Kawasan Perdagangan Bebas Aspas?

Akhir pekan ini 21 pemimpin forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC bertemu di Hanoi.

Pemimpin AS boleh jadi yang paling banyak berefleksi ketika berada di Vietnam. Lainnya boleh jadi melihat Vietnam sebagai salah satu negara kawasan yang sekarang ini banyak disorot karena kemajuan pesat yang diperlihatkannya.

Dunia yang berubah memang membuka banyak peluang bagi negara-negara yang tergabung dalam APEC. Itu juga kiranya yang dicita-citakan para penggagas APEC yang KTT pertamanya berlangsung di Seattle tahun 1993.

Dalam perjalanannya, dimensi APEC cenderung meluas, tidak lagi terbatas pada bidang perdagangan, tetapi juga politik. Namun, mengingat dunia telah demikian berubah dari sejak 1993, dan khususnya sejak terjadinya Serangan 11 September 2001 di AS, masalah politik untuk anggota yang beragam latar belakangnya menjadi hal yang mudah menimbulkan gesekan.

Boleh jadi, menengarai hal ini, AS pun lalu mencoba mengembalikan arah APEC ke jati diri asalnya, yakni perdagangan. Kamis (16/11) AS mengangkat ide pendirian zona perdagangan bebas (untuk kawasan) yang terentang dari China ke Cile. Namun, terhadap ide ini, kalangan di Asia Pasifik sendiri menganut pandangan yang berbeda-beda: ada yang setuju untuk mengkajinya, ada pula yang skeptis.

Ide Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP), seperti diberitakan kantor berita AFP (Jakarta Post, 17/11), banyak dibicarakan di Hanoi. Hal itu karena ia juga bisa menjadi alternatif apabila perundingan Organisasi Perdagangan Dunia untuk membebaskan perdagangan dunia gagal.

Anggota yang keberatan dengan ide yang juga didukung Gedung Putih ini khawatir bahwa ide pembentukan FTAAP bisa berbenturan dengan apa yang dikenal sebagai “Sasaran Bogor” (Bogor Goals), kesepakatan tidak mengikat yang mencanangkan pembebasan semua perdagangan dan investasi regional pada tahun 2020.

China, Indonesia, dan Filipina diberitakan sebagai anggota yang keberatan dengan ide FTAAP.

Terhadap ide yang nadanya mengarah pada pembukaan pasar dan globalisasi, reaksi yang lazimnya muncul adalah rasa mendua. Di satu pihak, pembukaan pasar bebas bisa memicu efisiensi dan daya saing. Konsumen akan diuntungkan karena yang unggul di pasar adalah produk-produk yang murah tetapi berkualitas.

Pada sisi lain, menerapkan kebijakan ini tanpa mempertimbangkan kesiapan industri dan perekonomian bisa menjadi bumerang. Sebab, sektor-sektor yang masih belum siap dan coba dikembangkan dengan perlindungan dengan mudah akan digilas oleh produk asing yang lebih murah dan lebih baik. Bisa dibayangkan risiko perekonomian dan juga sosial yang bisa terjadi.

Namun, melihat apa yang sudah berkembang selama ini, kawasan perdagangan bebas yang diusulkan AS untuk wilayah Asia Pasifik akan terbentuk. Di Bogor dulu mantan Presiden Soeharto pun menegaskan, suka atau tidak, era perdagangan bebas akan tiba. Jadi, mau tidak mau bangsa Indonesia juga harus siap dengan tibanya era tersebut.

Sabtu, 18 November 2006

Iklan

0 Responses to “Kawasan Perdagangan Bebas Aspas?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,557 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: