Jangan Mengulang Kebodohan

Aksi para penentang kedatangan Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush, mulai mendapat reaksi balik. Kemarin (15/11), di Bogor, Jawa Barat, sejumlah orang yang mendukung kedatangan Bush melakukan aksi serupa. Mereka mengibarkan banyak bendera AS, yang uniknya, seperti dilaporkan kantor berita Antara, tak mengibarkan satu pun bendera merah-putih. Padahal, mereka menamakan dirinya sebagai Laskar Merah Putih.

Aksi itu nyaris menimbulkan bentrokan dengan kelompok yang menentang kehadiran Bush. Yang terakhir ini adalah mahasiswa dari Universitas Pakuan, Bogor. Kota Hujan itu kini memanas akibat menjadi ajang pertarungan politik. Ini karena Istana Bogor dipilih sebagai lokasi pertemuan Bush dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kita tentu prihatin jika pro-kontra kehadiran Bush harus dibumbui dengan konflik fisik. Bahkan, tanpa konflik fisik pun, tapi diwarnai dengan adu massa, tetap merupakan keprihatinan yang sangat mendalam. Ternyata kita terus mengulang kebodohan. Betapa mudah kita dipecah belah, betapa kerdil kita memaknai ekspresi orang yang tak sejalan.

Kita mesti belajar dari sejarah. Lihatlah kita adalah negeri yang dijajah begitu lama: 350 tahun. Kita termasuk negeri yang tercecer di antara negeri-negeri yang merdeka usai Perang Dunia II. Dan yang paling dekat, yang masih berlangsung hingga kini, kita adalah contoh paling buruk di antara negeri yang dihantam krisis ekonomi 1997. Semua adalah karena kebodohan kita dan keserakahan di antara kita. Di masa lalu Belanda menerapkan politik devide et impera. Maka, kita mengenal frasa ”Belanda Item”, kaum ambtenaar, dan seterusnya. Di masa kini, kita juga mengenal istilah ”komprador, kaki tangan asing, kolaborator”.

Kita sebagai bangsa begitu rapuh. Kemajemukan kita dalam hal suku dan agama merupakan salah satu faktornya. Fragmentasi politik yang seimbang adalah faktor lainnya. Negara kita yang kepulauan juga merupakan beban tersendiri. Ditambah lagi oleh tiadanya tata nilai yang dominan dan suburnya mentalitas korup serta menindas. Semua itu merupakan lahan subur bagi berseminya benih-benih virus yang merapuhkan kita sebagai bangsa. Dalam situasi ini kita sangat berharap pada kepemimpinan dan pemerintahan yang kuat. Hanya itu yang bisa mengubah pluralitas menjadi energi kemajuan dan keunggulan, seperti peradaban-peradaban besar lainnya.

Karena itu, dalam kasus menyambut kedatangan Bush ini, pemerintah agar segera mengambil prakarsa. Polisi harus sigap mengantisipasi dua aksi massa yang berbeda tujuan agar tak berada dalam satu lokasi. Intelijen harus jeli menelisik agar aksi-aksi tersebut tak menjadi anarki. Sebetulnya, bagi kaum yang pro kedatangan Bush perlu berlega hati untuk membiarkan pihak yang menentang kedatangan Bush untuk berekspresi. Toh, suara yang pro sudah cukup terwakili lewat sikap pemerintah yang menyambut kedatangan Bush maupun sikap DPR/DPD/MPR yang tak pernah secara formal menentang kedatangan Bush. Kasarnya, sesuai pepatah ”anjing menggonggong, kafilah berlalu”.

Para yang pro-Bush juga harus berlega hati bahwa tak mungkin muncul reaksi luar biasa jika tak ada sesuatu yang luar biasa pula. Apalagi ke manapun Bush pergi di belahan dunia ini –ke Barat maupun ke Timur–selalu disambut aksi penolakan yang luar biasa pula. Bush memang dikenal sebagai presiden AS yang gemar menebar perang dan konflik dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi negerinya. Aksi-aksi demo tersebut sangat tak berarti jika dibandingkan dengan bara perang yang dikobarkan di mana-mana, dengan puluhan ribu nyawa manusia yang melayang dan kemiskinan yang tercipta karenanya.

Kita justru khawatir bahwa aksi yang pro-Bush ini hanya bagian dari kebodohan kita belaka. Presiden Yudhoyono sudah saatnya mengurut kemungkinan ada yang tak beres di antara para pembantunya.Mari, jangan mengulang pola-pola Orde Baru: Melepas predator untuk memangsa hama. Padahal, tak semua hama berakibat membinasakan.

Republika, Kamis, 16 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Jangan Mengulang Kebodohan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,627 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: