merayakan Hari Pahlawan untuk memperingati perjuangan Pendiri Bangsa dalam mempertahankan keberadaan Indonesia, rasa itu semakin dalam. Kita yang diberi nikmat kemerdekaan ternyata tidak mensyukurinya. Kita malah saling membenci, saling curiga, saling memusuhi, dan yang lebih memprihatinkan saling menyakiti.

Sungguh aneh, orang-orang yang dicurigai melakukan aksi kejahatan dan teror terhadap sesama warga kemudian dilindungi. Bahkan, akses bagi aparat keamanan untuk mengungkap kebenaran, menjelaskan duduknya perkara, kemudian justru seperti ditutup.

Di sini kita tentunya mengharapkan keterbukaan semua pihak untuk tidak membenarkan aksi kekerasan. Sejauh mungkin kita harus menghindarkannya karena itu hanya melukai kita sendiri sebagai sebuah bangsa.

Ketika seseorang terbukti melakukan tindak kekerasan, hukumlah yang harus berbicara. Aparat penegak hukum tidak perlu ragu untuk bersikap tegas menegakkan aturan. Demi tegaknya kewibawaan hukum, yang dibutuhkan untuk menciptakan ketertiban umum, tidak boleh ada kompromi terhadap aturan.

Di sinilah imbauan Menko Polhukam kita nilai tepat. Masyarakat yang selama ini dinilai melindungi mereka yang melanggar hukum harus ikut membantu dengan menyerahkan mereka kepada aparat. Biarlah kemudian aparat penegak hukum yang memproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam persoalan Poso kita memang diingatkan bahwa penanganannya tidaklah mudah. Ibaratnya kita diminta untuk memegang telur. Kalau terlalu keras memegangnya, telur itu akan pecah, tetapi kalau terlalu longgar juga akan pecah karena akan terlepas dari tangan. Kita harus menanganinya secara tepat. Dan yang harus menjadi perhatian kita bersama janganlah masalah ini membuat kita sebagai bangsa jadi terpecah. Kasihan para pahlawan dan mereka yang berharap masa depan.

Kompas, Jum’at, 10 November 2006

Iklan

1 Response to “Renungan Hari Pahlawan”


  1. 1 Http://Blingee.Com Mei 7, 2013 pukul 4:18 am

    Simply desire to say your article is as surprising. The clarity in your
    post is simply great and i could assume you are an expert
    on this subject. Fine with your permission let me to grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post.
    Thanks a million and please keep up the gratifying work.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 788,198 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: