Bom dan Kedatangan Bush

MENJELANG kedatangan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, sebuah bom diledakkan di restoran cepat saji asal Amerika. Tidak ada korban jiwa. Bahkan, sang pelaku peledakan bom, yang sepertinya hendak melakukan bom bunuh diri, pun selamat dan masih dirawat di rumah sakit.

Bom itu menunjukkan banyak hal. Pertama, tentu saja itu bukti bahwa Jakarta belum bebas dari teror bom. Bom yang menghancurkan dan mematikan kapan saja dapat kembali mengguncang Jakarta.

Oleh karena itu, kewaspadaan tidak boleh mengendur. Setelah lama tak ada lagi bom, banyak yang lengah, menganggap Jakarta aman sentosa. Contohnya, setelah Bandara Soekarno-Hatta diteror oleh bom, semua mobil yang masuk ke terminal dengan cermat diperiksa petugas. Namun, semakin lama aktivitas itu semakin kendur. Bahkan belakangan, hal itu tidak dilakukan lagi.

Yang masih konsisten melakukan pemeriksaan adalah mal dan hotel besar. Dengan terjadinya bom di restoran makanan cepat saji asal Amerika itu, mestinya kewaspadaan terhadap teror bom kembali digalakkan.

Kedua, teror bom itu bisa ditafsirkan sebagai bentuk protes atas rencana kedatangan Presiden Bush ke negeri ini. Sebab, yang dibom adalah restoran asal Amerika, bahkan di restoran itu tertulis all American food.

Kedatangan Bush kali ini memang mendapat protes yang keras. Sebagian, karena perlakuan yang sangat istimewa untuk mengamankan Bush, sehingga terkesan amat kuat bahwa negeri ini sangat tunduk kepada kepemimpinan Amerika Serikat.

Penyebab lain, dan ini yang terutama, karena kebijakan Bush terhadap Afghanistan dan Irak. Bush menyerang kedua negara tersebut hanya untuk menjatuhkan pemimpin yang berkuasa di sana. Bush tidak menghormati PBB, dan sekalipun tidak terbukti memiliki senjata pemusnah massal, Irak tetap diserbu. Bahkan, Saddam Hussein tidak hanya dijatuhkan dari kekuasaannya, tetapi juga divonis hukuman gantung.

Kekerasan Amerika Serikat terhadap Irak itu telah menimbulkan kemarahan anak bangsa ini yang merupakan negara muslim terbesar. Bahkan berdampak hebat pula di dalam negeri Amerika Serikat. Yaitu, menyebabkan kekalahan Partai Republik. Partai Demokrat kini yang mengendalikan Kongres yang terdiri dari DPR dan Senat.

Menolak kedatangan Bush adalah pilihan sikap yang sah. Untuk itu tersedia berbagai bentuk ekspresi yang tertib dan damai. Yang harus ditentang adalah menyatakan protes dengan menggunakan kekerasan seperti teror bom. Kekerasan tidak boleh dilawan dengan kekerasan, karena hanya menghasilkan kekerasan baru.

Yang jelas, pelaku peledakan bom kali ini telah ‘menyerahkan’ dirinya sendiri karena menjadi korban bom yang dibawanya. Polisi tidak perlu repot-repot memburu dan menangkapnya. Jika ia berhasil diselamatkan tim medis, polisi memiliki seorang pelaku peledakan bom yang tidak bisa berkelit lagi. Maka, ada harapan jaringan teror bom dapat dibongkar tuntas.

Ke depan, pemerintah hendaknya mendengarkan suara penolakan masyarakat atas kedatangan seorang pemimpin negara lain. Untuk apa mengagung-agungkan tamu jika mudarat kedatangannya jauh lebih besar.

Media Indonesia, Senin, 13 November 2006

1 Response to “Bom dan Kedatangan Bush”


  1. 1 maria Ulfah November 20, 2006 pukul 11:27 am

    MEMANG DUNIA INI TIDAK AKAN AMAN JIKA MASIH ADA BUSH… TAPI KADATANGAN BUSH ADALAH TANTANGAN BAGI BANGSA INDONESIA UNTUK MENUNJUKAN BAHWA KITA BISA HIDUP MANDIRI…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,018 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: